Skip to main content

Pengertian Imamah; Pengantar

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: July 22, 2012

Istilah Imamah berasal dari kata Imam yang berarti pemimpin. Jadi imamah berarti kepemimpinan. Dan pada uraian yang lain dapat dijumpai kata Imam sinonim dengan khalifah. Ali syariah menjelaskan bahwa Imamah dalam mazhab pemikiran syiah adalah kepemimpinan progressif dan revolusioner yang bertentangan dengan rezim-rezim politik lainnya, guna membimbing manusia serta membangun masyarakat di atas pondasi yang benar dan kuat, yang mengarahkan manusia menuju keselarasan, perubahan dan kemandirian dalam mengambil keputusan.
Konsep Imamah merupakan prinsip dasar yang pokok bagi Syiah, khususnya Syiah Itsna Asyariyah. Bagi mereka, masalah Imamah adalah seperti rangkaian Tauhid. Barang siapa yang tidak percaya pada Imam sama saja tidak percaya kalimat syahadat. Orang-orang Syiah Imamiah, percaya sepenuhnya bahwa Allah mengutus Nabi dan Rasul-Rasul untuk memimpin mereka menuju jalan Allah. Pada sisi lain, seorang imam adalah orang yang mendapat wasi (وصى) wasiat. Pertama adalah Ali bin Abi Thalib, ia mendapat wasiat langsung dari Nabi menjadi Imam pengganti kedudukan Nabi sesudah beliau wafat, selanjutnya Ali bin Abi Thalib berwa’siat kepada Hasan bin Ali dan seterusnya sampai kepada Imam kedua belas. Dalam konsep imamah setiap Imam adalah menjadi pewasiat terhadap Imam sesudahnya kecuali Ali bin Abi Thalib. Disamping itu seorang Imam harus ma’shum, mempunyai ilmu yang luas.
Imam mempunyai sifat kekudusan yang diwarisi dari Nabi, dalam arti Ali bin Abi Thalib menerima waris itu dari Nabi, Hasan dan Husain dari Ali, Ali Zainal Abidin dari Husain dan demikianlah seterusnya oleh cucu beliau. Disamping itu Imam mempunyai kekuasaan untuk membuat hukum. Perbuatan-perbuatan serta ucapan-ucapan Imam tidak bisa bertentangan dengan syariat. Dengan demikian bagi kaum Syiah, Imam hampir sama sifat dan kekuasaannya dengan sifat dan kekuasaan Nabi. Imam dan Nabi sama-sama tidak dapat berbuat salah dan sama-sama dapat membuat hukum. Perbedaannya hanya terletak pada posisi Nabi yang menerima wahyu sedang Imam tidak menerima wahyu.
Ahmad Muhammad Subhi mengemukakan, bahwa secara garis besarnya konsep Imamah dalam tradisi Syiah Itsna Asyariyah meliputi lima masalah pokok, yaitu: wajib adanya Imamah atas Allah. wajib mempercayai kema’suman Imam, para Imam adalah orang yang berilmu, imamah wajib dipegang oleh Imam utama, wajib mengenal Imam.
Ajaran Syiah Itsna Asyariyah, imamah merupakan ajaran pokok. Sebab konsep Imamah merupakan pangkal permasalahan yang membedakan dengan golongan-golongan poltik Islam lainnya, seperti golongan Khawarij, Sunni, dan aliran teologi lain.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Ibrahim Anis, et. al. Al-Mu’jam al-Wasith, jilid I (Mesir: Dar al-Ma’arif, 1972). Ali Syariati, Islam Mazhab Pemikiran dan Aksi (Cet. II; Bandung: Mizaan, 1995). Ahmad Amin, Fajr al-Islam Cet. XI; (ttp: Dar al-Kutab, 1976). Ahmad Mahmud Subhi, Nazhariyah al-Imamah al-Itsna Asyariyah, (Mesir: Dar al-Ma’rifat, t.th).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar