--> Skip to main content

Referensi Tentang Coronavirus COVID-19

Oleh: Mushlihin, al-HafizhPada: March 01, 2020

Coronavirus merupakan keluarga besar virus. Tahun 2012 dikenal Mers Corona di Saudi, tapi tidak seheboh Corona yang ada tahun ini(Warta Ekonomi 2019).

Coronavirus COVID-19 tidak hanya menyebabkan penyakit pada manusia tapi juga bisa menyerang hewan. Coronavirus dan COVID-19 yang menyerang manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)(Fitrianingsih 2015).

Coronavirus COVID-19 adalah jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (Arab n.d.), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

Penyakit yang menggemparkan dunia ini disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk dalam keluarga besar coronavirus yang sama dengan penyebab SARS pada tahun 2003, hanya berbeda jenis virusnya.

Meski gejala Coronavirus dan COVID-19 sama dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6%) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5%), walaupun jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS. COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS (Yuliana 2020).

Gejala Coronavirus dan COVID-19

Seseorang yang terindikasi tertular Coronavirus dan COVID-19 akan mengalami demam ≥380C, batuk kering, dan sesak napas.

Karena sumber Coronavirus dan COVID-19 dari luar, maka jika sejak 14 hari sebelum muncul gejala tersebut pernah melakukan perjalanan ke negara yang terjangkit, maka terhadap orang tersebut akan dilakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut untuk memastikan diagnosisnya.

Seperti penyakit pernapasan lainnya, COVID-19 dapat menyebabkan gejala ringan termasuk pilek, sakit tenggorokan, batuk, dan demam.

Sekitar 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus. Sekitar 1 dari setiap 6 orang mungkin akan menderita sakit yang parah, seperti disertai pneumonia atau kesulitan bernafas, yang biasanya muncul secara bertahap (Chen et al. 2020).

Walaupun angka kematian penyakit ini tergolong rendah (sekitar 3%), namun bagi orang yang berusia lanjut, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung), mereka biasanya lebih rentan untuk menjadi sakit parah.

Bagaimana manusia bisa terinfeksi Coronavirus dan COVID-19?

Seseorang dapat terinfeksi dari penderita Coronavirus dan COVID-19 yang menyebar melalui tetesan kecil (droplet) dari hidung atau mulut pada saat batuk atau bersin. Droplet tersebut kemudian jatuh pada benda di sekitarnya.

Kemudian jika ada orang lain menyentuh benda yang sudah terkontaminasi dengan droplet tersebut, lalu orang itu menyentuh mata, hidung atau mulut (segitiga wajah), maka orang itu dapat terinfeksi.

Jalur lain, seseorang terinfeksi Coronavirus dan COVID-19 ketika tanpa sengaja menghirup droplet dari penderita. Inilah sebabnya mengapa kita penting untuk menjaga jarak hingga kurang lebih satu meter dari orang yang sakit.

Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan sumber virus, jenis paparan, dan cara penularannya secara lebih akurat.

Banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan, atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit (Liu et al. 2020).

Pengobatan dan Pencegahan Coronavirus dan COVID-19

Untuk pengobatan, penulis melihat upaya pakar kesehatan meningkatkan daya tahan tubuh. Sedangkan vaksin untuk mencegah infeksi COVID-19 sedang dalam tahap pengembangan/uji coba.

Untuk antibiotik hanya bekerja untuk melawan bakteri, bukan virus. Oleh karena Coronavirus dan COVID-19 disebabkan oleh virus, maka antibiotik tidak bisa digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan.

Penggunaan antibiotik di rumah sakit dan didiagnosis Coronavirus dan COVID-19, hanya untuk menghindari infeksi sekunder yang disebabkan bakteri.

Pencegahan Coronavirus dan COVID-19

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah tertularnya virus ini adalah:

Pertama, menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas/kekebalan tubuh meningkat.

Kedua, mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah.

Ketiga, saat batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).

Keempat, sedapat mungkin menghindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.

Kelima, sedapat mungkin menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.

Keenam, menggunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.

Ketujuh, membuang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.

Kedelapan, menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.

Kesembilan, selalu memantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini (Novel 2020).

Tempat mendapatkan media edukasi dan informasi serta situasi perkembangan Coronavirus dan COVID-19

Halo Kemenkes : 1500567
Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119 atau (021) 5210411 atau 081212123119
Twitter : @KemenkesRI
Facebook : @KementerianKesehatanRI
Instagram: @kemenkes_ri
Website : who.int, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

Referensi Makalah

Rujukan:

Arab, Akibat Infeksi Virus Jazirah. n.d. “MERS: Penyakit Pernapasan.”
Chen, Huijun, Juanjuan Guo, Chen Wang, Fan Luo, Xuechen Yu, Wei Zhang, Jiafu Li, Dongchi Zhao, Dan Xu, and Qing Gong. 2020. “Clinical Characteristics and Intrauterine Vertical Transmission Potential of COVID-19 Infection in Nine Pregnant Women: A Retrospective Review of Medical Records.” The Lancet.
Fitrianingsih, Sri Peni. 2015. “Middle East Respiratory Syndrome (Mers).”
Liu, Ying, Albert A. Gayle, Annelies Wilder-Smith, and Joacim Rocklöv. 2020. “The Reproductive Number of COVID-19 Is Higher Compared to SARS Coronavirus.” Journal of Travel Medicine.
Novel, Coronavirus Pneumonia Emergency Response Epidemiology. 2020. “The Epidemiological Characteristics of an Outbreak of 2019 Novel Coronavirus Diseases (COVID-19) in China.” Zhonghua Liu Xing Bing Xue Za Zhi= Zhonghua Liuxingbingxue Zazhi 41(2):145.
Pan, Feng, Tianhe Ye, Peng Sun, Shan Gui, Bo Liang, Lingli Li, Dandan Zheng, Jiazheng Wang, Richard L. Hesketh, and Lian Yang. 2020. “Time Course of Lung Changes on Chest CT during Recovery from 2019 Novel Coronavirus (COVID-19) Pneumonia.” Radiology 200370.
Warta Ekonomi. 2019. “No Title.” (https://www.wartaekonomi.co.id/read268898/perbandingan-corona-mers-dan-sars).
Yuliana, Y. 2020. “Corona Virus Diseases (Covid-19); Sebuah Tinjauan Literatur.” Wellness And Healthy Magazine 2(1):187–92.


Newest Post
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar