Skip to main content

Pengertian Kafir menurut Bahasa dan Istilah

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: November 25, 2012

Kata kafir menurut bahasa berarti tertutup. Malam dikatakan kafir (tertutup), sebab gelapnya malam menutupi segala sesuatu. Kafir jamaknya adalah Kuffaar, yang berarti petani, seperti firman Allah:
“Bagaikan hujan yang tanaman-tanamannya mengkagumkan bagi para petani”
Maksudnya, para petani disebut kuffaar sebab mereka menutupi biji dengan tanah
Sedangkan pengertian kafir menurut istilah adalah kebalikan dari iman, yaitu mengingkari ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw yang telah sampai kepada kita dengan jalan yang yakin dan pasti. Jadi orang kafir ialah orang yang mengingkari ajaran Islam yang seharusnya di imani dan dijalankan.
Kafir dibagi menjadi bermacam-macam antara lain;
Kafir Jahli (kafir sebab kebodohan)
Maksud dari kafir ini adalah karena kelalaian terhadap ayat al-Quran yang menunjukkan adanya Allah serta ke-Esaa-Nya dan berpaling dari ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. Contoh kafir ini adalah seperti orang awam yang dikarenakan sibuk dengan urusan duniawi sehingga lupa pada urusan akhiratnya.
Kafir Jahli ini ada dua macam yaitu:
  1. Kafir Basith (sedang), orang yang kafir jahli basith ini biasanya bersifat seperti binatang, bahkan lebih hina dari pada binatang, cara pengobatannya adalah dengan cara pendidikan dan pengajaran.
  2. Kafir Murakkab (Berlipat), orang yang percaya sepenuh hati terhadap ajaran yang bukan dari ajaran Islam.
Kafir Juhud
Maksudnya adalah orang yang kafir, lagi menentang terhadap ajaran Islam, penyebabnya adalah karena kesombongan atau gengsi yang begitu besar, seperti Fir’aun dan pedukung-pedukungnya. Sebagaimana firman Allah;
“Dan mereka mengingkari karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka menyakini (kebenaran)-Nya”
Di antara sebab-sebab kafir macam ini ialah: Cinta akan kedudukan dan takut tergeser dari kedudukan yang di tempatinya.
Kafir Hukmi (Kafir Hukum)
Maksudnya adalah menurut ajaran Islam, sikap kafir hukmi adalah sebagai bukti serta lambang kedustaan. Termasuk kafir hukmi adalah orang-orang yang meremehkan syariat ajaran Islam beserta ilmu-ilmunya, seperti ilmu tauhid, tafsir, hadist dan fiqih dan lain sebagainya. Dan orang-orang yang rela terhadap kekufuran dirinya maka dia berarti kafir secara mutlak, dan orang yang mengingkari jasa baik orang lain kepada dirinya adalah termasuk kafir.
Kafir dikatakan semakna dengan thaghut, karena kafir adalah kebalikan dari iman yaitu mengingkari ajaran-ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad yang sampai pada kita dengan jalan yang yakin dan pasti, seperti halnya thaghut yaitu melakukan penyimpangan atau penyelewengan terhadap apa yang telah ditetapkan oleh Allah.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Ahmad Izzuddin al-Bayanuni, Kafir dan Indikasinya, (Surabaya: Bina Ilmu, 1989).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar