Skip to main content

Pengertian Tasawuf Menurut Bahasa

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: August 22, 2012

Pengertian tasawuf berbeda-beda. Hal ini tergantung pada asal katanya. Berdasarkan hal ini maka pengertian tasawuf, didasarkan pada pengertian kata berikut:
Shaff yang berarti barisan dalam shalat berjama’ah. Alasannya adalah bahwa seorang sufi mempunyai iman yang kuat, jiwa yang bersih dan selalu memilih shaf terdepan dalam shalat berjama’ah. Demikian juga seorang sufi akan berada pada baris terdepan di hadapan Allah swt.
Saufanah yang berarti sejenis buah-buahan kecil berbulu yang banyak tumbuh di gurun pasir Arab Saudi. Alasannya adalah bahwa orang-orang sufi banyak memakai pakaian berbulu dan mereka hidup dalam kesengsaraan pisik tetapi memiliki ketentraman batin.
Suffah yang berarti pelana yang dipergunakan sahabat Rasulullah saw, sebagai bantal tidur di atas bangku batu di samping mesjid. Disamping itu ada juga yang mengartikan kamar tidur di samping mesjid Nabawi untuk golongan muhajirin yang hidup miskin.
Safwah yang berarti sesuatu yang terpilih atau terbaik. Alasannya adalah bahwasanya orang sufi memandang diri mereka sebagai orang pilihan dan orang yang terbaik.
Safa atau safw yang berarti bersih atau suci. Maksudnya adalah bahwa seorang sufi lebih banyak mengarahkan diri pada penyucian batin.
Theosofi yang berasal dari bahasa Yunani yang terdiri dari kata theo yang berarti Tuhan dan sophos yang berti hikmat. Sehingga theosofi maksudnya adalah hikmat Tuhan.
Shuf yang berarti wol atau kain bulu kasar. Alasannya adalah bahwasanya orang sufi senang memakai pakaian yang terbuat dari bulu binatang sebagai lambang kemiskinan.
Berdasarkan pengertian tasawuf tersebut, maka defenisi yang mengatakan bahwa kata tasawuf berasal dari kata shuf yang berarti wol atau kain bulu kasar yang lebih dapat diterima. Pendapat yang serupa dikemukakan oleh al-Kalabadzi. Pernyataan ini akan semakin jelas jika dihubungkan dengan latar belakang munculnya para sufi dalam dunia Islam yang antara lain disebabkan karena kehidupan para penguasa dan aparatnya yang tenggelam dalam kemewahan dunia. Dalam suasana demikian orang sufi atau zahid berusaha untuk tidak terlibat dalam kehidupan demikian.
Sedangkan pengertian tasawuf menurut para ahli tasawuf sangat tergantung kepada siapa yang memberikan defenisi. Keragaman defenisi tersebut sehingga sulit memberikan defenisi tasawuf secara umum.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam, (Jakarta: Ihtiar Baru Van Hoeve, 1997). Al-Kalabadzi, al-Ta’aruf Li Madzhab ahl al-Tasawuf, (Cairo: Al-Maktabah al-Kulliyah al-Azhariyah, 1969). Abuddin Nata, Ilmu Kalam, Filsafat dan Tasawuf, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1995).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar