Skip to main content

Kisah Whamhicui dan Racun Penyembuh

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: June 06, 2012

Alkisah seorang gadis bernama Whamhicui (nama ilustrasi) menikah dan tinggal bersama suami dan ibu mertuanya. Dalam waktu singkat, Whamhicui menyadari bahwa ia tidak dapat cocok dengan ibu mertuanya dalam segala hal. Kepribadian mereka berbeda. Terkadang Whamhicui marah dengan banyak kebiasaan ibu mertua. Whamhicui juga dikritik terus-menerus, dan dia tidak suka. Hari demi hari, minggu demi minggu, Whamhicui dan ibu mertua tidak pernah berhenti konflik dan bertengkar. Keadaan jadi tambah buruk, karena berdasarkan tradisi Cina, Whamhicui harus taat kepada apa saja setiap permintaan sang mertua.
Semua keributan dan pertengkaran di rumah itu mengakibatkan suami yang kebetulan orang miskin menderita stress.
Akhirnya, Whamhicui tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi otoriter ibu mertuanya, dan dia memutuskan untuk melakukan sesuatu.
Whamhicui pergi menemui teman baik ayahnya, Mr LhimaWa’, seorang penjual jamu. Whamhicui menceritakan apa yang dialaminya dan meminta agar Mr LhimaWa’ dapat memberinya sejumlah racun supaya semua kesulitannya selesai.
Mr LhimaWa’ berpikir sejenak dan tersenyum dan akhirnya berkata, Whamhicui, saya akan menolong, tapi kamu harus mendengarkan dan melakukan semua yang saya minta.
Whamhicui menjawab,"Baik, saya akan melakukan apa saja yang anda minta."
Mr LhimaWa’ masuk kedalam ruangan dan kembali beberapa menit kemudian dengan sekantong jamu. Dia memberitahu Whamhicui,
"Kamu tidak boleh menggunakan racun yang bereaksi cepat untuk menyingkirkan ibu mertuamu, karena nanti orang-orang akan curiga. Karena itu saya memberimu sejumlah jamu yang secara perlahan akan meracuni tubuh ibu mertuamu. Setiap hari masakkan daging sapi atau ayam dan kemudian campurkan sedikit jamu ini. Nah, untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang mencurigaimu pada waktu ia meninggal, kamu harus berhati-hati dan bertindak dangan sangat baik dan bersahabat. Jangan berdebat dengannya, taati dia, dan perlakukan dia seperti seorang ratu."
Whamhicui sangat senang. Dia kembali ke rumah dan memulai rencana jahat terhadap ibu mertua.
Minggu demi minggu berlalu, dan berbulan-bulan berlalu, dan setiap hari, Whamhicui melayani ibu mertua dengan masakan yang dibuat secara khusus. Whamhicui ingat apa yang dikatakan Mr LhimaWa’ tentang menghindari kecurigaan, jadi Whamhicui mengendalikan emosinya, menaati ibu mertua, memperlakukan ibu mertuanya seperti ibunya sendiri dengan sangat baik dan bersahabat.
Setelah eman bulan, seluruh rumah berubah. Whamhicui telah belajar mengendalikan emosinya begitu rupa sehingga hampir-hampir ia tidak pernah meledak dalam amarah atau kekecewaan. Dia tidak berdebat sekalipun dengan ibu mertua-nya, yang sekarang kelihatan jauh lebih baik dan mudah ditemani.
Sikap ibu mertua terhadp Whamhicui berubah, dan dia mulai menyayangi Whamhicui seperti anaknya sendiri. Dia terus memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa Whamhicui adalah menantu terbaik yang pernah ditemuinya. Whamhicui dan ibu mertuanya sekarang berlaku sepertu ibu dan anak sungguhan. Suami Whamhicui sangat senang melihat apa yang telah terjadi.
Keadaan itu membuat Whamhicui berubah pikiran. Dia kini ingin menyelamatkan ibunya dari racun yang disimpan dan direncanakan sebelumnya. Whamhicui kemudian datang menemui Mr. LhimaWa’ dan minta pertolongan lagi.
"Mr LhimaWa’, tolonglah saya untuk mencegah racun itu membunuh ibu mertua saya. Dia telah berubah mencaji wanita yang sangat baik dan saya mengasihinya seperti ibu saya sendiri. Saya tidak ingin dia mati karena racun yang saya berikan."
Mr. LhimaWa’ tersenyum dan mengangkat kepalanya. "Whamhicui, tidak usah khawatir. Saya tidak pernah memberimu racun. Jamu yang saya berikan dulu adalah vitamin untuk meningkatkan kesehatannya. Satu-satunya racun yang pernah ada ialah didalam pikiran dan sikapmu terhadapnya, tapi semua sudah lenyap oleh kasih yang engkau berikan padanya."
***
Beberapa hikmah dari cerita di atas, diantaranya; 1) sebelum mengklaim seseorang “jahat” di depan mata kita, pelajari terlebih dahulu, bagaimana “kejahatan” kita terhadapnya. 2) apapun yang kita anggap negatif, akan berubah menjadi positif, tergantung bagaimana kita merespon sesuatu. 3) “janganlah kamu membenci sesorang dengan sangat, karena suatu saat kamu akan mencintainya”.
Referensi Makalah®
*Kisah inspiratif. Efektif sebagai tambahan pendukung dalam pembuatan makalah
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar