Skip to main content

Ikuti

Definisi Madzhab dan Perkembangannya

Secara etimologis, mazhab (mazhab) berarti “tempat yang dituju, oriemtasi, atau kecenderungan”. Bentuk jamaknya adalah mazahib. Dalam istilah fiqh (hukum Islam) mazhab berarti “sebuah sistem pemikiran/pendekatan intelektual yang dikembangkan menurut dasar-dasar hukum Islam (ushu­l al-fiqh). Dalam konteks amalan agama, mazhab tersebut kadang menganjurkan pada “sistem peribadatan”. Perbedaan pendekatan di atas melahirkan adanya madaris al-fiqhiyyah, yang akhirnya mengkristal menjadi mazahib al-fiqhiyyah.
Di kalangan Sunni dikenal baik mazahib yang empat, yakni Hanafi, Maliki, Syafi’iy, dan Hanbaliy. Pendiri keempat mazhab tersebut adalah Abu Hanifah (w. 150/767), Malik ibn Anas (w. 179/795), Muhammad Idris al-Syafi’iy (w. 205/820), dan Ahmad ibn Hanbal (w. 241/855).
Pemikiran untuk mengikuti mazhab berkembang mulai awal abad ke IV, seiring melemahnya semangat untuk melakukan ijtihad dan makin membudayanya praktek taqlid. Pada awalnya setiap imam mempunyai beberapa pengikut yang ber-ittiba’ kepada manhaj. Ittiba’ ini –pada generasi selanjutnya menjelma menjadi taqlid, yang awalnya berupa taqlid juz’iy (parsial) dan berkembang menyeluruh.
Mazhab Malikiy dominan di Arab Barat dan Afrika Barat, mazhab Hanafiy dominan di sebagian wilayah bekas imperium Turki Usmani dan India. Mazhab Hanbaliy berkembang di Saudi Arabia dan Qatar. Sedang mazhab al-Syafi’iy banyak menyebar di Indonesia, Malaysia, dan Philipina. Ia juga merupakan mazhab penting di Mesir.
Dalam komunitas Syi’ah dikenal beberapa mazhab, di antaranya mazhab Ja’fariy pada Syi’ah Dua Belas, dan mazhab Zaidiyah.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Ibn Manzur, Lisan al-‘Arab, Juz I (Bair­t: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 1993). Cyril Glasse, Ensiklopedi Islam (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1996). Muhammad ‘Aliy al-Sayis, Tarikh al-Fiqh al-Islamiy (Bair­t: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, t.th.). Ibn al-Qayyim al-Jauziyyah, A’lam al-Muwaqqi’in ‘an Rabb al-‘Alamin, (Bair­t: Dar al-Kutub al-Islamiyyah, 1992). Ab­u Zahrah, Tarikh al-Mazahib al-Fiqhiyyah (t.t.p.: Maba’ah al-Madaniy, t.th.).

Referensi Terkait:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar