.

Perbedaan Proses Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

 

Aspek eksplisit pada satu pendekatan adalah asumsi dari pendekatan yang lain. Kemudian, asumsi yang dipakai bukan hanya tidak perlu, tapi juga memang seringkali tidak mungkin mempraktekan peneliti­an hanya dengan menggunakan metode kuantitatif saja atau metode kualitatif saja. Hasil penelitian akan lebih akurat kalau penelitian dilakukan melalui integrasi yang sengaja dan disajikan secara logis dari pendekatan kuantitaif dan kualitatif. (baca: Sistematika Lapotan Hasil Penelitian)
Penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif memang berbeda, kalau tidak, maka tidak ada bahasan untuk mendiskusikan kemungkinan penggabungannya. Keduanya mempunyai karakteristik masing-masing yang membuat kemungkinan penggabungannya sangat menarik. Untuk dapat memahami secara kompre­hensif tentang per­bedaan penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif, (baca: desain penelitian) berikut dides­kripsikan karakteristik kunci dari kedua tipe penelitian tersebut dalam langkah-langkah dan proses pene­litian, sebagai berikut:
Perbedaan Langkah-langkah dan Proses Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
Langkah-langkah dan Proses Penelitian Karakteristik Kuantitatif Karakteristik Kualitatif
Mengidentifikasi problem penelitian Berorientasi pada deskripsi dan eksplanasi Berorientasi pada eksploratori dan pemahaman
Mereviu Literatur • Memegang peran utama
• Untuk justifikasi problem penelitian dan spesifikasi kebutuhan untuk penelitian
• Memegang peran minor
• Untuk justifikasi problem penelitian
Menetapkan tujuan • Khusus dan sempit
• Data dapat diobservasi, diukur
• Umum dan luas
• Pengalaman partisipan/subjek
Mengumpulkan data • Instrumen ditentukan sebelumnya
• Data berujud angka atau diangkakan
• Jumlah subjek banyak
• Memunculkan protokol
• Data teks atau kesan
• Jumlah subjek atau tempat sedikit
Menganalisa dan menginterpretasi data • Analisis statistik
• Mendeskripsikan kecenderungan, pembandingan kelompok, atau hubungan antar variabel
• Pembandingan hasil dengan prediksi dan dengan hasil penelitian sebelumnya
• Analisis teks
• Deskripsi, analisis, dan perkembangan tema
• Makna dan hasil penelitian lebih besar
Melaporkan dan
mengevaluasi
penelitian
• Tersetandar dan pasti
• Objektif dan tidak bias
• Luwes
• Refleksif dan bias


Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Dalam Berbagai Variabelnya
Variabel Kuantitatif Kualitatif
Istilah-istilah dalam pendekatan Eksperimen, data "hard", outer perspective, empirik, positivist, fakta sosial, statistik. Etnografik, lapangan kerja, data "hard", interaksi simbolik, inner perspective, naturalistic,
etnometodologis, deskriptif, observasi partisipan, venomenologis, Chicago schools, dokumen, sejarah hidup, studi kasus, ekologis.
Variabel Kuantitatif Kualitatif
Konsep kunci yang berkaitan dengan pendekatan Variabel, operasional, reliabilitas, hipotesis, validitas, secara statistik signifikan, replikasi. Makna, pengertian common- sense, penggolongan, definisi situasi, kehidupan sehari-hari, pemahaman (understanding), proses, negotiated order, untuk semua tujuan praktis, konstruksi sosial.
Nama tokoh Emile Durkheim, Lee Crombach, L. Guttman, Robert Travers, Robert Bates, Fred Kerlinger, Edward Tthorndike, Donald Campbell, Peter Rossi. Max Webwr, Charles Horton Cooley, Margareth Mead, Eleanor Leacock, Raymond Risk, Herbert Blumer, Everett Hughes, Harry Wolcott, George H. Mead.
Afiliasi teoritik Fungsionalisme, strukturalisme, realisme, positivisme, behaviorisme, empirisisme logis, teori sistem. Interaksi simbolik, etnometodologi, fenomenologi, budaya, idealisme.
Afiliasi akademik Psikologi, ekonomi, ilmu politik. Sosiologi, antropologi, sejarah.
Tujuan Menguji teori, memantapkan fakta, deskripsi statistik, menunj7ukkan hubungan antara variabel, prediksi. Mengembangkan konsep, mendeskripsikan realitas majemuk, grounded theory, mengembangkan pemahaman (under standing).
Rancangan Terstruktur, ditentukan sebelum penelitian, formal, spesifik, rancangan adalah rencana operasi secara rinci. Berkembang, fleksibel, umum.
Proposal penelitian Ekstensif, fokusnya spesifik dan detil, prosedurnya spesifik dan detail, mereviu banyak literature substantif, menulis sebelum mengum,pulkan data, mengajukan hipotesis. Ringkas, spekulatif, menyarankan area penelitian yang mungkin relevan, seringkali menulis setelah semua data terkumpul, tidak mereviu literature secara ekstensif, statemen pendekatan umum.

Data Kuantitatif, kode angka, hitungan, pengukuran, variabel­variabel teroprasional, statistik. Deskriptif, dokumen proposal, catatan lapangan, fotografi, kata-kata masyarakat,dokumen kantor dan artifak-artifak lain.
Sampel Besar, stratified, kelompok kontrol, tepat, pemilihan random, pengontrolan terhadap variabel luar. Kecil, tidak representatif, sampling teoritik.
Teknik atau metode Eksperimen, penelitian survei, interviu tersetruktur, quasi eksperiment, observasi tersetruktur, seperangkat data. Observasi, mereviu berbagai dokumen dan artifak, observasi partisipan, opened-ended interview.
Hubungan dengan subjek Membatasi, jangka pendek, terpisah atau tidak memihak, ada jarak, subjek/peneliti. Empati, menekankan kepercayaan, kesetaraan, kontak intensif, subjek sebagai teman.
Instrumen dan alat Inventori, angket, indeks, komputer, skala, skor tes. Tape recorder, merekam/menulis.
Analisis data Deduktif, terjadi pada kesimpulan dari pengumpulan data, statistik. Terus menerus; model, tema, konsep; induktif; induksi analisis; metode komparatif konstan.
Problem dalam
menggunakan
pendekatan
Mengontrol variabel-variabel lain, validitas, obstrusiveness. Membutuhkan banyak waktu, suka mereduksi data, reliabilitas, prosedur tidak setandar, sukar meneliti populasi besar.

Referensi Makalah®
Kepustakaan: Creswell, J.W., 2002. (Educational Researc: Planning, Conducting, and Evaluating Quantitaive and Qualitative Research). Bongdan, R.C. & Biklen, S.K., Eds. 1982. (Qualitative Research for Education: An Introducting to Theory and Methods)

Perbedaan Proses Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif memang berbeda, kalau tidak, maka tidak ada bahasan untuk mendiskusikan kemungkinan penggabungannya. Aspek eksplisit pada satu pendekatan adalah asumsi dari pendekatan yang lain. Kemudian, asumsi yang dipakai bukan hanya tidak perlu, tapi j...



No comments:

Post a Comment