.

Biografi Jalaluddin Rahmat

 

Jalaluddin Rahmat, populer dengan panggilan kang Jalal, lahir di Bandung pada tanggal 29 Agustus 1949. Berasal dari keluarga terdidik terutama dalam bidang agama Islam. Jalaluddin Rahmat pernah mengatakan, “Saya dilahirkan dalam keluarga Nahdiyyin (orang-orang NU). Kakek saya punya pesantren di Puncak Bukit Cicalengka. Ayah saya pernah ikut serta dalam pejuangan gerakan keagamaan untuk menegakkan syariat Islam. Begitu bersemangatnya, beliau sampai meninggalkan saya pada waktu kecil untuk bergabung bersama para pecinta syariat. Saya lalu berangkat ke kota Bandung untuk belajar di SMP.”
Ketika berumur (dua) 2 tahun, ayahnya pergi meninggalkanya karena kemelut politik yang sangat luar biasa. Akan tetapi ibunya dengan segera mengirimnya ke salah satu Madrasah sore hari, membimbingnya membaca kitab kuning malam hari, setelah mengantarkannya ke sekolah dasar pagi hari. Jalaluddin Rahmat mendapatkan pendidikan agama hanya sampai akhir sekolah dasar. Perpustakan negeri peningglaan Belanda merupakan salah satu tempat untuk menghabiskan waktunya membaca karya-karya para ilmuwan, sehingga Ia tenggelam dalam karya-karya filsafat, yang kemudian memaksanya belajar bahasa Belanda. Di situ ia berkenalan dengan para filosof, dan terutama sekali sangat terpengaruh oleh Spinoza dan Nietzsche. Ayahnya juga meninggalkan lemari buku yang dipenuhi oleh kitab-kitab berbahasa Arab. Dari buku-buku (kitab) peninggalan ayahnya itulah, beliau bertemu dengan Ihya Ulum al-Din, karya imam al-Ghazali. Ia begitu terguncang sehingga seperti (dan mungkin memang) gila. Ia meninggalkan SMA-nya dan berkelana menjelajah ke beberapa pesantren di Jawa Barat. Pada masa SMA itu pula ia bergabung dengan kelompok Persatuan Islam (Persis) dan aktif masuk dalam kelompok diskusi yang menyebut dirinya Rijalul Ghad atau pemimpin masa depan.
Pada saat yang sama, Jalaluddin Rahmat juga bergabung dengan Muhammadiyah, dan dididik di Darul Arqam Muhammadiyah dan pusat pengkaderan Muhammadiyah. Dari latar belakang itu ia sempat kembali ke kampung untuk memberantas bid’ah, khurafat dan takhayul. Tapi yang ia berantas adalah perbedaan fikih antara Muhammadiyah dan fikih NU orang kampungnya. Misi hidupnya waktu itu adalah rumuskan singkat: menegakkan misi Muhammadiyah dengan Memuhammadiyahkan orang lain. Bahkan suatu ketika membuang beduk dari mesjid di kampungnya, karena itu dianggap bid’ah.
Dalam posisinya sebagai dosen, ia memperoleh beasiswa Fulbright dan masuk Iowa State University. Ia mengambil kuliah Komunikasi dan Psikologi. Tetapi ia lebih banyak memperoleh pengetahuan dari perpustakaan universitasnya. Berkat kecerdasannya Ia lulus dengan predikat magna cum laude. Karena memperoleh 4.0 grade point average, ia terpilih menjadi anggota Phi Kappa Phi dan Sigma Delta Chi.
Pada tahun 1981, ia kembali ke Indonesia dan menulis buku Psikologi Komunikasi. Ia merancang kurikulum di fakultasnya, memberikan kuliah dalam berbagai disiplin, termasuk Sistem Politik Indonesia. Kuliah-kuliahnya terkenal menarik perhatian para mahasiswa yang diajarnya. Ia pun aktif membina para mahasiswa di berbagai kampus di Bandung. Ia juga memberikan kuliah Etika dan Agama Islam di ITB dan IAIN Bandung, serta mencoba menggabungkan sains dan agama.
Kegiatan ekstrakurikulernya dihabiskan dalam berdakwah dan berkhidmat kepada kaum mustadhafin. Ia membina jamaah di masjid-masjid dan tempat-tempat kumuh gelandangan. Ia terkenal sangat vokal mengkritik kezaliman, baik yang dilakukan oleh elit politik maupun elit agama. Akibatnya ia sering harus berurusan dengan aparat militer, dan akhirnya dipecat sebagai pegawai negeri.
Jalaluddin Rahmat meninggalkan kampus tempatnya mengajar dan melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke kota Qum, Iran, untuk belajar Irfan dan filsafat Islam dari para Mullah tradisional, lalu ke Australia untuk mengambil studi tentang perubahan politik dan hubungan internasional dari para akademisi moderen di ANU. Dari ANU inilah ia meraih gelar Doktornya.
Di Fakultas ilmu Komunikasi, UNPAD. Ia juga mengajar di beberapa perguruan tinggi lainnya dalam Ilmu Komunikasi, Filsafat Ilmu, Metode Penelitian, dll. Secara khusus ia pun membina kuliah Mysticism (Irfan/ Tasawuf) di Islamic College for Advanced Studies (ICAS), Paramadina University, yang ia dirikan bersama almarhum Prof. Dr. Nurcholis Madjid, Dr. Haidar Bagir, dan Dr. Muwahidi sejak tahun 2002.
Di tengah kesibukannya mengajar dan berdakwah di berbagai kota di Indonesia, ia tetap menjalankan tugas sebagai Kepala SMU Plus Muthahhari Bandung, sekolah yang yang didirikannya dan kini menjadi sekolah model (Depdiknas) untuk membangun paradigma kritis generasi bangsa serta membina akhlak. Sebagai ilmuwan ia juga menjadi anggota aktif berbagai organisasi professional, nasional dan internasional, serta aktif sebagai nara sumber dalam berbagai seminar dan konferensi. Sebagai mubaligh, ia juga sibuk mengisi berbagai pengajian.
Sebagai aktifis ia membidani dan menjadi Ketua Dewan Syura Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang kini sudah mempunyai hampir 100 Pengurus Daerah (tingkat kota) di seluruh Indonesia dengan jumlah anggota sekitar 2,5 juta orang. Ia juga menjadi pendiri Islamic Cultural Center (ICC) Jakarta bersama Dr. Haidar Bagir dan Umar Shahab.
Dengan latar belakang keluarga, pemndidikan, sekaligus sosial budaya yang terurai seperti di atas secara umum pemikiran Jalaluddin Rahmat dapat dikategorikan dalam beberapa aspek. Mulai dari aspek bidang pendidikan, fikih, komunikasi, sosial, sampai pada tasawuf seperti karya-karyanya yang mencakup beberapa aspek.
Jalaluddin Rahmat membentuk dan aktif dalam lembaga-lembaga modern seperti Yayasan Paramadina Jakarta, Pusat Kajian Tasawuf dengan nama Yayasan Tazkiya Sejati. Lalu pada 2004 Kang Jalal juga mendirikan dan memimpin satu forum lagi yang khusus bergerak di bidang kajian tasawuf, yaitu Kajian Kang Jalal (KKJ) yang pernah bermarkas di Gedung Bidakara, Jakarta.
Berikutnya, tahun 2003 mendirikan ICAS-Paramadina dan mendirikan Islamic Cultural Center (ICC), sejak tahun 2004 ia membina LSM OASE dan Bayt Aqila dan aktif membina Badan Perjuangan Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (BPKBB), sebuah forum dialog. silaturahmi dan kerjasama atak tokoh-tokoh pemimpin agama-agama dan aliran kepercayaan di Indonesia. Terakhir sejak Agustus 2006 Ia membina The Jalal-Center for Enlightenment (JCE) di Jakarta.
Selain aktif berdakwah, Kang Jalal juga mengisi seminar keagamaan di berbagai tempat, mengajar di Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, ICAS-Paramadina & ICC Jakarta dan UNPAD Bandung, Jalaluddin Rahmat menyisihkan waktu untuk mengisi pengajian rutin (Kuliah Ahad Pagi) di Masjid al-Munawarah, masjid di dekat rumah yang jama’ahnya sudah dibina sejak tahun 1980-an.
Jalaluddin Rahmat merupakan muballig yang ilmuwan, tokoh pembaharu islam, pendidik dan tokoh pembaharu. Selain itu dia juga seorang penulis yang produktif. Beliau mampu menulis beberapa cabang ilmu, diantaranya adalah tashawuf, kandungan al-Quran dan Hadits, sosial, komunikasi, fikih, dan laian sebagainya. Sebagaian karya-karyanya dibuat dalam rangka menjawab tantangan dan paham paradigma yang beliau anggap keliru.
Di antara karya Jalaluddin Rahmat, baik yang sudah diterbitkan maupun yang disampaiakn kepada para mahasiswa dan masyarakat adalah sebagai berikut :
  1. Psikologi Komunikasi (1985)
  2. Islam Alternatif (1986).
  3. Islam Aktual (1991),
  4. Renungan-Renungan Sufistik (1991).
  5. Retorika M oderen (1992)
  6. Catatan Kang Jalal (1997).
  7. Reformasi Sufistik (1998).
  8. Jalaluddin Rakhmat Menjawab Soal-Soal Islam Kontemporer (1998).
  9. Meraih Cinta Ilahi: Pencerahan Sufistik (1999).
  10. Tafsir Sufi Al-Fâtihah (1999).
  11. Rekayasa Sosial: Reformasi Atau Revolusi? (1999).
  12. Rindu Rasul (2001).
  13. Dahulukan Akhlak Di Atas Fikih (2002).
  14. Psikologi Agama (2003)
  15. Meraih Kebahagiaan (2004)
  16. Belajar Cerdas Berbasiskan Otak (2005).
  17. Memaknai Kematian (2006)
  18. Islam dan Pluralisme, Akhlak Al-Quran dalam Menyikapi Perbedaan (2006).
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
http//jalal-centre.com/, Jalaludin Rahmat, et. al, Prof. Nurkhalis Madjid: Jejak Pemikiran Dari Paembaharu Sampai Guru Bangsa, (Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2001).
Biografi Jalaluddin Rahmat 4.5 5 Mushlihin Mursalin Pada saat yang sama, Jalaluddin Rahmat juga bergabung dengan Muhammadiyah, dan dididik di Darul Arqam Muhammadiyah Jalaluddin Rahmat, populer dengan panggilan kang Jalal, lahir di Bandung pada tanggal 29 Agustus 1949. Berasal dari keluarga terdidik terut...


Advertisement

70 comments:

  1. kakek ini hilda cucu kakek
    smuga allah snantiasa mmberi prlidngan pda kakek, hilda sekarang mondok di jawa timur hilda harap kakek jalal bisa membaca ini karna hilda ingin skali brtemu dgn kakek

    ReplyDelete
  2. Hati-hati dengan syiah. Paguyuban politik yang sangat membenci ahli sunnah. dia tangan kanan syiah iran. dia hasil ekspor revolusi syiah iran yang menyesatkan umat islam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harus didikusikan terlebih dahulu, jangan saling mengkalaim dan menjatuhkan :)

      Delete
    2. Kesesatan Syi'ah sudah didiskusikan dengan sangat mapan dan lengap, dan kewaspadaan terhadap aliran Syi'ah pun sudah hasil diskusi dan semua perangkatnya,.. dengan kesimpulan yg sama Syi'ah sesat dan harus diwaspadai

      Delete
    3. Jalaluddin Rahmad adalah Dedengkot Syi'ah yang sesat dan menyesatkan.

      Tidak perlu ragu lagi dengan kesesatan syi'ah. Justru yang ragu dengan kesesatan syi'ah bisa jadi terfitnah syi'ah

      Delete
  3. berpegang teguh lah pd alquran dan as sunnah insya Allah yg bakal terjerumus dgn antek2 dajjal

    ReplyDelete
  4. tanda2 kiamat sudah dekat para dajjal sdh banyak bermunculan

    ReplyDelete
  5. besar sekali ya pengaruhnya belajar ke Iran. dari pemberantas bid'ah menjadi penegak bid'ah (tasawuf)

    ReplyDelete
  6. Sekedar berbagi referensi untuk memastikan sahihnya artikel ini (daru artikel tetangga)

    Muhammad Said Abdus Shamad; Jalaludin Rahmat telah membohongi publik dengan Gelar S3

    http://www.an-najah.net/berita/mmuhammad-said-abdus-shamad-jalaludin-rahmat-telah-membohongi-publik-dengan-gelar-s3/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ada yang mengatakan seperti itu, tapi sudah dibantah sama yang bersangkutan :)

      Delete
  7. BISMILLAH = semoga faham syiah segera hancur dari Indonesia

    ReplyDelete
  8. Replies
    1. Saya bukan Si'iy, tapi saya bisa berdiskusi atas nama Syiah, itu lebih baik daripada menjelkan tanpa dasar sama sekali :)

      Delete
  9. Semoga semuanya dapat hidayah

    ReplyDelete
  10. Antum ini penuh kesamaran, katakakan syiah kalau mmg syiah, sunni kalau mmg sunni. jgn berpredikat ganda, kayak bunglon aja. Afwan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jalaluddin Rahmat melalui berbagai pidatonya jelas adalah Syiah. Terus yg masalah yag mana menurut anda kayak bunglon.

      Syiah juga menyebut dirinya ahli sunnah wal jamaah, itu masalahnya
      #Salaman :)

      Delete
    2. Fatwa MUI sudah jelas, Syiah adalah sesat..

      Delete
    3. Ketahuilah mungkin anda pernah mendengar sebuah hadist rosulullah saw berkata kepada ali wahai ali ada dua golongan yang celaka yaitu orang yang sangat membencimu dan orang yang terlalu cinta kepadamu , silahkan anda telaah.

      Delete
    4. kenapa sesama islam harus saling melecehkan satu sama lain pasti kalian tau islam itu agama yang cita damai

      Delete
    5. syiah bukan islam...tapi dia lebih dekat dengan yahudi dan nasroni....syiah mau menhantam islam dri dalam makanya dia itu kaya duri dalam daging....waspadai syiah.

      Delete
  11. Jangan suka mengolok-ngolok orang lain, bisa jadi yang diolok-olok lebih baik dari yang mengolok-olok. Bagiku amalku, bagimu amalmu. Wallahu a'lam. Huznuzon.... huznuzon ......huznuzon, biar hati menjadi tenang

    ReplyDelete
  12. belajar saja agama yang bener, jangan saling menjelekkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. anda sudah belajar dengan benar? kalo anda sudah belajar dengan benar, seharusnya anda merasa terganggu dengan adanya syiah. Sahabat yang kita cintai di jelek-jelekan oleh mereka.

      Delete
  13. Subahanallah, Allahumma Shalli 'Alaa Sayyidina Muhammad waala Aali sayyidina Muhammad,.....,Kita semua sadar siapaun orang-nya kita tidak terlepas dari Dusta, Sombong, Kufur, tanpa kecuali, karena kita sbg manusia Biasa sama seperti Mr.Jalal dia Manusia biasa...(bukan org Pilihan seperti Nabi Muhammad) meskipun banyak Gelar-nya atau Sudah ribuan Kitab yg dibacanya, kalau itu saja Tidak/belum tentu menjamin dia sebagi seorang Mu'min sejati kita buktikan saja bersama-sama di hari akhir nanti .....wallahu alam bissowab

    ReplyDelete
  14. Sayang sekali Kang Jalal yg sangat berilmu dan pandai bisa terpeleset menjadi penganut Syiah yg sesat. Dengan bekal ilmunya ia menjelek2 kan Sunni.

    ReplyDelete
  15. kata imam bukhori=
    '' tidak ada bedanya sholat dibelakang yahudi atau syiah''
    Kata imam malik=
    ''tidak ada pada syiah bagian dari islam, dikarenakan pencelaan dan pemurtadan hampi semua sahabat nabi kecuali sedikit''

    ReplyDelete
  16. Mohon infonya jika tahu,... Pondok Tazkiyah itu bagaimana??? apa fahamnya juga syi'ah............ Kalau benar......... kita harus sangat berhati?

    ReplyDelete
  17. orang-orang pintar terjebak syi'ah bisa jadi melihat kenyataan golongan ahlus sunnah (sunni) tidak menunjukkan keberhasilan dalam membina umat. sesama sunni juga banyak yang bentrok, dan negara-negara dengan penduduk mayoritas sunni tidak maju-maju. negara-negara Islam timur tengah yang mendapat berkah dari minyak malah mengedepankan kehidupan dunia dengan mambangun gedung-gedung pencakar langit yang menenggelamkan menara-menara Masjidil Haram. untuk indonesia MUI tidak cukup mengeluarkan fatwa sesat, tetapi harus lebih giat memberikan penyuluhan-penyuluhan ke masjid-masjid di kampung-kampung se Indonesia. sudah saatnya ulama, mubaligh kesohor tidak menunggu undangan dari umat, tetapi lebih pro aktif membina umat agar berada dalam koridor ahlus sunnah wal jama'ah.

    ReplyDelete
  18. mushlihin : kata2 anda santun sekali ya.......saya mau tanya tentang karbala di ajaran syi'ah dan kawin kontrak??? saya belum pernah dapatkan di dalam al qur'an

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalu karbala, memang tidak ada. Kalau kawin kontrak ada yang mengatakan ada, buka saja surah an-Nisa bagian awal. Syukran :)

      Delete
  19. bismillah. sekarang MUI sudah mengeluarkan buku panduan untuk mengenal dan mewaspadai penyimpangan syi'ah di Indonesia. Fakta dan data yg menjelaskan bahwa syi'ah itu sesat sangat jelas.. semoga allah menjauhkan dan melindungi NKRI dari orang2 yg ingin meracuni aqidah ummat islamm ini.,,amiinn

    ReplyDelete
  20. hahaha banyak Anonymous ...

    ReplyDelete
  21. Coba lampirkan fatwa MUI tentang kesesatan syiah..
    setau saya hanya ada himbauan untuk mewaspadai syiah, bukan mengkafirkan syiah...
    pertanyaan selanjutnya, hujjah mana yang lebih kuat, ijma' MUI atau ijma ulama-ulama sedunia lewat risalah amman?

    Anonymous itu seperti teroris. tidak diketahui identitasnya tp seringkali bikin rusuh....
    kalo tidak mau menunjukkan identitas foto, silahkan kirim biodata diri....atau saya sebut manhaj kalian sebagai "Manhaj Pengecut" atau "Manhaj teroris"...

    ReplyDelete
  22. para sahabat sekalian yang sudah berumur 17 keatas, pada pmilihan capres,jgn lah memilih prtai PDIP, krna klau pdip mnang,kmungkinan mentri bakal di rombak... apalagi dgn mnteri agama yg pda isunya akan diganti oleh mr,jalal,
    dan apabila itu trjadi bagaimana nantinya umat islam di dunia,
    saya bukan orang patai manapun,tap sya insya allah tau mana yg harus di pilih atw tidakk,,, semoga allah memberi hidayah kepada orang yang telah dusta kepadanya,,ammiiiinnnn

    ReplyDelete
  23. secara akal dan nurani saya, maaf cmiiw, pembunuh syiah ibu dan anak2 di Irak itu adalah dajjal sesungguhnya........ tidak ada alasan dalam islam apapun.. :D

    betul ?

    ReplyDelete
  24. kita semua adalah manusia biasa, tidak terlepas dari kesalahan dan dosa. orang- orang yang berada di MUI dan ust. jalal pun hanya manusia biasa. jika berpendapat bahwa syiah adalah sesat, bisakah anda mengatakannya pada ust. jalal? bukan hanya berpendapat tanpa dasar dan tidak pernah mengenal langsung syiah. tak kenal maka tak sayang bukan? orang yang mengatakan sesat apakah pernah mengikuti salah satu kegiatan yang dilakukan syiah? mengikuti bukan berarti menjaadi pengikut, tp kenalilah agar mendapat pengetahuan. karena syiah adalah minoritas dan tidak lebih lama dari NU di Indonesia maka lebih banyak yang tidak sependapat dengan syiah. apapun mahzabnya, lebih baik dahulukan akhlak di atas fiqih. jangan saling mejelek-jelekan, sehingga memberi kesan negatif dengan mahzabnya sendiri. Tuhan maha melihat dan mendengar, berdoalah jika memang diantara kita adalah sesat, semoga kita cepat mendapatkan hidayahNya. aamiin

    ReplyDelete
  25. Ya Allah lindungi kami dari kezaliman Syiah

    ReplyDelete
  26. itulah susahnya... karena mereka jg mengaku orang Islam..

    ReplyDelete
  27. Wallaahua'lamu wa bish shawab!
    Lindungi saudara dan keluarga" kami dr kesesatan syiah...
    Na'uudzubillaahi min dzaalik!

    ReplyDelete
  28. kalian itu.... masih aja berantem... poantesan islam gk maju2....

    ReplyDelete
  29. Sy hanya manusia tk berilmu,tp klo berkenan sy ingin menyimpulkan,syiah dan shuni itu hanya konflik yg di dasarkan suku suku yg dr zaman nabi sudah saling bertikai dan berkembang mnjadi rumitnya ajaran islam yg benar dan salah mana,,,,,dan itu mnjadi gerbang masuknya fitnah yahudi.itu berkembang mnjdi propaganda smpai sekarang

    ReplyDelete
  30. saya beragama islam... ya saya islam sy bukan NU, Muhammadiyah, syiah atau pun sunni... sy ISLAM... sy melakukan bermacam sholat sunnah ttp sy bukn NU, terkadang sy jg sering malas melkukn sholat sunnah ttp sy bukan muhamdyh...sy islam...yg sy tahu islam adalah rahmat dari sang pencipta untuk memperbaiki akhlak manusia...Allah Subhanahu Wata'ala tuhan ku dan Muhammad rasul ku kebenaran hanya milik-NYA dan kebenaran kembali hanya kemvali kpd-NYA... ya saya Islam.

    ReplyDelete
  31. Setiap orang merasa bahwa pilihannya yg paling benar,daripada orang non muslim bersorak dengan kemelut ini lebih baik kita menjaga diri kita dan keluarga besar kita dari kesesatan. Semoga allah membuka mata hati orang2 yg berada dalam kesesatan dan melindungi kita dari kesesatan amin

    ReplyDelete
  32. Wahai Saudara2ku.... jangan banyak berharap tanpa ilmu dan Kekuasaan.... Yuk terus belajar dan kurangi jidal... debat kusir INNAL IZZATA LILLAHI JAMII'A

    ReplyDelete
  33. saya tidak bisa mengadu ilmu ataupun kata, namun mari kita buka mata dan telinga dinegara :
    1. Yaman
    2. Iraq
    3. Suriah
    4. afganistan

    terang terangan iran, amerika, yahudi, hizbullah berada dibalik itu.
    akan kah kita biarkan masuk indonesia dengan dalik persaudaraan.
    lihat faktanya jangan duduk aja di belakang meja mengadu ilmu dengan baca buku melalui komputer.

    ReplyDelete
  34. Syiah oh syiah nasibmu. Di seluruh belahan dunia kau dianggap sesat dan sekutu terdekat zionis. Cuma di indonesia nasibmu lbh beruntung krn msh banyak yg mengira kalian bagian dr mahzab islam...pdhl sdh beda akidah. Wallahualam

    ReplyDelete
  35. ASHABI KANNUJUM...
    FAIZAHTADAITUM IHTADAITUM

    ReplyDelete
  36. Bisakah islam itu satu kesatuan yang utuh . bukan berkelompok kelompok yang saling menjelekan dan mengumbar aib saudaranya ?? ssemoga saja bisa

    ReplyDelete
  37. Mushlihin al hapiz tolong ada jangan commentar.
    Pelajari dulu dan banyak belajar
    Jangan sok tau dulu.
    Bisa bahaya ente.
    Ana cuma peringatkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang mana di bagian ini terkesan sok tahu. Saya menulis dengan sumber kok :)

      Delete
  38. Subhanallah.sesat menysatkan.kafir mengkafirkan. Kata2 yg tdk patut di ucapkan oleh sesama muslim. Apa yg anda ucapkan Allah kembalikan kepda anda. Utamakan achlak yg baik. Hatta dngn orang kafir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Innama Buitstu li utammima makarimal alkhlak :)

      Delete
  39. Asslmkm, mau share ane ada kenalan org Syiah dan dia pernah mut'ah tapi cuma beberapa hari trus ganti lagi, ane pikir logis gk ada bedanya ma jablay.. cuman kebungkus aja. udah gt paham kenabian yg selalu patrilinealistik cukup menggelikan :p ahh kang jalal juga bukan apa2 dibandingkan Prof2 pembimbing S2 saya, menurut saya dy masih dangkal.

    ReplyDelete
  40. Musuh islam mempelajari dan merencanakan planing yg sangat matang mereka semua bekerja sama. Tetapi di dalam kaum islam sendiri masih banyak yg tidak tahu bahwa kita islam sedang diincar utk dihancurkan. Waspadalah sesalu wahai mukmin. Benarkan islammu lalu bersiagalah. Insya Allah, Allah akan nelindungi kita jika kita masuk islam keseluruhan.AMIN...

    ReplyDelete
  41. fastabiqul khairaat

    ReplyDelete
  42. saya org muhammadiyah dan kang jalal pun pernah mendalami tentang muhammadiyah,tapi sayang org cerdas seperti dia terpeleset di lembah syi'ah,sholat di belakng org syi'ah sama saja sholat di belakang org yahudi..yaa Allah jauh kan org org syi'ah dri kami..Aamiin

    ReplyDelete
  43. pergi kau syi'ah

    ReplyDelete
  44. Ada yang bersorak sorak diluar sana.......

    ReplyDelete
  45. ingin menghapus sunnah dan mencari kelemahan AlQuran itulah syiah, naudzubillah mindzaliik

    ReplyDelete
  46. ingin menghapus sunnah dan mencari kelemahan AlQuran itulah syiah,

    ReplyDelete