.

Biografi Ibnu Qudamah

 

Ibnu Qudamah adalah salah seorang pemikir dari mazhab Hanbali. Nama lengkapnya adalah Muwaffaqudin Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Qudamah. Ia lahir di kota Jamail, Yerussalem, Sya’ban 541 H, atau Januari-Februari 1147 M.
Menurut para sejarawan, Ibnu Qudamah adalah keturunan Umar bin Khattab melalui jalur Abdullah bin Umar bin Khattab. Ia hidup ketika perang salib sedang berlangsung, khususnya di daerah Syam atau Syuriah sekarang. Dari akibat perang salib tersebut keluarganya mengasingkan diri ke Yerussalem pada tahun 551 H dan bermukim di sana selama dua tahun. Kemudian keluarga ini pindah ke Jabal Qasiyun, yaitu sebuah desa di Lebanon. Di desa inilah Ibnu Qudamah memulai pendidikannya dengan mempelajari al-Quran dari ayahnya dan Syaikh lain.
Pada usia dua puluh tahun, Ibnu Qudamah mulai mengembara untuk menimba ilmu, khususnya di bidang Fikih. Dan pada tahun 561 H, dengan ditemani pamannya, ia berangkat ke Irak untuk belajar dari Syaikh Abdul Qadir al-Jaelani selama empat tahun. Ia kembali ke Damaskus untuk melanjutkan kembali pelajarannya.
Pada tahun 578 H, Ibnu Qudamah pergi ke Mekkah al Mukarrahmah dan belajar dari Syaikh al-Mubarak bin Ali bin Husain bin Abdullah bin Muhammad at­-Tabbakh al-Bagdadi, seorang ulama besar mazhab Hanbali di bidang Fikih dan ushul Fikih. Kemudian ia kembali ke Bagdad lagi dan berguru pada Ibnu Manni selama setahun.
Ibnu Qudamah dikenal oleh Ulama sezamannya sebagai seorang Ulama besar yang sarat dengan berbagai ilmu. Ia menguasai berbagai ilmu sehingga gurunya sendiri, Ibnu Manni dari Bagdad, mengakui keunggulan dan kecerdasan Ibnu Qudamah. Ketika Ibnu Qudamah akan meninggalkan Irak, Ibnu Manni berkata:
Tingallah di Irak ini, karena jika engkau berangkat tidak ada lagi Ulama yang sebanding dengan engkau di Irak.
Seorang Ulama dan pemikir Islam, Ibnu Taimiyah, mengakui “Setelah al-Auzai (seorang pengumpul hadis pertama di Syam), Ulama besar di Syuriah adalah Ibnu Qudamah
Dari hasil pemikirannya dalam berbagai keilmuannya itu, Ibnu Qudamah meninggalkan beberapa karya besarnya yang hingga saat ini masih menjadi standar sekaligus sebagai rujukan oleh generasi di bawahnya dalam mazhab Hanbali. Menurut penelitian Abdul Aziz Abdurrahman al-Said, karya Ibnu Qudamah seluruhnya dalam berbagai bidang ilmu berjumlah tiga puluh satu buah kitab, dalam ukuran besar dan kecil.
Karya-karya besar Ibnu Qudamah antara lain adalah: Al-Mughni, terdiri atas sepuluh jilid; memuat seluruh permasalahan fiqh, mulai dari ibadah, muamalat dengan segala aspeknya, sampai kepada masalah perang dan kitab ini telah dicetak beberapa kali dan beredar di berbagai belahan dunia Islam, Al­Kafi, terdiri atas tiga jilid besar; merupakan ringkasan Bab Fiqh, Al-Mu qni, kitab fiqh yang terdiri atas tiga jilid besar, tetapi tidak selengkap Al-Mughni, (4) Al-Umdah fi al-Fiqh, yaitu tiga kitab fikih kecil yang disusun untuk para pemula dengan mengemukakan argumentasi dari al-Quran dan Sunah, Raudah An­Nazir fi Usul al-Fiqh, membahas persoalan usul Fikih dan merupakan kitab usul Fiqh dan kitab ini merupakan kitab usul Fikih yang tertua dalam mazhab Hanbali.
Ibnu Qudamah meninggal di kota Damaskus, 6 Jumadil Akhir 620 H atau 6-7 Juli 1233 M.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Hasan Muarif Ambari, Suplemen Ensiklopedi Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve, 1966).
Biografi Ibnu Qudamah 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Ibnu Qudamah meninggal di kota Damaskus, 6 Jumadil Akhir 620 H atau 6-7 Juli 1233 M. Referensi Makalah Ibnu Qudamah adalah salah seorang pemikir dari mazhab Hanbali. Nama lengkapnya adalah Muwaffaqudin Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad bin Muha...


Advertisement
Post a Comment