Skip to main content

Istilah Penanggalan Berdasarkan Teks al-Quran

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: March 07, 2013

Kata penanggalan dalam berbagai literatur biasa disebut dengan kalender, almanak, tarikh, dan taqwim. Dari semua istilah itu, pada prinsipnya memiliki makna yang sama yaitu sebuah regulasi sistem sebagai pedoman waktu.
Terminologi penanggalan tersebut secara eksplisit tidak dijumpai dalam redaksi teks al-Quran, tetapi hanya ditemukan beberapa ayat al-Quran yang secara tersirat berbicara mengenai ihwal penanggalan. Almanak hisab-rukyat yang diterbitkan Kementerian Agama mengungkapkan ada 15 ayat yang merujuk kepada makna penanggalan. Sementara M. Quraish Shihab beranggapan hanya ada satu ayat al-Quran yang berbicara mengenai prinsip penanggalan.
Jika ditelusuri, sebenarnya dari 15 ayat yang merujuk kepada makna parsial penanggalan serta satu ayat seperti yang disampaikan M. Quraish Shihab, maka hanya terdapat tiga ayat yang sesungguhnya representatif terhadap kajian mengenai penanggalan beserta sistemnya di dalam al-Quran.
As-Suyuti mengatakan bahwa ayat ini turun sebagai jawaban atas kebimbangan terhadap sebuah pertanyaan, apakah maksud dari tiga ratus (tsalatsa miatin), tahun atau bulan?. Sehingga turun ayat selanjutnya yang mempertegas bahwa tiga ratus pada ayat itu berarti jumlah tahun (sinin wazdadu tis’aa).
Sebenarnya kajian mengenai penanggalan dalam sumber lain berupa hadis sangat banyak, namun redaksi hadis itu hanya membincang mengenai ihwal penanggalan Hijriah. Secara sarkastik dapat dikatakan bahwa dari sekian banyak hadis yang berbicara tentang penanggalan Hijriah, ternyata hanya berkutat pada persoalan mengawali dan mengakhiri puasa, tidak ditemukan yang mengarah kepada sebuah sistem pananggalan an sich.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Susiknan Azhari, Ilmu Falak: Perjumpaan Khazanah Islam dan Sains Modern, (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2007). Badan Hisab dan Rukyat Departemen Agama RI, Almanak Hisab Rukyat, (Jakarta: Proyek Pembinaan Badan Peradilan Agama Islam, 1981). M. Quraish Shihab, Wawasan al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 1997).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar