Skip to main content

Pengertian Peace Education

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: January 15, 2013

Dalam pendidikan damai, didorong sikap saling pengertian, toleransi dan persahabatan tanpa memandang perbedaan ras dan agama. Hal ini diistilahkan dengan peace education.
Kata peace atau damai berlaku umum dan merupakan lawan kata dari violence atau kekerasan. Kekerasan dapat terjadi di seluruh aspek kehidupan. Dalam bidang politik, ekonomi, hukum dan budaya.
Dalam bidang pendidikan, bentuk-bentuk hukuman atau sanksi yang kelewat batas, penyalahgunaan wewenang, pemaksaan dan tekanan atau menyalahi kode etik dan norma kepatuhan, juga disebut sebagai bentuk kekerasan dalam pendidikan.
Pendidikan berdasarkan pada dasar-dasar pendidikan yang wajib bagi kedua orangtua untuk menjaganya, dimulai dengan cinta kasih dan persahabatan, keterusterangan, pemahaman dengan keadaan anak-anaknya dan permasalahan mereka serta kondisi tertentu mereka, agar dijelaskan dengan bijaksana, lalu memberikan petunjuk yang relevan dan jalan yang benar baginya.
Untuk mencapai tujuan peace education (pendidikan yang damai), dapat dilakukan dengan memahami penyebab kekerasan dalam masyarakat, yaitu mengenal lebih dalam kondisi sosial yang bisa menyebabkan perilaku kekerasan dan mengkaji suasana kekerasan yang mampu menimbulkan perilaku kekerasan.
Pendidikan damai (peace education) merupakan proses pendidikan yang memberdayakan masyarakat agar mampu memecahkan konflik dengan cara kreatif dan bukan dengan cara kekerasan. Dalam konteks ini, pendidikan damai menjadi sangat terkait dengan tingkat kepuasan masyarakat. Kesulitannya adalah tatkala cara kreatif yang ditempuh tidak menjadikan masyarakat puas dalam penyelesaian konflik.
Untuk mencapai hasil itu, para siswa terutama remaja, perlu mendapat sosialisasi pendidikan damai, sehingga mereka terbiasa menghadapi konflik dengan memilih penyelesaian yang kreatif, itulah sebabnya pendidikan kreatif perlu dikembangkan agar tumbuh rasa toleransi, saling menghargai, rasa empati kepada sesama dan juga menumbuhkan rasa percaya diri dan sikap sabar.
Penjabaran tentang materi dan metode dalam peace education (pendidikan damai) adalah sebagai berikut. Pertama, pendidikan damai memuat materi pengetahuan (knowledge) yang meliputi mawas diri, pengakuan tentang prasangka, konflik dan peperangan, damai dan tanpa kekerasan, lingkungan dan ekologi, nuklir dan senjata lainnya dan lain sebagainya. Kedua, muatan materi keterampilan dalam pendidikan damai meliputi komunikasi, kegiatan reflektif aktif, dan pendengaran aktif, kerjasama. Ketiga, muatan materi nilai atau sikap (attitude) dalam pendididkan damai meliputi, kesadaran ekologi, penghormatan diri, sikap toleransi, menghargai harkat dan martabat manusia beserta perbedaan dan lainnya.
Bobbi DePorter menyarankan terpenuhinya enam suasana agar dapat membangkitkan minat, motivasi dan keriangan anak untuk mengikuti proses belajar mengajar antara lain: Menumbuhkan minat belajar, menjalin rasa simpati dan saling pengertian, menciptakan suasana riang, mengambil resiko, menciptakan rasa saling memiliki, menunjukkan teladan yang baik.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Abdur Rahman Assegaf, Pendidikan Tanpa Kekerasan, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2004). Muhammad Zuhaili, Pentingnya Pendidikan Islam Sejak Dini, (Jakarta: A. H Ba’adillah Press, 2002). Abla Basat Gomma, Mendidik Mentalitas Anak, terj. Moh. Zaki Abdillah, (Solo: Samudra, 2006).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar