--> Skip to main content

Konsep Jiwa Menurut Ibnu Hazm

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: September 13, 2012

Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad ‘Ali bin Ahmad bin Sa’id bin Hazm. Dia mempunyai banyak buah tulisan, di antaranya yang berkaitan dengan jiwa adalah al-Akhlaq wa al-Sair fi Mudawat al-Nafs. Al-Ghazali pernah berkata, “saya tahu Inu Hazm adal seorang yang luar biasa dari karangan dan tulisannya”.
Jiwa menurut Ibnu Hazm, adalah bersifat non fisik, maka dia mendefinisikan bahwa jiwa mempersepsi semua hal, mengatur tubuh, bersifat efektif, rasional, memiliki kemampuan membedakan, dinamis, memiliki kemampuan dialog, dan terbebani.
Menurut Ibnu Hazm, jiwa adalah fisik luhur, bersifat falaki, dan sangat lembut, bahkan ia lebih lembut dari udara. Jiwa bergerak dengan ikhtiarnya sendiri, mengalami sakit, kenikmatan, kebahagiaan, kesedihan, kemarahan, kerelaan, memiliki pengetahuan, kebodohan, mencintai, membenci, mengingat, melupakan, mengenal dirinya, dan orang lain, mengetahui fisik dan materi, menciptakan fisik dan materi, dan menciptakan dirinya sendiri.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Muhammad Ali Abu Rayyan, Tarikh al-Fikr al-Falsafi fi al-Islam. Iskandariyah: (Dar al-Jami’at al-Misriyyah, 1984). Mustafa Abd. Al-Razzaq, Tamhid li Tarikh al-Falsafah al-Islamiyyah. Cet. II; (Mesir: Lajnah al-Ta’lif wa al-Tarjamah wa al-Nasyr, 1379 H/1959 M).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar