Skip to main content

Ikuti

Metode Istiqra'iy dalam Pembelajaran Ilmu Nahwu

Metode ini adalah sebuah penerapan dari metode berfikir induktif yang pertama kali dipopulerkan di daratan Eropa.
Dalam kitab Thuruq at-Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyah yang disusun oleh Abd Kadir Ahmad memaparkan bahwa metode ini berlawanan dengan metode induktif karena guru dalam memaparkan suatu materi memulai dari menjelaskan contoh-contoh, kemudian guru memberikan waktu kepada siswa untuk mendiskusikan contoh-contoh tersebut.
Guru menarik kesimpulan dari hasil diskusi mengenai contoh materi yang diberikan, langkah terakir guru memberikan latihan-latihan dari hasil diskusi mengenai materi yang telah dibahas.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
[1] Menurut analisa penulis, metode ini diterapkan oleh pesantren-pesantren yang ada di Indonesia. Umumnya metode Qiyasiyah (baca tulisan sebelumnya), diapresiasi oleh pesantren-pesantren tradisional yang memakai metode halaqah, sehingga santi-santri yang dihasilkan oleh pesantren jenis ini kuat dalam analisa kitab-kitab klasik, dalam hali ini misalnya pon-pes As’adiyah dan DDI Mangkoso. Sebaliknya metode istiqraiah mayoritas diterapkan di pesantren-pesantren modern, hal ini berdampak pada komunikasi santri dalam memakai bahasa asing menjadi lebih baik dibanding santri yang berasal dari pesantren-pesantren tradisional, dalam hal ini bisa dijadikan contoh kasus yaitu pon-pes IMMIM dan Gontor.

Referensi Terkait:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar