.

Jenis-Jenis Film

 

Dalam perkembangannya film digolongkan dalam jenis-jenis tertentu, yaitu sebagai berikut (Onong Uchjana Effendi. 1993: 211- 216; Heru Effendy, 2002: 11-13 ):
Film Cerita
Jenis Film cerita adalah jenis film yang mengandung suatu cerita, yaitu yang lazim dipertunjukkan di gedung-gedung bioskop dengan para bintang filmnya yang tenar. Film jenis ini didistribusikan sebagai barang dagangan dan diperuntukkan semua publik di mana saja. Sifatnya yang merupakan barang dagangan membuat film cerita berkembang dalam persaingan pasar. Kompetisi yang terjadi membuat film cerita selalu berinovasi diri menyesuaikan perkembangan. Maka tidak mengherankan, kalau dalam usaha pembutan film cerita itu dilakukan riset yang cukup panjang.
Film cerita adalah film yang menyajikan kepada publik sebuah cerita, sebagai sebuah cerita maka harus mengandung unsur-unsur yang dapat menyentuh rasa manusia. Unsur-unsur seks dan kejahatan adalah unsur-unsur cerita yang dapat menyentuh rasa manusia. Tak jarang cerita-cerita yang diambil dari kitab-kitab suci, sejarah, atau juga khayalan selalu dibumbui adegan seks maupun kekerasan.
Banyaknya film cerita yang diproduksi menyebabkan banyak varian dalam film cerita. Berdasar lama waktu penayangannya film cerita dibagi menjadi dua klasifikasi, yaitu:
Pertama: Film Cerita Pendek. Film cerita pendek biasanya berdurasi di bawah 60 menit. Jenis film ini banyak diproduksi oleh para mahasiswa jurusan film atau orang yang menyukai dunia film dan ingin berlatih membuat film.
Karena itu di beberapa negara seperti Jerman, Australia, Kanada, dan Amerika Serikat, film cerita pendek dijadikan laboratorium eksperimen dan batu loncatan untuk kemudian memproduksi film cerita panjang. Namun ada juga yang memang mengkhususkan diri untuk memproduksi film cerita pendek.
Kedua: Film Cerita Panjang. Film cerita panjang berdurasi lebih dari 60 menit, umumnya antara 60-90 menit. Beberapa film ada yang berdurasi lebih dari 120 menit, seperti film Dances with Wolves. Bahkan film-film India rata- rata berdurari hingga 180 menit.
Film Berita
Jenis Film berita adalah film mengenai fakta, peristiwa yang benar-benar terjadi. Karena sifatnya berita, maka film yang disajikan kepada publik harus mengandung nilai berita. Meski jika dibandingkan dengan media lainnya seperti surat kabar dan radio sifat aktual beritanya film tidak ada. Ini disebabkan proses pembuatannya dan penyajiannya kepada publik yang makan waktu yang cukup lama. Akan tetapi dengan adanya TV film berita dapat dihidangkan kepada publik lebih cepat dari pada kalau dipertunjukkan di gedung bioskop mengawali film utama yang berupa film cerita. Meski awalnya film berita muncul lebih dahulu sebelum film cerita. Bahkan film cerita yang yang pertama-tama dipertunjukkan kepada publik kebanyakan berdasarkan film berita.
Film Dokumenter
Jenis Dokumenter adalah sebutan yang diberikan untuk film pertama karya Lumiere bersaudara yang bercerita tentang sebuah perjalanan yang dibuat pada sekitar tahun 1890. Tiga puluh enam tahun kemudian kata dokumenter kembali digunakan John Grierson, seorang sutradara asal Inggris, untuk menggambarkan suatu jenis film yang dipelopori Robert Flaherty, seorang seniman film besar Amerika.
Grierson menyebut film karya Robert Flaherty sebagai: “karya ciptaan mengenai kenyataan”. Berberda dengan film berita yang merupakan rekaman kenyataan-kenyataan, film buatan Flaherty merupakan interpretasi yang puitis yang bersifat pribadi dari kenyataan-kenyataan. Filmnya yang pertama dan sangat terkenal adalah “Nanook of the North” (1922). Film itu menggambarkan perjuangan sehari-hari sebuah keluarga Eskimo yang mempertahankan hidupnya di kutub utara. John Grierson Pada tahun pada tahun 1929 menceritakan kehidupan para nelayan Skotlandia dalam film “Drifters”. Film tersebut dianggap sebagai film dokumenter Inggris yang pertama.
Film dokumenter memiliki titik berat pada fakta atau peristiwa yang terjadi. Namun untuk membuat film dokumenter perlu dilakukan dengan pemikiran dan perencanaan yang matang, hal ini yang membedakan film dokumenter dengan film berita. Film berita lebih menitik beratkan pada nilai berita dan diproduksi sesingkat-singkatnya agar cepat disaksikan penonton.
Film Kartun
Jenis Film kartun timbul dari gagasan para pelukis. Ditemukannya cinamatography memunculkan ide para pelukis untuk menghidupkan gambar-gambar yang mereka lukis. Keunggulan film kartun dari film lainnya adalah peranan yang diperankan tokoh kartun. Film kartun bisa menghadirkan peranan apa saja, yang tidak mungkin diperankan oleh manusia. Tokoh dalam film kartun bisa dibuat terbakar, terbang, menjadi tipis seperti kertas dan peranan apapun yang diinginkan sutradara.
Hal yang terpenting dalam pembuatan film kartun adalah seni lukis. Setiap lukisan di dalamnya memerlukan ketelitian yang luar biasa. Satu persatu dilukis secara seksama untuk kemudian disusun menjadi sebuah rangkaian gambar yang bergerak. Karena itu sebuah film kartun tidak dilukis hanya oleh satu orang, tetapi oleh beberapa pelukis.
Jenis Film kartun pertama kali diperkenalkan pada tahun 1908 oleh orang Perancis bernama Emile Cold. Film tersebut berjudul “Phantasmagora”. Pada tahun 1909 seorang Amerika bernama Winsor Mc. Cay, memperkenalkan Gertie, tokoh kartun berupa seekor dinosurus. Pada tahun 1913 Ladislas Starevitch dari Uni Soviet memperkenalkan film kartun dengan judul “Si Belang dan Si Semut.
Sedangkan untuk sekarang, tokoh-tokoh kartun dari Walt Disney, perusahaan film Amerika, banyak mendominasi pemutaran film-film kartun. Tokoh-tokoh kartun seperti Mickey Mouse dan Donald Duck begitu terkenal hingga ke seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia.
Referensi Makalah®
*Berbagai Sumber
Jenis-Jenis Film 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Jenis Film kartun timbul dari gagasan para pelukis. Ditemukannya cinamatography memunculkan ide para pelukis untuk menghidupkan gambar-gambar Dalam perkembangannya film digolongkan dalam jenis-jenis tertentu, yaitu sebagai berikut (Onong Uchjana Effendi. 1993: 211- 216; Heru Effe...


Advertisement
Post a Comment