.

Sejarah Ringkas Penanggalan Cina

 

Pada zaman dahulu, telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di wilayah daratan Cina dimana setiap dinasti penguasa menggunakan sistem penanggalan sendiri yaitu Lunisolar Calendar yang tentunya memiliki acuan primordial beragam. Perbedaan penanggalan hanya terkonsentrasi pada persoalan acuan penentuan awal tahun baru. Misalnya dinasti Han (202-220 M) yang menetapkan tahun baru pada saat Kian Len (kejadian manusia) yang jatuh tanggal satu bulan Cia Gwee yaitu awal musim semi sekitar akhir Januari sampai awal Februari tahun Masehi.
Melihat rutinitas kehidupan masyarakat masa itu, tahun baru memegang peranan penting. Penetapan tahun baru menjadi pedoman mereka untuk menyiapkan pekerjaan tahun mendatang. Pada zaman tersebut, tidak terdapat manuskrip penanggalan yang dimiliki masyarakat secara personal, karena belum ditemukan alat-alat tulis. Sehingga untuk mengetahui momentum tahun baru, selain melihat reguralitas alam mereka juga menanti saat-saat petugas kerajaan datang di jalan-jalan umum untuk menyampaikan informasi.
Pada tahun 104 SM ketika pemerintahan dikuasai dinasti Han, negara Cina secara resmi menggunakan sistem penanggalan dinasti ini. Karena dinasti Han tampak lebih jeli dalam melihat realita aktifitas masyarakat yang mempersiapkan pekerjaan untuk menghadapi tahun berikutnya yang pada umumnya dilakukan pada musim semi. Langkah tersebut juga dilakukan sebagai wujud kepatuhan total masyarakat Cina terhadap intruksi Khongcu selaku pemimpin spiritual tunggal agama Khonghucu.
Bahkan hinggga saat ini, sistem penanggalan yang telah dirintis sejak abad 13 SM pada masa kejayaan dinasti Shang (1600-1046 SM) telah digunakan sebagai acuan perayaan oleh beberapa belahan negara di dunia khususnya benua Asia. Dalam perkembangannya, sistem penanggalan tertua ini tetap digunakan sampai terjadi reformasi sistem penanggalan oleh pemerintah republik Cina pada 1912 M.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Shofiyullah, Mengenal Kalender Lunisolar di Indonesia, (Malang: PP. Miftahul Huda. 2006). Hendrik Agus Winarso, Mengenal Hari Raya Konfusiani, (Semarang: Efektif & Harmonis, 2000). Kuan Shao Hong, The Chinese Calendar of the Later Han Period, (Singapore: Department of Mathematics National University of Singapore, 2000).
Sejarah Ringkas Penanggalan Cina 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Perbedaan penanggalan hanya terkonsentrasi pada persoalan acuan penentuan awal tahun baru. Pada zaman dahulu, telah menjadi tradisi yang mengakar kuat di wilayah daratan Cina dimana setiap dinasti penguasa menggunakan sistem penan...


Advertisement
Post a Comment