.

Orientasi Pendidikan Multikultural

 

Pendidikan multikultural yang mencoba mengantisipasi berbagai perbedaan dari yang hanya sekedar berbeda, berhadapan (vis a vis), bertolak belakang/ berpisahan (Dikotomis) sampai yang saling berlawanan (konfrontative).
Pendidikan multikultural sebagaimana telah dijelaskan dimuka, merupakan sebuah pendidikan alternatif yang menjunjung tinggi dan menghargai perbedaan. Karena itu model pendidikan seperti ini diharapkan memiliki orientasi yang jelas, yang memihak pada realitas masyarakat yang majemuk. Orientasi pendidikan multikultural juga memiliki arah kemana pendidikan dapat diterapkan;
Orientasi kemanusiaan
Kemanusiaan atau humanisme merupakan sebuah nilai kodrati yang menjadi landasan sekaligus tujuan pendidikan. Tujuan pendidikan dalam bahasa multikultural mencakup dua tujuan yakni, pendidikan yang bertujuan untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi dan membentuk karakter (Character Building). Dalam kaitannya dengan term ini, kiranya tujuan yang kedua yang harus menjadi sasaran pendidikan.
Orientasi kebersamaan
Kebersamaan atau Cooperativisme merupakan sebuah nilai efektif dalam mewujudkan cita-cita pendidikan multikultural dalam kondisi masyarakat yang serba plural dan heterogen. Dalam mewujudkan kata kebersamaan dalam term ini adalah dengan melaksanakan pendidikan dialogis.
Orientasi Kesejahteraan
Kesejahteraan merupakan sebuah kondisi sosial yang menjadi harapan semua orang. Kesejahteraan selama ini hanya dijadikan sebagai slogan kosong. Kesejahteraan sering dilontarkan di muka publik, namun jarang sekali menemukan ide-ide pencerahan ataupun tanda-tanda kesejahteraan akan terwujud. Dalam hal ini pendidikan multikultural mengorientasikan kesejahteraan dengan asumsi bahwa model kesejahteraan yang menjadi orientasi pendidikan multikultural adalah hal yang bukan hanya bersifat materi, tetapi juga yang bersifat spiritual.
Orientasi Proporsional
Adil diartikan profesional dan proporsional. Proporsional dalam orientasi pendidikan multikultural adalah merupakan nilai yang di pandang dari aspek apapun adalah sangat tepat. Orientasi seperti inilah yang diharapkan akan menjadi pilar pendidikan multikultural.
Orientasi Pengakuan terhadap Pluralitas dan Heterogenitas
Pluralitas dan heterogenitas merupakan sebuah kenyataan yang tidak mungkin ditindas secara fasis dengan memunculkan sikap fanatisme terhadap sebuah kebenaran yang diyakini oleh sekelompok orang. Pemaksaan kehendak untuk menerima pendapat, pemikiran, teori, kebijakan, sistem pendidikan, ekonemi, sosial dan kebijakan politik adalah tidak sesuai dengan pendidikan multikultural.
Orientasi Anti Hegemoni dan Dominasi.
Dominasi dan hegemoni adalah dua istilah yang sangat populer bagi kaum tertindas. Hanya saja kedua istilah tersebuut tidak pernah digunakan atau bahkan dihindari jauh-jauh oleh pra pengikut faham liberalis, kapitalis, globalis, dan neo liberalis. Hegemoni bukan hanya dibidang politik, melainkan juga dibidang pelayanan terhadap masyarakat pendidikan. Karena dewasa ini, yang menjadi penguasa dan menjadi perhatian utama adalah kaum borjuis. Model interaksi sosial yang demikian inilah yang diharapkan dibangun dalam bidang pendidikan multikultural.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Coward, Harold, Religion and peacebuilding, (New York, State University Press, 2004). Dawam, Ainurrafiq, Emoh Sekolah“Menolak Komersialisasi pendidikan dan Kanibalisme Intelektual Menuju Pendidikan Multikultural”, (Yogyakarta: Inspeal Prees, 2003). Danim, Sudarwan. Agenda Pembaruan Sistem Pendidikan, (Yogyakarta, 2003, Pustaka Pelajar)
Orientasi Pendidikan Multikultural 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Orientasi pendidikan multikultural juga memiliki arah kemana pendidikan dapat diterapkan; Orientasi kemanusiaan Pendidikan multikultural yang mencoba mengantisipasi berbagai perbedaan dari yang hanya sekedar berbeda, berhadapan (vis a vis) , bertolak ...


Advertisement
Post a Comment