.

Biografi al-Imam al-Tirmizi

 

Al-Imam al-Tirmizi nama lengkapnya adalah Abu Isa Muhammad Ibn Isa Ibn Saurah Ibn Musa Ibn al-Dhahak al-Sulami al-Bughi al-Tirmidzi1, nasabnya ada dua yaitu: al-Sulami, dinisbatkan kepada kabilahnya dan Tirmidzi, dinisbatkan pada negerinya (Tirmidz), sebuah kota yang terletak di sebelah utara sungai jihun di utara Iran2.
Kata Tirmidzi sering juga kita dengar orang membacanya dengan Turmidzi, Tarmidzi dan lainnya, tapi dalam lisan al-Arab kata itu dibaca Tirmidzi (ta kasrah dan min kasrah) sebagai nama kota yang terkenal di khurasan3.
Para ahli sejarah tidak menyebutkan tahun kelahiran al-Imam al-Tirmidzi secara pasti, tetapi sebagian dari mereka memperkirakan kelahirannya tahun 209 H, al-Dzahabi berkata beliau lahir pada tahun 210 H4. Ini mungkin terjadi karena pada zaman dahulu memang sering sekali ulama sebagai orang yang terkenal, orang besar, dicatat saat wafatnya, tetapi jarang sekali diketahui dan dicatat hari kelahirannya, karena budaya mencatat tanggal lahir belum memasyarakat lagi pula orang tuanya tidak tahu kalau nanti anaknya akan menjadi ulama yang besar.
Ada juga yang mengatakan kalau beliau lahir dalam keadaan buta, peryataan tersebut tentu masih perlu diselidiki lebih jauh, karena al-Imam al-Tirmidzi pernah mendatangi seorang ulama dengan tujuan meneliti beberapa hadis yang diterimanya melalui perantara ulama teryata hadis yang dihafalnya itu tidak ada perbedaan5. Andaikata ia dalam keadaan buta tentu ia hanya akan meneliti hafalannya tidak sampai pada tulisan.
Al-Hafidz Ibn Allaq(wafat 352 H), ia termasuk ulama yang mengetahui dari sumber pertama, bahwa al-Imam lahir dalam keadaan melihat hanya pada akhir masa hidupnya, karena akibat banyak menghafal, membaca, menulis dan menyelesaikan beberapa karangannya, al-Imam sakit mata yang tidak berhasil disembuhkan dan akhirnya mengalami kebutaan hingga masa wafatnya6.
Setelah meninggalkan jasa yang besar kepada kaum muslimin, al-Imam al-Tirmidzi meninggal dunia pada malam senin, 13 Rajab tahun 279 H di desa Bugh, salah satu desa di negerinya (Tirmidz) yakni dalam usia 70 tahun7 semoga Allah melimpahkan rahmat dan ridha’ baginya Amin.
Kepustakaan:
[1] Abu Isa Muhammad Ibn Isa Saurah, al-Jami’al-Shahih Li al-Tirmidzi Juz I(Cet. I; Bairut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah), h. 77.
[2] Abdullah bin Abdullah, Kuttab Kutub al-Tis’ah diterjemahkan Uwais al-Qarni Sembilan Pendekar Hadis (Cet I; Bogor: Pustaka Tariqul Izzah, 2007), h. 113.
[3] Abi al-Fadhli Jamaluddin Muhammad Ibn Mukram Ibn Mandzur, Lisanul Arab Jilid I (Kairo: Dar al-Ma’arif, t. th.), h. 431.
[4] Abdullah bin Abdullah, Op. Cit., h. 114.
[5] Ahmad Sutarmadi, al-Iman al-Tirmidzi Peranannya Dalam Pengembangan Hadis Dan Fiqhi (Cet I; Jakarta : Logos, 1998 ), h. 52.
[6] Nuruddin Itr, al-Imam al-Tirmidzi (Cet I; Mesir: Lajnah Ta’lif wa Tarjamah wa al-Nasyri’1970), h. 11.
[7] Abdullah bin Abdullah, Op. Cit., h. 122.
Biografi al-Imam al-Tirmizi 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Ini mungkin terjadi karena pada zaman dahulu memang sering sekali ulama sebagai orang yang terkenal, orang besar, dicatat saat wafatnya, tetapi jarang sekali diketahui dan dicatat hari kelahirannya, karena budaya mencatat tanggal lahir belum Al-Imam al-Tirmizi nama lengkapnya adalah Abu Isa Muhammad Ibn Isa Ibn Saurah Ibn Musa Ibn al-Dhahak al-Sulami al-Bughi al-Tirmidzi 1 , nasa...


Advertisement
Post a Comment