.

Implementasi Kurikulum

 

Implementasi merupakan suatu proses aktualisasi ide, konsep, kebijakan atau inovasi ke dalam bentuk tindakan praktis sehingga berimplikasi pada pengetahuan, keterampilan, dan tingkah laku seseorang. Menurut Mulyasa implementasi adalah “proses penerapan ide, konsep, kebijakan, atau inovasi dalam suatu tindak praktis sehingga memberikan dampak baik berupa perubahan pengetahuan, keterampilan, maupun nilai dan sikap”. Penjelasan tersebut menggiring pemahaman bahwa implementasi kurikulum merupakan hasil terjemahan dari guru terhadap kurikulum sebagai rancangan tertulis.
Implementasi kurikulum merupakan penerapan atau pelaksanaan program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap sebelumnya, kemudian diujicobakan dengan pelaksanaan dan pengelolaan, senantiasa dilakukan penyesuaian terhadap situasi lapangan dan karakteristik peserta didik, baik perkembangan intelektual, emosional, serta fisiknya. Implementasi kurikulum juga merupakan aktualisasi suatu rencana atau program kurikulum dalam bentuk pembelajaran.
Miller dan Seller mengemukakan bahwa “implementasi kurikulum merupakan suatu penerapan konsep, ide, program, atau tatanan kurikulum ke dalam praktek pembelajaran atau aktivitas-aktivitas baru, sehingga terjadi perubahan pada sekelompok orang yang diharapkan berubah”. Penjelasan tersebut dipahami bahwa implementasi kurikulum dimaksudkan untuk mengupayakan dan mewujudkan kurikulum yang masih bersifat rencana dan tertulis dalam dokumen menjadi aktual atau terealisasikan dengan melakukan serangkaian kegiatan pelaksanaan dalam bentuk proses pembelajaran di kelas atau di sekolah. Sumantri mengemukakan bahwa implementasi kurikulum dalam proses pembelajaran bukan berarti mengikuti secara teratur melainkan mengembangkan kegiatan-kegiatan belajar berdasarkan pengetahuan yang berasal dari hubungan guru dengan peserta didik.
Beauchamp menegaskan bahwa tugas pertama guru dalam implementasi kurikulum adalah “mempersiapkan lingkungan pembelajaran dengan berbagai cara sehingga kurikulum yang bersangkutan dapat diimplementasikan melalui pengembangan strategi-strategi pembelajaran”. Hal ini berarti bahwa guru merupakan pengembang kurikulum melalui fungsi-fungsi perencanaan, pelaksanaan, dan pengembang kurikulum di kelasnya. Selanjutnya Setyosari juga mengemukakan ada tiga tugas pokok guru yang amat penting dalam implementasi kurikulum yaitu sebagai perancang (designer), pelaksana (executor), dan penilai (evaluator).
Mengenai prosedur pengajaran, sesuai dengan komponen kurikulum, guru dituntut untuk melakukan kegiatan perumusan tujuan, organisasi materi, menetapkan metode dan alat dan merencanakan penilaian. Perencanaan ini kemudian diwujudkan guru dalam proses pembelajaran peserta didik atau siswa di kelas.
Dunkin dan Biddle menyatakan bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu: “kompetensi subtansi materi pembelajaran atau penguasaan materi pelajaran, dan kompetensi metodologi pembelajaran.”Artinya bahwa guru tidak hanya dituntut untuk menguasai materi pelajaran, tetapi diharuskan juga menguasai metode pembelajaran sesuai kebutuhan materi ajar yang mengacu pada prinsip pedagogik, yaitu memahami karakteristik peserta didik. Metode pembelajaran yang digunakan sebagai cara yang dapat memudahkan peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan yang diberikan oleh guru.
Referensi Makalah®
*Berbagai sumber
Implementasi Kurikulum 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Lebih lanjut Dunkin dan Biddle menyatakan bahwa proses pembelajaran akan berlangsung dengan baik jika pendidik mempunyai dua kompetensi utama yaitu: “kompetensi subtansi materi pembelajaran atau penguasaan materi pelajaran, dan kompetensi metodologi pembelajaran.” Implementasi merupakan suatu proses aktualisasi ide, konsep, kebijakan atau inovasi ke dalam bentuk tindakan praktis sehingga berimplikasi ...


Advertisement

No comments:

Post a Comment