.

Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Perspektif Bahasa Arab

 

Secara etimologi Gerhana Bulan, terdiri dari dua kata yaitu gerhana dan Bulan. Gerhana merupakan padanan kata dari kata eclipse (Bahasa Inggris), ekleipsis (Bahasa Yunani) dan eklipsis (Bahasa Latin). Dalam Bahasa Arab, gerhana dikenal dengan istilah kusuf atau khusuf. Istilah kusuf dan khusuf dapat digunakan untuk menyebut gerhana Matahari atau gerhana Bulan. Hanya saja, kata kusuf lebih dikenal untuk menyebut gerhana Matahari, sedangkan kata khusuf lebih dikenal untuk menyebut gerhana Bul an. Pemaknaan ini sesuai dengan pemaknaan yang ada dalam kamus al-Bisri, gerhana Bulan diistilahkan dengan khusuf al-Qamar, sedangkan gerhana Matahari diistilahkan dengan kusuf al-Syams.
Jika dilacak dari akar katanya, khusuf berasal dari kata khasafa sedangkan kusuf berasal dari kata kasafa. Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, mengartikan khasafa dengan arti menenggelamkan segala isinya, sedangkan kata Kasafa dengan menutupi/ menghalangi.
Pemaknaan kasafa dalam beberapa kamus termasuk kamus Munjid menunjukkan makna yang sama, yakni muradif dengan kata hajaba yang berarti menutup. Pemaknaan tersebut menggambarkan bahwa ada kondisi tertutupnya suatu objek oleh objek lain, dalam hal ini Bulan menutupi Matahari baik sebagian maupun keseluruhan.
Sebagi an ulama, diantaranya al-Laits bin Sa’ad mengungkapkan, bahwa kata khusuf digunakan untuk arti hilangnya seluruh sinar, sedangkan kata kusuf dipakai untuk makna hilangnya sebagian sinar. Dikatakan pula kata khusuf artinya hilangnya warna keduanya, sedangkan kata kusuf arti nya perubahan warna.
Dalam bahasa sehari-hari kata gerhana dipergunakan untuk mendeskripsikan keadaan yang bertautan dengan kemerosotan atau kehilangan (secara total atau sebagian) kepopuleran, kekuasaan atau kesuksesan seseorang, kelompok atau negara. Gerhana juga dapat berkonotasi sebagai kesuraman sesaat (terprediksi, berulang atau tidak) dan masih diharapkan bisa berakhir.
Gerhana merupakan fenomena astronomi yang selalu menarik perhatian manusia dengan berbagai interpretasinya. Ada sebagian golongan yang meyakini bahwa gerhana terjadi karena adanya sesosok raksasa besar (Bhatarakala) yang sedang berupaya menelan Bulan. Ada juga golongan yang meyakini bahwa ketika terjadi gerhana khusus bagi wanita hamil diharuskan bersembunyi di bawah tempat tidur agar bayi yang dilahirkan tidak cacat.
Dari pengertian gerhana bulan di atas, hemat penulis bahwa gerhana Bulan adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari menuju Bulan oleh Bumi karena ada dalam satu lintasan garis lurus. Fenomena tersebut dalam Bahasa Arab di istilahkan dengan kata khusuf karena pada saat peristiwa gerhana Bulan, Bulan tidak bisa memantulkan cahaya Matahari karena terhalang oleh Bumi. Bulan bukan sumber cahaya layaknya Matahari. Namun, pengamat dari Bumi melihat Bulan seakan-akan kehilangan cahayanya.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Muhyiddin Khazin, Ilmu Falak dalam Teori dan Praktek, (Yogyakarta: Buana Pustaka). Abis Bisri, dkk, Kamus al-Bisri, (Surabaya: Pustaka Progresif, 1999). Atabik Ali dan Ahmad Zuhdi Muhdlor, Kamus Kontemporer Arab - Indonesia, (Yogyakarta: Multi Karya Grafika, 2005). Ali Mutohar, Kamus Muáš­ahar (Arab-Indonesia), Bandung: Mizan, 2005). Louis Ma’luf, al-Munjid, (Beirut: Dar al-Masyriq, 1975). Ahmad Izzudin, Fiqh Hisab Rukyah, (Jakarta: Erlangga, 2007).
Gerhana Bulan dan Gerhana Matahari Perspektif Bahasa Arab 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Secara etimologi Gerhana Bulan, terdiri dari dua kata yaitu gerhana dan Bulan. Gerhana merupakan padanan kata dari kata eclipse (Bahasa In...



Advertisement

No comments:

Post a Comment