.

Firaun dalam Sejarah; Pengantar

 

Pada zaman kesuraman prasejarah lebih dari 10.000 tahun yang lalu, mulailah manusia menetap pada lembah yang dialiri sungai Nil. Mesir telah merupakan suatu bangsa yang besar 1000 tahun sebelum orang minos di Kreta membangun istananya di Knossos, 900 tahun sebelum orang Israel mengikuti Musa keluar keluar dari belenggu perbudakan. Mesir berkembang subur sewaktu anggota suku di utara sungai tibet masih tinggal dalam gubuk. Orang Yunani dan Roma 2000 tahun yang lalu melihat Mesir dengan pandangan yang kurang lebih sama dengan pandangan orang modern bila melihat reruntuhan Yunani dan Romawi.
Zaman para Firaun tidak memiliki kisah tertulis seperti sejarah orang¬orang terkenal yang bisa kita ketahui melalui buku-buku yang ditulis oleh orang sezamanya maupun sesudahnya. Namun mengenai zaman Firaun bisa ditelusuri dari tulisan-tulisan di makam, lukisan pada dinding bangunan, puisi, prosa serta laporan negara pada zaman papyrus yang terselamatkan. Juga sumber dari Herodotus yang menyaksikan sendiri peradaban Mesir pada abad-5 SM, sebelum negeri itu jatuh dibawah kekuasaan asing. Semua ini dapat digabungkan menjadi satu dengan cukup cermat sehingga secara umum apa yang terjadi dibawah kekuasaan Firaun dapat diketahui.
Sumber yang paling tua sebagai pengetahuan kita tentang sejarah Mesir dapat diketahui yaitu dari daftar pharaoh yang disusun secara kronologis oleh Manetho pada tahun 260 SM, namun hingga kini tidak ada seorangpun yang bisa menyelamatkan hasil karya Manetho tersebut. Tulisan Josephus yang dibuat pada jaman Africanus, sebagaimana Eusebius dan juga Champollion, keduanya telah berhasil mengartikan gambar-gambar beserta tulisanya dan memberi nama Raja-raja dalam bentuk tulisan Mesir kuno, bukan dalam bahasa Yunani seperti yang dibuat oleh Manetho. Sumber lain juga bisa ditemukan lewat monumen Palermo (Palermo Stone), daftar yang tertera pada Palermo Stone ± 2000 tahun lebih tua ketimbang yang disusun oleh Manetho.
Penataan negeri Mesir dimulai sekitar tahun 3100 SM, pada waktu itu penduduk Mesir berada dibawah kekuasaan seorang raja (Dinasti I dari ± 31 Dinasti Firaun) yang membagi Mesir menjadi dua daerah, Mesir hulu dan Mesir hilir.
Peradaban Mesir yang sangat unik bahkan sudah ada pada masa para Firaun paling awal. Struktur politik dan sosial segera mengkristal menjadi bentuk yang dengan sedikit selingan akan tetap dipertahankan sejak saat itu. Seluruh kekuasaan berada pada tangan manusia, baik dalam teori dan secara luas juga dalam kenyataan. Dengan memegang peranan rangkap secara tiba-tiba sebagai Dewa dan raja, dia duduk bertahta dipuncak masyarakat. Yang mendukungnya adalah para pejabat tinggi, kepada merekalah ia mewakilkan kekuasaanya. Dibawah para pejabat inilah muncul tingkat-tingkat birokrasi luas yang bertumpu pada bahu lebar kaum pekerja dan petani.
Di Mesir hulu, Menes mendirikan kota Memphis (32 km disebelah selatan bagian delta paling hulu). Menes dan raja-raja penggantinya juga membangun pusara untuk kehidupan akhirat mereka, dan menyatukan dua kerajaan yang sangat berbeda, yakni Mesir hilir dan Mesir hulu. Di kota Memphis ini terdapat pekuburan-pekuburan kuno yang merupakan sebuah monumen. Diantara monumeen itu adalah Piramida Tangga di Sakkarah (didirikan untuk Zoser, Firaun I pada dinasti ke-3), setelah itu piramida
piramida lain juga dibangun untuk para raja dinasti ke-4, diantara piramida tersebut adalah Khufu, Khafre, dan Menkaure atau Cheop, Cheprhen, dan Mycerinus.
Raja Mesir kuno yang paling lama memegang kekuasaan adalah pada dinasti ke-6 yaitu Pepi II, yang memerintah selama 90 tahun (2272-2182 SM). Tidak banyak sepak terjang yang berhasil dicatat oleh para ahli purbakala. Raja Mesir ini memerintah pada masa kerajaan lama.
Masa kerajaan mesir pertengahan adalah satu masa yang penting dalam sejarah Mesir kuno, puncaknya terjadi pada Dinasti ke-12 (2000-1788 SM), Amenemhet I, adalah salah satu raja dari Dinasti ini yang berusaha menghilangkan kelaparan dan kemiskinan dikalangan rakyat Mesir. Raja lain adalah Amenemhet III, yang berhasil membawa Mesir pada puncak kemegahanya, rakyat hidup makmur, bahagia dan merata. Setelah Amenemhet III meninggal, Mesir mengalami kemunduran dalam segala kehidupan. Kemudian muncul Dinasti ke-13, kebanyakan para Firaun pada Dinasti ini hanya memerintah paling lama 2 tahun bahkan ada yang 3 hari saja. keadaan negeri mesir semakin gawat, perpecahan terjadi disana sini.
Pada akhir dari Dinasti ke-13 ini bangsa Hyksos menyerbu Mesir, dan muncullah dinasti ke- 14 yang rajanya masih dari kalangan bangsa Mesir sendiri, tapi masih dibawah pengarahan bangsa Hyksos.
Pada tahun 1700-an SM pemerintahan Mesir jatuh ke tangan Hyksos, dan dibangunlah Dinasti ke-15. Pada pemerintahan Hyksos inilah Nabi Yusuf pernah berkuasa di Mesir sebagai raja muda yang diserahi urusan perbekalan dan perniagaan oleh Firaun Mesir, yaitu Apopi I (raja Hyksos dari Dinasti ke-16).
Kaum Hyksos dalam memerintah negeri Mesir sangat kejam dan sewenang-wenang, hal inilah yang membuat orang Mesir tidak suka. Ada satu Daerah di Mesir yang tidak dapat dikuasai oleh Kaum Hyksos, yaitu Mesir selatan (Mesir hulu), dengan ibukota Thebeh (Thebes). Mulai tahun 1620- 1570 SM terjadi revolusi yang dilakukan oleh seorang raja yang bernama Ahmos, dalam revolusi ini kota Memphis berhasil dikuasai dan berhasil merebut benteng Hyksos yang terletak di kota Awaris (Ibukota pemerintahan Hyksos). Pemerintahan Hyksos berahir sampai Dinasti ke- 17, dan berakhirlah pula periode kerajaan Mesir pertengahan.
Dinasti berikutnya adalah Dinasti ke-18 yang dipimpin oleh Ahmos, Ahmos I atau Amasis I (1570-1545 SM). Firaun ke-3 dari dinasti ini adalah Thotmes I (1540 SM), raja pengganti selanjutnya adalah Thutmes II dan Thutmes III. Pada masa dinasti ini juga pernah berkuasa raja Aminhopis II (1500 SM), menurut para ahli sejarah Firaun ini telah mendatangkan orang-orang tawanan sebanyak 3600 dan dipekerjakan sebagai buruh di Mesir. Selain Aminophis II, Firaun lain yang tercatat dalam sejarah adalah Aminophis III. Firaun ini mempunyai menteri yang sangat mahir dalam manggunakan ilmu sihir.
Penguasa selanjutnya dari dinasti ke-18 adalah Aminhopis IV (1350 SM), kemudian diganti oleh menantu keduanya yaitu Tuthankhamen. Firaun termuda dan terkaya ini naik tahta pada usia 9 tahun dan wafat pada usia 18 tahun. Ia telah memulihkan tradisi-tradisi keagamaan kuno yang dalam masa pendahulunya telah dihentikan.
Firaun selanjutnya adalah Sethi I yang memerintah ± 1300 SM. Menurut P Montet yang dikutip oleh M Buchaill mengatakan, pada pemerintahan ini orang-orang Yahudi menimbulkan keributan-keributan di Kan’an di daerah Bethshean.
Penguasa terlama nomer 2 setelah Pepi II adalah Ramses II (1290-1223 SM), ia merupakan raja ke-3 dari dinasti ke- 19, ia berkuasa sejak berusia 25 tahun. Menurut berbagai sumber, Ramsses II memang merupakan salah seorang raja Mesir kuno yang besar. Selain di panggil Firaun ia juga dikenal dengan nama Usermare Ramesses yang besar.
Pada awal pemerintahanya, Ramses II kembali mengukuhkan sejumlah daerah yang kurang mantap pada kekuasaan ayahnya yaitu Seti I (seperti di selatan Libya, selanjutnya ia juga merambah ke luar sehingga kekuasaanya meluas hingga ke Turki, Sudan dan Irak). Disamping haus daerah kekuasaan, ia juga tergila-gila dengan bangunan yang serba mewah, ia banyak membangun istana, kubu pertahanan, kuil dan kuburan keluarga. Ramses II memiliki sejumlah istri dan selir yang memberinya anak yang sangat banyak (± 170 orang).
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Muhammad Isa Dawud, Dajjal akan muncul dari Segi Tiga Bermuda, terj. Tarwana Ahmad Qasim (Bandung: Pustaka Hidayah, 1997). Mukhtar Yahya, Perpindahan-perpindahan Kekuasaan di Timur Tengah, (Jakarta: Bulan Bintang, 1985). Ensiklopedi Indonesia, (Jakarta, PT Ichtiar Baru-Van Hoeve). Arkady Leukum, More Tell Me Why, (Jakarta: Pelita Indonesia, 1987). Leslie Aitchison, D. Met., Kisah Logam, terj. IKAPI (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1981).
Firaun dalam Sejarah; Pengantar 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Zaman para Firaun tidak memiliki kisah tertulis seperti sejarah orang¬orang terkenal yang bisa kita ketahui melalui buku-buku Pada zaman kesuraman prasejarah lebih dari 10.000 tahun yang lalu, mulailah manusia menetap pada lembah yang dialiri sungai Nil. Mesir tela...


Advertisement
Post a Comment