Skip to main content

Biografi Immanuel Kant

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: November 03, 2012

Immanuel Kant adalah seorang filsuf besar yang pernah tampil dalam pentas pemikiran filosofis zaman Aufklarung Jerman menj elang akhir abad ke­18. Lahir pada tanggal 22 April 1724 di Konigsberg, sebuah kota kecil di Prussia Timur. Anak keempat dari seorang pembuat pelana kuda Konigsberg yang setia dengan gerakan Pietisme. Immanuel Kant berkembang dalam suasana kekristenan.
Pada usia delapan tahun Immanuel Kant memulai pendidikan formalnya di Collegium Fredericanum sekolah yang berlandaskan semangat Pietisme. Di sekolah ini ia mendalami bahasa Latin, bahasa yang sering dipakai oleh kalangan terpelajar dan para ilmuwan saat itu untuk mengungkapkan pemikiran mereka.
Immanuel Kant belajar hampir semua mata kuliah yang diberikan di universitas kotanya. Karena alasan keuangan, Kant kuliah sambil bekerja. Kant menjadi guru pribadi di beberapa keluarga kaya di Konigsberg. Di universitasnya dia berkenalan baik dengan Martin Knutzen (1713-1751), dosen yang mempunyai pengaruh besar terhadap Kant. Knutzen adalah seorang murid dari Chistian Von Wolff (1679-1754), dan seorang profesor logika dan metafisika. Meskipun demikian, ia menaruh minat khusus pada ilmu alam, dan sanggup mengajarkan fisika, astronomi dan matematika.
Tahun 1755, Immanuel Kant memperoleh gelar “Doktor” dengan disertasi berjudul “Penggambaran Singkat dari Sejumlah Pemikiran Mengenai Api (Meditationum Quarundum de Igne Succinta Delineatio), sebuah karya di bidang ilmu alam. Setelah itu, Immanuel Kant bekerja sebagai privatdozent di Konigsberg dengan mengajarkan mata kuliah: metafisika, geografi, pedagogi, fisika dan matematika, logika, filsafat, teologi, ilmu falak, dan mineralogi. Kant dijuluki dengan “Sang Guru yang Cakap” (Der Schone Magister) karena cara mengajarnya hidup dengan kepandaian seorang orator. Immanuel Kant mampu menggerakkan pikiran dan perasaan para pendengarnya, dan dengan ketajaman pikirannya
Pada bulan Maret 1770, Immanuel Kant memperoleh gelar profesor logika dan metafisika dari Universitas Konigsberg dengan disertasi “Mengenai Bentuk dan Azas-azas dari Dunia Inderawi dan Budiah” (De Mundi Sensibilis Atgue Intelligibilis Forma et Principlis).
Kehidupan Immanuel Kant sebagai filsuf dapat dibagi menjadi dua periode yakni zaman Pra-Kritis dan Kritis. Kehidupan Immanuel Kant sebagai privatdozent dari tahun 1755-1770 di atas dikenal dengan zaman Pra-Kritis. Pada zaman Pra-Kritis Kant menganut pendirian rasionalistisnya Wolff dan kawan-kawannya. Kemudian terpengaruh dengan konsep empiris Hume, dan berangsur-angsur meninggalkan Rasionalisme. Immanuel Kant mengatakan, Hume-lah yang telah membangunkan diri dari tidur dogmatisnya, yang menyusul ialah zaman Kritis. Dalam zaman kedua ini Kant mengubah wajah filsafat secara radikal dengan filsafat Kritisismenya dan ia mempertentangkan Kritisisme dengan Dogmatisme.
Immanuel Kant membujang seumur hidupnya, mungkin ia berpikir seperti Nietsche yang berpandangan bahwa kawin akan merintangi pencapaian kebenaran, atau Telleyrand yang berpendapat bahwa orang yang kawin akan melakukan apa saja demi uang. Pada umur 22 tahun, Immanuel Kant menyatakan “saya sudah menetapkan jalan yang pasti, saya ingin berlajar, tidak satupun yang dapat menghalangi saya dalam mencapai tujuan itu”.
Menurut salah seorang penulis biografi, kehidupan Kant berlangsung menurut aturan yang tegas, bangun, minum kopi, menulis, memberi kuliah, makan, jalan-jalan, masing-masing mempunyai waktunya sendiri. Lalu Kant muncul dari pintu rumahnya, berjalan menuju jalan kecil di bawah pepohonan yang rindang yang sering disebut Tempat Jalan-jalan Sang Filosof.
Kemudian pada tahun 1796 M, Immanuel Kant berhenti memberi kuliah dengan alasan usia tua, pada tahun 1798 M kesehatannya mulai menurun. Akhirnya pada tanggal 12 Februari 1804 Kant meninggal dunia pada usia 80 tahun dalam keadaan pikun. Banyak pelayat berdatangan dari segenap penjuru Konigsberg, dan seluruh Jerman. Jenazahnya dikuburkan di perkuburan kota. Kubur itu kemudian rusak dan diperbaiki pada tahun 1881, pada tahun 1924, pada peringatan 200 tahun kelahiran Kant, sisa-sisa tulang-belulangnya dipindahkan ke serambi katedral di pusat kota Konigsberg.
Ketika perang dunia kedua berkecamuk hebat, serambi katedral porak poranda akibat perang melawan Jerman. Tahun 1950, beberapa orang tidak dikenal membongkar peti batu kuburan Immanuel Kant, dan membawa kabur tulang-belulangnya. Yang masih tinggal hingga sekarang adalah sebuah nisan dari perunggu yang melekat pada dinding serambi, dan memuat tulisan “langit berbintang di atas saya, hukum moral di dalam saya” (coelum stellatum supreme, lex moralis intra me). Dua hal yang dikagumi Kant selama hidupnya di dunia ini, bila ia merenungkan misteri alam semesta (fisika) dan misteri pribadi sang manusia (etika).
Dalam hal karya-karyanya, Immanuel Kant sangat berjasa dalam perkembangan bidang ilmu pengetahuan. Karya-karyanya penuh dengan berbagai dilema dan paradoks yang sangat abstrak, yang mula-mula terkesan jauh dari masalah-masalah manusia sehari-hari. Karya-karya itu ditulis dalam gaya yang sangat akademis, yang akan sangat mengejutkan siapapun yang membaca karya itu. Karya-karya yang monumental dan sangat berharga telah tercipta dari buah pemikirannya. Karya-karyanya memberi suatu perubahan dan bentuk baru dalam cara berfikir yang dituangkan dalam bentuk filsafat kritis (Kritisisme). Beberapa karya Kant yang telah menegakkan popularitasnya antara lain :
  1. Kritik der Reiner Vernunf/ Critique of Pure Reason, 1781 M (Kritik Atas Rasio Murni) 
  2. Prolegomena zu Einer Jeden Kunftigen Metaphysik/Prolegomena to Any Future Metaphisics, 1783 (Pengantar Metafisika Masa Depan) 
  3. Idea for Universal History, 1784 M 
  4. Grundlegung zur Metaphysik der Sitten/Groundwork of The Metaphysic of Morals, 1785 (Pendasaran Metafisika Kesusilaan) 
  5. Metaphysical Faundations of Normal Science, 1786 M. (Pendasaran Metafisika Pengetahuan Alam) 
  6. Kritik der Praktischen Vernunft/Critique of Practical Reason, 1787 M (Kritik Atas Rasio Praktis)
Di antara karya-karya Kant tersebut, tiga karya terbesar sehingga filsafatnya disebut dengan Kritisisme antara lain Critique of Pure Reason (1781), Critique of Practical Reason (1787 M) dan Critique of Judgement (1790).
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
S.P. Lili Tjacjadi, Hukum Moral Ajaran Immanuel Kant tentang Etika dan Imperatif Kategoris, (yogyakarta: Kanisius, 1991). M. Amin Abdullah, Antara Al-Ghozali dan Kant – Filsafat Etika Islam, (Bandung: Mizan, 2002). Ahmad Tafsir, Filsafat Umum Akal dan Hati Sejak Thales Sampai Capra, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2003). Henry D. Aiken, Abad Ideologi, terj. The Age of Ideology, penj. Sigit Djatmiko, (Yogyakarta: Yayasan Bintang Budaya, 2002). Immanuel Kant, The Doctrine of Virtue-Part II of The Metaphisic of Morals, terj. Mary J. Gregor, (Philadelphia: University of Pennsylvania Press, 1964).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar