.

Pengertian Akal sebagai Sumber Pengetahuan

 

Dalam mendapatkan pengetahuan, manusia menggunakan akal. Akal, ratio (Latin) akal (bahasa Arab ‘aqli) budi (Sanskerta) akal budi (persatuan Arab dan Sansekerta) Nous (Yunani) Rasion (Prancis) Reason (Inggris), adalah potensi rohaniah manusia sanggup mengerti mengenai teori realita kosmis.
Dalam epistemologi, juga didapatkan bahwa akal adalah sumber pengetahuan manusia, karena manusia itu pandai berpikir maka ia berpengetahuan dan sekalian pengetahuannya dibentuk oleh pikirannya. Tidaklah mudah membuat definisi akal sebagai sumber pengetahuan.
Penganut teori filsafat idealis menilai, bahwa pengetahuan akal melebihi pengetahuan pengalaman, sedangkan rasionalis kritis, mengatakan bahwa akal mengolah pengalaman sambil meresap pada obyek itu sendiri.
Rasionalis berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Rasionali tidak mengingkari pengalaman, melainkan pengalaman hanya dipandang sejenis perangsang bagi pikiran, para penganut rasionalis yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak pada ide manusia. Jika kebenaran mengandung makna ide yang sesuai dengan kenyataan, maka kebenaran hanya dapat ada dalam pikiran kita dan hanya dapat diperoleh lewat akal budi saja.
Sebagaimana seorang tokoh filsafat, Leibniz mengatakan, bahwa pengetahuan inderawi pada hakekatnya tak lain adalah pengetahuan budi, tetapi masih setengah tidur. Rupanya manusia masih menerima kesan dari panca indera, namun dalam proses penyadaran yang dilakukan secara filsafat. Nampaklah segala pengetahuan sudah tercakup dalam kehidupan batin kita, yang semula nampak seolah-olah datang dari luar (pengalaman, empiris). Pada hakekatnya dikembangkan oleh akal budi dengan menimba dari akar-akarnya sendiri.
Akal sebagai sumber pengetahuan dengan indera, saling berhubungan. Akal budi tidak dapat menyerap sesuatu dan panca indera tidak memikirkan sesuatu. Bila keduanya bergabung maka timbullah pengetahuan. Menyerap sesuatu tanpa dibarengi akal budi adalah kebutaan, dan pikiran tanpa isi sama dengan kehampaan. Akal dan indera saling mengisi dalam memperoleh pengetahuan, akal berperan sebagai pengolah apa yang telah diserap oleh indera.
Aktivitas akal sebagai sumber pengetahuan disebut berpikir, berpikir merupakan ciri khas manusia sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya dimuka bumi ini. disini timbul masalah apakah berpikir itu? Secara umum maka setiap perkembangan ide dan konsep dan sebagainya disebut berpikir. Dimana seseorang berpikir sunguh-sungguh takkan membiarkan ide dan konsep yang dipikirkannya berkelana tanpa arah, namun ditujukan pada arah tertentu yaitu pengetahuan.
Plato mengatakan, bahwa manusia masuk dalam dua dunia yaitu dunia pengalaman dan dunia ide (fungsi akal sebagai sumber pengetahuan). Segala yang ada di dunia ide sifatnya satu dalam macamnya tetapi tak berubah. Ide itu merupakan suatu yang sungguh­sungguh ada.
Dalam pandangan Islam, akal berbeda dengan otak, perbedaan tersebut terletak pada pemikiran. Akal berbeda dengan otak, akal merupakan suatu daya berpikir yang terdapat dalam jiwa manusia. Akal berarti ikatan antara pikiran dan perasaan serta kemauan. Kalau ikatan itu tidak ada maka tidaklah ada akal itu.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
S. Taqdir Ali Syahbana, Menuju ke Pemikiran Filsafat, (PT. Pembangunan, Jakarta, 1979). M. J. Langeveld, Pembimbing ke Filsafat, terj. G. J. Claessenn, (Dian Rakyat, Jakarta, 1976). Louis O. Kattsoff, Pengantar Filsafat, terj. Soejono Soemargono, (Tiara Wacana, Yogyakarta, 1979). C. A. Van Peursen, Orientasi di Alam Filsafat, terj. Dick Hartoko, (Gramedia, Jakarta, 1980). Endang Saifuddin Anshari, Ilmu Filsafat dan Agama, (Bina Ilmu, Surabaya, 1990). Barmawie Umary, Materi Akhlaq, (Ramadhani, Solo, 1967). T. M. Usman El Muhammady, Ilmu Ketuhanan Yang Maha Esa, Pustaka Agus Salim, Jakarta, 1970). Jujun S. Suria Sumantri, Ilmu Dalam Perspektif, Gramedia, Jakarta, 1981). Poejawiyatna, Pembimbing ke Arah Alam Filsafat, (Bina Aksara, Jakarta, 1986).
Pengertian Akal sebagai Sumber Pengetahuan 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Rasionalis berpendirian bahwa sumber pengetahuan terletak pada akal. Rasionali tidak mengingkari pengalaman, melainkan pengalaman hanya dipandang sejenis perangsang bagi pikiran, Dalam mendapatkan pengetahuan, manusia menggunakan akal. Akal, ratio (Latin) akal (bahasa Arab ‘aqli ) budi (Sanskerta) akal budi (pers...


Advertisement
Post a Comment