.

Pengertian Tauhid; Ilahiyyah dan Rububiyyah

 

Kata tauhid berasal dari bahasa Arab yaitu kata “wahhada” ( و حــد ), “yuhawwidu” ( يــو حــد ), “tauhidah” ( تــو حــيـد ), yang berarti mengesakan atau mengi’tibarkan bahwa Allah adalah Esa. Dengan demikian, pengertian tuhid adalah kepercvayaan atau keyakinan bahwa Allah adalah Esa.
Dari pengertian tauhid tersebut di atas, penulis perjelas melalui firman Allah swt. dalam al-Qur’an surah al-Baqarah (2) ayat 163:
Terjemahnya;
Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.
Ayat tersebut di atas memberikan penegasan tentang kemurnian ke Esaan Allah swt. menolak segala macam kemusyrikan dan menjelaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya. Hal ini seiring dengan gerakan pembaharuan dalam islam yang banyak memberikan sumbangsih pemikiran tentang pemurnian aqidah Islam dan tauhid melalui jalan pendidikan Islam.
Masyarakat kebanyakan masih berfaham animisme yang meyakini bahwa makam, pohon dan lain-lain mempunyai kekuatan yang dapat memberikan bantuan pada manusia. Hal inilah yang menyebabkan umat Islam dalam keadaan terpuruk dan tersesat, karena iman dan keyakinannya sudah tercemar dengan faham yang membawa kepada kemusyrikan, sedangkan hal yang kedua yakni taqlid, yang merupakan suatu kebekuan umat Islam. Karena pada hakekatnya orang harus berijtihad dalam menemukan sesuatu, dan pintu ijtihad tidak pernah tertutup. Dan kesimpulannya adalah syirik, sedangkan syirik itu adalah dosa besar. Adapun bagian tauhid kali ini yang dapat dijadikan sebagai bahan referensi yakni:
Tauhid Ilahiyyah
Islam hadir dengan meletakkan tauhid sebagai dasar dalam pembinaan umat, karena menyadari bahwa tauhid adalah esensi ajaran Islam yang mempunyai kekuatan dalam menangkal setiap pengaruh yang dapat merusak aqudah seseorang. Ajaran tauhid melalui kalimat “Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asuhadu anna Muhammadar Rasulullah”, bukan saja menjadim pintu gerbang Islam melainkan menjadi prinsip dalam Islam.
Tauhid Uluhiyyah adalah meng-Esakan Tuhan sesuahi dengan sifat ke-Tuhanan-Nya, yang terkait dengan sifat-sifatnya. Tahuid uluhiyyah, tidak berbicara tentang ciptaan-Nya dan hal terkait yang terbatas, akan tetapi merupakan konsep meng-Esakan Tuhan sebagai Tuhan
Sesungguhnya ajaran tauhid rububiyah ini merupakan mata rantai dari tauhid Ilahiyah, yang menjelaskan tentang ke Esaan Allah swt. tidak ada sekutu bagi-Nya, yang patut dan wajib disembah serta takut dan percaya kepada kekuasaan yang dimiliki-Nya. Olehnya itu, percaya dan mempercayai bahwa kuburan syekh yang dianggap suci dan Maha Kuasa atas segala yang ada di bumi ini.
Allah pencipta insan dan jagat raya, seluruh benda, zaman, dan waktu. Dia-lah yang mengatur dan menjaga-Nya, kepada-Nyalah seluruh alam, benda dan yang bernyawa itu akan kembali. Terciptanya alam ini dari kekuasaan Allah adalah langsung dan mutlak bukanlah melalui media dan perantara, meng-Esakan Allah yang menciptakan langit dan segala isinya. Karena siapa pun orangnya dan kepada siapa pun dia menyembah dan mengharapkan pertolongan selain Allah swt., maka dia itu adalah musyrik.
Kepustakaan:
Departemen Agama RI., Al-Qur’an dan Terjemahnya (Semarang: PT. Tanjung Mas Inti, 1992). Yusran Asmuni, Pengantar Studi Pemikiran dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam (Cet. II; Jakarta: Grafindo Persada, 1996).
Pengertian Tauhid; Ilahiyyah dan Rububiyyah 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Ayat tersebut di atas memberikan penegasan tentang kemurnian ke Esaan Allah swt. menolak segala macam kemusyrikan dan menjelaskan bahwa tidak ada sesuatu pun yang menyamai-Nya Kata tauhid berasal dari bahasa Arab yaitu kata “ wahhada ” ( و حــد ), “ yuhawwidu ” ( يــو حــد ), “ tauhidah ” ( تــو حــيـد ), yang ber...



Advertisement

No comments:

Post a Comment