.

Teknik Pengumpulan Data dalam Ilmu Tafsir

 

Secara umum sumber dan data penelitian Kualitatif ialah tindakan dan perkataan manusia dalam suatu latar yang bersifat alamiah. Sumber data lain ialah bahan-bahan pustaka.
Adapun tekhnik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif ialah wawancara mendalam, riset partisipatif, dan studi pustaka. Prinsipnya, tekhnik pengumpulan data tersebut digunakan untuk menggambarkan fenomene sosial keagamaan secara alamiah.
Metode pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode pengumpulan data dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan, masalah memberi arah dan mempengaruhi metode pengumpulan data.
Kecermatan dalam memilih dan menyusun teknik dan alat pengumpulan data sangat berpengaruh pada objek penelitian. Dengan kata lain teknik dan alat pengampulan data memungkinkan untuk tercapainya pemecahan secara valid dan reliable dan dapat dirumuskan secara objektif.
Ada beberapa teknik yang dapat ditempuh untuk mengumpulkan data:
  1. Teknik observasi langsung, melalui pengamatan dan pencatatan gejala-gejala yang tampak pada objek penelitian secara langsung.
  2. Observasi tidak langsung, melalui pengamatan dan pencatatan yang tampak pada objek penelitian yang pelaksanaannya tidak langsung di tempat peristiwa atau saat kejadian.
  3. Teknik komunikasi langsung, adalah dengan cara kontak langsung secara lisan atau tatap muka dengan sumber data.
  4. Teknik komunikasi tidak langsung, dengan hubungan tidak langsung atau menggunakan alat.
  5. Teknik pengukuran untuk data yang bersifat kuantitatif.
  6. Teknik studi dokumenter/bibliografi.
Moh. Nazir sebagaimana yang dikutip oleh Mustofa Umar- mengelompokkan metode pengumpulan data ke dalam tiga metode yaitu: pengamatan langsung, menggunakan pertanyaan dan metode khusus. Adapun secara garis besar dapat disederhanakan menjadi dua bentuk riset, yaitu riset kepustakaan dan riset kancah atau lapangan.
Dalam kaitannya dengan penelitian tafsir, data-data kualitatif yang telah disebutkan, dapat diperoleh dari sumber utama yaitu mushaf al-Quran dan kepustakaan lainnya. Oleh karena itu tafsir tergolong dalam penelitian kepustakaan dengan menggunakan beberapa teknik pengumpulan data.
Setelah semua data dikumpulkan, maka langkah selanjutnya adalah menganalisis data dengan dan interpretasi dengan menggunakan teknik-teknik yang relevan.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
H.M. Sayuti Ali, Metodologi Penelitian Agama Pendekatan Teori dan Praktek, Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2002. Abd. Muin Salim, Metode Penelitian Tafsir, Makalah; Ujung Pandang:, IAIN, 1994. Fuad Hassan dan Koentjaraningrat, "Beberapa Azas Metodologi Ilmiah, dalam Koentjaraningrat, Metode-metode Penelitian Masyarakat, Jakarta: PT. Gramedia, 1980. Tim Penyusun , Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1990, h. 580., Poerwadarminta, Kamus Besar Umum Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 1986. Nashruddin Baidan, Metode Penafsiran Al-Qur'an; Kajian Kritis terhadap Ayat-ayat yang Beredaksi Mirip, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.
Teknik Pengumpulan Data dalam Ilmu Tafsir 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Metode pengumpulan data adalah prosedur yang sistematis dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode pengumpulan data dengan masalah penelitian yang akan dipecahkan, Secara umum sumber dan data penelitian Kualitatif ialah tindakan dan perkataan manusia dalam suatu latar yang bersifat alamiah. Sumber data...

Gunakan Browser Super Kencang Gratis, Klik di Sini


Advertisement

No comments:

Post a Comment