.

Pengertian Perilaku Seks Pra Nikah

 

Untuk bisa memahami perilaku seksual pra nikah atau seks bebas dengan lebih jelas, maka sebelumnya perlu dibahas terlebih dahulu masalah perilaku seksual. Perilaku adalah segala sesuatu yang dapat dilakukan individu dan yang dapat diobservasi baik secara langsung maupun tidak langsung.
Menurut Sa’abah, seksualitas adalah kapasitas untuk memiliki seks atau untuk mengusahakan hubungan persetubuhan. Bisa juga dimaksudkan karakter yang sedang ditarik pada sudut pandang seksual.
Menurut Sarwono, yang dimaksud dengan perilaku seksual adalah segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual, baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis. Perilaku seksual merupakan perilaku yang didasari oleh dorongan seksual atau kegiatan mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku. Contohnya, berfantasi, masturbasi, berpegangan tangan, berciuman, berpelukan, dan sebagainya.
Permasalahan seksual umum para remaja hadapi adalah dorongan seksual yang meningkat padahal belum menikah. Usia kematangan seksual remaja ternyata belum diimbangi oleh kematangan psikososial. Misalnya, kemampuan memahami dan kesiapan menerima resiko perilaku seksualnya, kemampuan mengelola dorongan dan kemampuan mengambil keputusan secara matang. Akibat nya, rasa ingin tau yang sangat kuat, keinginan bereksplorasi dan memenuhi dorongan seksual mengalahkan pemahaman tentang norma, control diri, dan pemikiran rasional sehingga tampil dalam bentuk perilaku coba-coba berhubungan seks yang akhirnya malah membuat ketagihan seksual.
Menurut Kartono perilaku seksual pra nikah atau seks bebas adalah hubungan seks secara bebas dengan seseorang dan merupakan tindakan hubungan seksual yang tidak bermoral, terang- terangan dan tanpa malu-malu sebab didorong oleh nafsu seksual yang tidak terintegrasi, tidak matang dan tidak wajar. Seks bebas dinyatakan oleh agama sebagai perbuatan yang melanggar hukum yang tentu saja dan sudah seharusnya di beri hukuman maksimal, mengingat akibat yang ditimbulkannya sangatlah buruk, lagi pula mengundang kejahatan dan dosa serta membahayakan dan mengancam keutuhan masyarakat. Loekmono menjelaskan bahwa seks bebas adalah kepuasan dorongan seksual yang diperoleh tanpa keharusan suatu tanggung jawab dan dimana kebosanan dapat diatasi dengan cara terus menerus berganti pasangan.
Sementara Thornburk menambah perilaku seksualitas pada tahapnya adalah berpelukan dan berpegangan tangan, berciuman, necking, petting tahap ringan hingga berat dan kemudian melakukan hubungan seksual.
Perilaku seks bebas adalah Segala tingkah laku yang didorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun dengan sesama jenis dengan berpegangan tangan, berpelukan, berciuman, eksplorasi daerah genital dan bersenggama yang mengarah keperbuatan zina oleh mereka yang mendambakan kebebasan seks yang tidak terikat oleh perkawinan yang sah.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Harris, R.H. Lets talk About Sex: Growing Up, Changieng Bodies, Sex, and Sexual Healt, (Walkers books, London, 1994). Sa’abah, M.U, Perilaku Seks Menyimpang dan Seksualitas Kontemporer Ummat Islam, (UII Press, Yogyakarta, 2001). Kartono, K, Psikologi Remaja, (Rajawali, Jakarta, 1988). Loekmono, J.T.L, Seksualitas, Pornografi, Pernikahan, (Satya Wacana, Semarang, 1988).
Pengertian Perilaku Seks Pra Nikah 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Untuk bisa memahami perilaku seksual pra nikah atau seks bebas dengan lebih jelas, maka sebelumnya perlu dibahas terlebih dahulu Untuk bisa memahami perilaku seksual pra nikah atau seks bebas dengan lebih jelas, maka sebelumnya perlu dibahas terlebih dahulu masalah pe...


Advertisement
Post a Comment