.

Takwil sebagai Sisi Lain dari Majaz

 

Takwil merupakan sisi lain dari majaz. Dalam pemikiran Abdul Qahir al-Jurjani, takwil berubah menjadi konsep kategoris yang pada dasarnya membatasi berbagai perbedaan yang mendetail dari tipe-tipe retorika (balaghoh).
Perbedaan antara Istiaroh Tahqiqiyyah dan Istiaroh Takhyiliyyah misalnya-merupakan perbedaan tingkat takwil yang dituntut pada masing-masing metafora untuk mencapai makna. Di dalam Istiaroh Tahqiqiyyah sebutan dari musta’ar menunjukkan pada denotatum yang tetap dan maklum yang dikenainya, sebagaimana sifat terhadap yang disifatinya (maushuf), sebagaimana kata Abdul Qahir; Seperti perkataan: “aku melihat singa” sedang yang Anda maksudkan adalah orang yang pemberani, “seekor kijang betina menangis pada kami” sedang yang Anda maksudkan adalah seorang perempuan.
Semua istilah, mendapatkan sesuatu yang telah maklum yang bisa dijelaskan atasnya sehingga dikatakan bahwa yang dimaksud adalah nama dan dijadikannya sebagai julukan, dan diambil dari nama aslinya. Kemudian nama tersebut diladikan sebagai nama baginya melalui metafora dan mubalaghoh (melebih-lebihkan) di dalam penyerupaan. Itu berarti bahwa di dalam Istiaroh Tahqiqiyyah tidak perlu bersusah payah dan tenggelam di dalam takwil untuk sampai pada makna, karena ia tidak berlandaskan pada hubungan keserupaan langsung di dalam melahirkan maknanya.
Kesimpulan yang hendak dicapai Abdul Qahir adalah bahwa standar perbedaan antara kedua tipe majaz dalam nama, adalah takwil yang dipandang suatu mekanisme untuk mengungkap makna tipe kedua (Istiarah Takhliyyah) sedangkan tipe pertama (Istiarah Tahqiqiyyah) tidak memerlukannya. Hal ini tiada lain menunjukkan bahwa tidak adanya kesadaran terhadap perbedaan ini mendorong untuk berpegangan pada sisi lahiriah teks-teks yang memerlukan takwil, sesuatu yang mengakibatkan kesesatan keagamaan.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Nashruddin Baidan, Metodologi Penafsiran Al-Quran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2000).
Takwil sebagai Sisi Lain dari Majaz 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Takwil merupakan sisi lain dari majaz. Dalam pemikiran Abdul Qahir al-Jurjani, takwil berubah menjadi konsep kategoris Takwil merupakan sisi lain dari majaz. Dalam pemikiran Abdul Qahir al-Jurjani, takwil berubah menjadi konsep kategoris yang pada dasarnya ...


Advertisement
Post a Comment