.

Tujuan Pendidikan Seks

 

Tujuan pendidikan seks bukanlah mengisi pikiran remaja dengan pengetahuan jenis kelamin dan penjelasan hubungan suami istri semata. Atau dengan kata lain, bahwa tujuan pendidikan seks tidak mengajarkan remaja untuk mengerti dan paham serta mampu mempraktekan hubungan seksual, tetapi tujuan pendidikan seks adalah untuk memberikan benteng kepada remaja, atau untuk mencegah penyalahgunaan organ seks yang dimilkinya. Atau dengan kata lain untuk menjamin kestabilan masyarakt dari kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan oleh penyimpangan-penyimpangan dalam masalah seks.
Dari tujuan pendidikan seks tersebut, diharapkan agar remaja bertingkah laku sesuai dengan ajaran agama serta kesucian yang ada dalam dirinya, terutama yang menyangkut tentang hubungan seksual. Atau dengan kata lain bahwa kerangka tujuan pendidikan seks adalah agar dalam diri remaja tertanam kesadaran tentang dosa dan penyeslan apabila melanggar kaidah yang ditetapkan. Hal ini seperti apa yang dikemukakan oleh Hasan Hathout, yaitu:
Sesungguhnya merupakan keyakinan kita bahwa fakta- fakta tentang seks harus diajarkan kepada remaja-remaja dengan cara sesuai dengan pertumbuhan usia mereka baik oleh keluarga maupun sekolah. Kami menekankan ini harus dilakukan dalam konteks ideologi Islam dan ajaran Islam yang menyeluruh (kafah), agar para remaja disamping mendapatkan pengetahuan psikologis yang benar, menjadi sadar sepenuhnya atas kesucian hubungan seksual dalam Islam dan dosa besar utama dalam pandangan Allah.
Dalam hal tersebut, Hasan Hathout memberikan penekanan pada tujuan pendidikan seks, sebagai benteng generasi muda untuk bertingkahlaku sesuai dengan kesucian yang ada dalam dirinya, terutama yang menyangkut tentang hubungan seksual, sehingga dalam dirinya tertanam kesadaran tentang dosa apabila melanggar.
Mengingat bahwa pendidikan seks adalah bagian dari pendidikan akhlak, karena istilah pendidikan seks (sex education) tidak dikenal dalam sistem pendidikan Islam. Tetapi hal ini tidak mengindikasikan bahwa Islam tidak mengenal pendidikan seks. Pendidikan seks Islam tersebar dan dibahas bersamaan dengan pendidikan yang lainya, seperti ibadah, akhlak serta akidah.
Oleh karena itu, maka dapat dikatakan bahwa tujuan pendidikan seks untuk pembentukn akhlak dan budi pekerti yang menghasilkan orang-orang bermoral sesuai dengan ajaran Islam, serta sebagai usaha preventif dari penyimpangan-penyimpangan seksual dalam masyarakat.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Nina Surtiretna, Remaja dan Problema Seks Tinjauan Islam dan Medis, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2006). Ma’ruf Zuraeq, Pedoman Mendidik Remaja Menjadi Sholeh dan Shalihah, “Kaifa Nurobbi Abnaana,” (Yogyakarta: Bintang Cemerlang, 2001). Hasan Hathout, Revolusi Seksual Perempuan: Obsesi dan Genekologi Dalam Tinjauan Islam, (Bandung: Mizan, 1994). Marzuki Umar Sya’abah, Perilaku Seks Menyimpang dan Seksualitas Kontemporer Umat Islam, (Yogyakarta: UII Press Yogyakarta, 2001).
Tujuan Pendidikan Seks 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh tujuan pendidikan seks adalah untuk memberikan benteng kepada remaja, atau untuk mencegah penyalahgunaan organ seks yang dimilkinya. Tujuan pendidikan seks bukanlah mengisi pikiran remaja dengan pengetahuan jenis kelamin dan penjelasan hubungan suami istri semata. Atau de...



No comments:

Post a Comment