Skip to main content

Dimensi Semantik dalam Semiotik

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: January 07, 2013

Salah satu dimensi dalam semiotik menurut Morris, adalah dimensi semantik. Menurut Yasraf, dimensi semantik difokuskan pada studi mengenai relasi antara tanda dan signifikasi atau maknanya (makna sebuah tanda atau teks). Dalam konteks semiotik struktural, semantik dianggap merupakan bagian dari semiotic.
Level dimensi semantik cukup urgen dalam tahapan penelitian semiotik, mengingat penelitian semiotik bertujuan mengetahui makna yang ditunjukkan oleh struktur teks, sementara pada level semantik menelaah makna satuan lingual, baik makna leksikal maupun makna gramatikal.
Makna leksikal adalah makna unit semantik yang terkecil yang disebut leksem. Sedangkan makna gramatikal adalah makna yang terbentuk dari penggabungan satuan-satuan kebahasaan. Sedangkan Van Dijk, mengkategorikan semantik sebagai makna lokal (local meaning), yakni makna yang muncul dari hubungan antarkalimat, hubungan antarproposisi yang membangun makna tertentu dalam suatu bangunan teks. Pada dimensi semantik perhatian dipusatkan pada: pertama, dimensi teks, seperti makna yang eksplisit dan makna yang implisit, makna yang sengaja disembunyikan dan bagaimana orang berbicara atau menulis tentang hal itu.
Dengan memilah-milah makna yang eksplisit dan makna yang implisit, dapat diketahui bagian terpenting dari sebuah struktur teks. Makna eksplisit adalah makna yang sengaja ditonjolkan untuk kepentingan tertentu. Sebaliknya, makna implicit adalah makna samar-samar. Tujuannya jelas untuk mengkaburkan makna.
Kedua, fokus perhatian dalam dimensi semantik adalah latar. Fungsi latar merupakan alasan pembenar gagasan yang diajukan dalam suatu teks. Dalam suatu perselisihan politik, misalnya, secara sistematis seseorang berusaha mempertahankan pendapat kelompok sendiri dan menyerang argumentasi lawan. Latar peristiwa dipakai untuk menyediakan latar belakang mau kemana makna suatu teks akan dibawa. Ini merupakan cerminan ideologis, komunikator atau si author (pembuat teks) dapat menyajikan latar belakang, bisa juga tidak, bergantung pada kepentingan. Latar merupakan bagian berita (teks) yang bisa memengaruhi semantik (arti kata) yang ingin ditampilkan.
Ketiga, pengandaian (presupposition), adalah strategi lain yang dapat memberi citra tertentu ketika diterima khalayak. Pengandaian merupakan pernyataan yang digunakan untuk mendukung makna suatu teks. Pengandaian hadir dengan memberi pernyataan yang dipandang terpercaya, dan karenanya tidak perlu dipertanyakan.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Yasraf Amir Piliang, Semiotika sebagai Metode dalam Penelitian Desain, dalam Christomy dan Untung Yuwono (Penyunting), (2004).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar