Skip to main content

Nama Lain Kitab Suci Veda

Oleh: Mushlihin, S.Pd.I, M.Pd.IPada: December 18, 2012

Dalam hubungannya dengan kitab suci Veda, maka diketengahkan pembahasan nama-nama lain kitab suci Veda mengingat dalam membaca kitab suci Veda maupun susastra Hindu yang lain, baik yang berbahasa Sanskerta maupun yang berbahasa Jawa Kuno, dijumpai berbagai nama atau istilah untuk menyebutkan kitab suci umat Hindu ini. Adapun nama-nama lain dari kitab suci Veda itu antara lain:
Kitab Sruti. Kitab Sruti menunjukkan bahwa isi kitab itu merupakan wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh para maharsi. Seorang maha resi disebut Mantradrasta yang artinya karena kesucian diri pribadinya mampu merekam sabda Tuhan Yang Maha Esa yang disebut Apauruseya, atau Tuhan Yang Maha Esa yang bukan berwujud manusia dan di dalam susastra berbahasa Jawa Kuno kita sering menemukan istilah Sang Hyang Sruti, yang maksudnya tidak lain adalah untuk memuliakan kitab suci Veda yang merupakan wahyu Tuhan Yang Maha Esa.
Kitab Catur Veda. Nama Catur Veda dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa Veda itu merupakan himpunan (Samhita) dari Rgved, YajurVeda, SamaVeda dan AtharvaVeda. Tiga yang pertama diyakini umumya jauh lebih tua. Sesungguhnya Veda dapat dikelompokkan dalam 2 jenis yaitu RgVeda dan AtharvaVeda, karena 2 kitab lainnya (YajurVeda dan SamaVeda) bersumber pada RgVeda. Di dalam susastra Jawa Kuno kita jumpai istilah Sang Hyang Catur Veda.
Kitab Rahasya. Kata Rahasya artinya bahwa Veda mengandung ajaran yang bersifat rahasia, yakni ajaran Moksa atau kalepasan. Ajaran Veda yang meliputi ajaran Ketuhanan serta penciptaan alam semesta yang penuh misteri dan selalu menjadi pertanyaan serta usaha untuk bersatu dengannya merupakan tujuan tertinggi agama Hindu.
Kitab Agama. Kitab Agama menunjukkan bahwa kebenaran Veda adalah mutlak dan harus diyakini kebenarannya. Kata Agama merupakan salah satu istilah Pramana yaitu tiga cara untuk menentukan kebenaran sesuatu, yaitu: Agama Pramana, Aniimana Pramana dan Pratyaksa Pramana yang masing-masing berarti kebenaran yang disampaikan oleh orang¬orang suci yang sangat diyakini kesucian pribadinya, kebenaran yang berdasarkan pertimbangan analisis yang sistematis dan kebenaran berdasarkan pengamatan. Kebenaran Veda yang bersifat mutlak ini karena merupakan wahyu Tuhan Yang Maha Esa yang diterima oleh para maharsi. Tuhan Yang Maha Kuasa disebut Satyasya Satya yaitu kebenaran sejati.
Kitab Mantra. Kitab Mantra adalah riat-riat dari kitab Veda. Nama ini diberikan karena Veda memang berbentuk Mantra atau puisi (syair) yang dapat pula dilagukan. Mantra artinya ucapan yang keluar dari pikiran (manah) dan pikiran merupakan saluran membentuk rupa atau wujud yang dapat dibayangkan. Seluruh kitab Sruti syairnya pada umumnya disebut Mantra meliputi seluruh kitab-kitab Samhitha (Catur Veda), Brahmana, Aranyaka dan kitab-kitab Upanisad di luar kitab tersebut syair¬syairnya disebut Sloka, seperti kitab-kitab Itihasa (Ramayana dan Mahabharata) termasuk kitab Bhagavadgita dan lain-lain. Di Bali umat Hindu menyebut setiap syair berbahasa Sanskerta disebut mantra sedang doa pujaan yang menggunakan bahasa Bali disebut "Sehe".
Demikian beberapa nama lain kitab suci Veda yang dalam khasanah susastra Jawa Kuno atau Kawi disebut Sang Hyang Veda menunjukkan bahwa kitab suci itu bagi agama Hindu diyakini sebagai ajaran suci yang mendapatkan kedudukan yang sangat terhormat dan tentunya ditempatkan pada tempat yang dipandang layak untuk itu.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
I Made Titib, Pengantar Veda, (Hanuman Sakti, Jakarta, 2001). Zaenal Ariffin Abbas, Perkembangan Pikiran Terhadap Agama, (Pustaka al­Husna, Jakarta, 1984). Abujamin Roham, Agama wahyu dan Kepercayaan, (Media Da’wah, Jakarta, 1992).
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik referensi halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar