.

Pengertian Transformasi Sosial

 

Istilah transformasi sosial adalah gabungan dari dua kata ‘transformasi’ dan ‘sosial’. Transformasi dalam ensiklopedi umum merupakan istilah ilmu eksakta yang kemudian diintrodusir ke dalam ilmu sosial dan humaniora, yang memiliki maksud perubahan bentuk dan secara lebih rinci memiliki arti perubahan fisik maupun nonfisik (bentuk, rupa, sifat, dan sebagainya). Sementara kata ‘sosial’ memiiliki pengertian, segala sesuatu yang mengenai masyarakat; kemasyarakatan, dan kedua, suka memperhatikan kepentingan umum (suka menolong, menderma dan sebagainya).
Pengertian transformasi sosial menurut bahasa dalam ensiklopedi nasional Indonesia memiliki pengertian, perubahan menyeluruh dalam bentuk, rupa, sifat, watak, dan sebagainya, dalam hubungan timbal balik sebagai individu-individu maupun kelompok-kelompok.
Timbulnya tranformasi sosial bukanlah tanpa sebab tetapi dipengaruhi oleh ragam faktor. Faktor-faktor yang menyebabkan adalah timbunan kebudayaan, kontak dengan kebudayaan lain, penduduk yang heterogen, kekacauan sosial dan perubahan sosial itu sendiri. Dalam transformasi sosial akan melibatkan penduduk, teknologi, nilai-nilai kebudayaan dan gerakan sosial. Dalam ensiklopedi nasional Indonesia disebutkan pula, seringkali istilah transformasi sosial diartikan sama dengan perubahan sosial.
Sementara dalam penjelasan Agus Salim, terdapat pembedaan dalam proses perubahan sosial. Dia membagi proses perubahan sosial menjadi dua; proses reproduksi dan proses transformasi. Proses reproduksi adalah proses mengulang-ulang, menghasilkan kembali segala hal yang diterima sebagai warisan budaya dari nenek moyang kita sebelumnya. Dalam hal ini meliputi bentuk warisan budaya dalam kehidupan sehari-hari meliputi; material (kebendaan, teknologi), immaterial (non-benda, adat, norma, nilai-nilai). Sementara proses transformasi adalah suatu proses penciptaan suatu ha yang baru (somethig new) yang dihasilkan oleh ilmu pengetahuan dan teknologi. Agus menjelaskan yang berubah adalah apek budaya yang sifatnya material sedangkan sifatnya immaterial sulit sekali diaadakan perubahan.
Membahas istilah transformasi jika tanpa dikaitkan dengan sesuatu yang lain menurut Ryadi Gunawan, merupakan upaya pengalihan dari sebuah bentuk kepada bentuk yang lebih mapan. Sebagai sebuah proses, transformasi merupakan tahapan, atau titik balik yang cepat bagi sebuah makna perubahan. Munculnya konsep transformasi tidak lepas dengan tokoh Karl Max dan Max Weber. Bagi Marx, transformasi masyarakat dibayangkan melalui proses dialektika transformasi kontinyu dengan hadirnya pertentangan kelas yang memperebutkan penguasaan berbagai alat reproduksi dan saat mencapai puncak dialektika akan tercipta “masyarakat yang tak berkelas”. Gagasan ini bersumber dari filsafat dialektikanya Hegel yang mengajarkan tentang siklus tesis dan antitesis.
Sementara bagi Weber, bayangan transformasi itu tidaklah lewat suatu proses dialektika linear sebagaimana pikiran Marx, namun proses transformasi dan perubahan itu melalui proses evolusioner yang mana berbagai unsurnya saling berpengaruh atau saling mempengaruhi dalam sebuah tipe ideal masyarakat. Dari pemaparan tersebut, sebenarnya pengertian transformasi itu dikenakan pada sejumlah objek sehingga sebagai konsep, sering merupakan sebuah dikusi yang panjang. Dari rintisan para pemikir besar itulah, lahirlah berbagai pendukung dan pemrotes. Namun, transformasi itu mengabsahkan pendapat masing-masing pendukung atau pemrotes dalam konteks teori-teori besar yang memiliki ideologi.
Dalam perkembangan selanjutnya teori-teori sosial yang dibangun oleh dua tokoh terseut semakin berkembang yang kemudian melahirkan pendukung seperti Talcot Parsons yang kemudian melahirkan teori kapitalisme di pihak Weber. Kemudian dari pihak Marx muncul para pemikir sosial berhaluan kritis yang menganjurkan model sosialis, seperti Antonio Gramsci, Habermas dan Foucoult yang senantiasa mempersoalkan relasi sosial sebagai biang keladi munculnya ketidakadilan.
Dari pemaparan tersebut, meskipun terdapat perbedaan, penulis simpulkan bahwa teori transformasi sosial, disamakan dengan perubahan sosial, dan perubahan sosial adalah reproduksi dan transformasi.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Pringgodigdo, Ensiklopedi Umum, (Yogyakarta: Yayasan Kanisius, 1973). John M. Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia, (Jakarta: Gramedia, 1992). Mas’ud Khasan abdul Qohar, Kamus Ilmiah Populer, (Penerbit Bintang Pelajar, 1998). W.J.S Purwadarminta, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1976). Ensiklopedi Nasional Indonesia, (t.pt, Cipta Adi Pustaka, 1991). Agus Salim, Perubahan Sosial, Sketsa Teori dan Refleksi Metodologi Kasus Indonesia, (Yogyakarta: Tiara Wacana, 2002). Ryadi Gunawan, Transformasi Sosial Politik: Antaran Demokratisasi dan Stabilitas, dalam M. Masyhur Amin (ed) Agama, Demokrasi dan Transformasi Sosial, (Yogyakarta: KPSM, 1993).
Pengertian Transformasi Sosial 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Dari pemaparan tersebut, meskipun terdapat perbedaan, penulis simpulkan bahwa teori transformasi sosial, Istilah transformasi sosial adalah gabungan dari dua kata ‘transformasi’ dan ‘sosial’. Transformasi dalam ensiklopedi umum merupakan istila...



Advertisement

1 comment:

  1. njaluk artikel'e boz, buat ngerjakan tugas kuliah. makasih boz,,,,,

    ReplyDelete