.

Pengertian Nafs al-Amarah

 

Pada dasarnya jiwa manusia itu memiliki dua potensi yang berlawanan, yaitu kebaikan dan kejahatan. Potensi kebaikan dalam bahasa al-Quran antara lain diwakili oleh kata al-aql, al-qalb, al-ruh, dan al-fitrah. Sedangkan potensi kejelekan atau kejahatan biasanya merujuk pada al-nafs atau nafs, al-hawa (hawa nafsu), dan nafs al-amarah.
Nafs al-Amarah secara etimologi dapat diartikan dengan jiwa yang memerintah. al-Quran menyebut jiwa ini, “Sesungguhnya jiwa manusia (nafs) menyuruh berbuat kejahatan....” (Q.S. Yusuf: 53). Nafs ini ada dalam indra dan dikuasai oleh berbagai hasrat dan keinginan dunia rendah. Perjuangan dalam tahap-tahap awal perjalanan spiritual adalah melawan nafs al-Amarah.
Nafs al-Amarah atau nafs yang memerintah, menyuruh seseorang untuk melakukan segala bentuk kejahatan, merupakan nafs dari orang-­orang awam pada umumnya. Inilah nafs yang belum dimurnikan atau dibersihkan, dan sumber segala jenis kejahatan.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Amatullah Amstrongh, Kunci Memasuki Dunia Tasawuf, Terj. M.S. Nashrullah, (Bandung: Mizan, 2001).
Pengertian Nafs al-Amarah 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Nafs al-Amarah atau nafs yang memerintah, menyuruh seseorang untuk melakukan segala bentuk kejahatan, Pada dasarnya jiwa manusia itu memiliki dua potensi yang berlawanan, yaitu kebaikan dan kejahatan. Potensi kebaikan dalam bahasa al-Quran ...


Advertisement
Post a Comment