.

Model Pembelajaran Kuantum (Quantum Teaching)

 

Model pembelajaran kuantum (quantum teaching) dirumuskan oleh Bobbi DePorter. Oleh De Porter istilah kuantum didefinisikan sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Adapun quantum teaching dimaknai dengan “mengorkestrasi bermacam-macam interaksi yang ada di dalam dan di sekitar momen belajar”. Dengan kata lain, interaksi serta proses pembelajaran yang tercipta akan berpengaruh besar sekali terhadap efektivitas dan antusiasme belajar pada peserta didik sehingga akan berubah menjadi cahaya (pengetahuan) yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain.
Proses pembelajaran dalam model pembelajaran kuantum (quantum teaching) dirancang untuk membangun ikatan emosional antar peserta didik dan antara peserta didik dengan guru. Hal ini dilakukan dengan menciptakan kesenangan belajar, menjalin hubungan, dan menyingkirkan segala ancaman dari suasana belajar.
Penelitian psikolog kognitif dari Goleman dalam Bobbi De Porter menyebutkan, bahwa kerja saraf otak tidak optimal dalam merekatkan pelajaran dalam ingatan tanpa keterlibatan emosi. Sehingga berdampak kemampuan belajar siswa berkurang. Hal serupa juga diungkapkan oleh Howard Garner, seseorang belajar dengan segenap kemampuan dan senang terlibat dalam proses belajar jika menyukai hal yang dipelajari. Kondisi ini sangat relevan dengan peneapan model pembelajaran kuantum (quantum teaching).
Asas utama model pembelajaran kuantum (quantum teaching) bersandar pada konsep, yaitu “bawalah dunia peserta didik ke dunia guru, dan antarkan dunia guru ke dunia peserta didik”. Dalam kegiatan belajar mengajar, hal ini diwujudkan pada permulaan pembelajaran, yaitu dengan cara membuat keterkaitan antara materi yang akan diajarkan guru dengan peristiwa, pikiran atau perasaan yang pernah diperoleh peserta didik. Hal ini dilakukan untuk menciptakan jembatan antara peserta didik dan guru.
Model pembelajaran kuantum (quantum teaching) memiliki lima prinsip, yaitu: 1) Segalanya berbicara: lingkungan kelas, bahasa tubuh, dan bahan pelajaran semuanya menyampaikan pesan tentang belajar. 2) Segalanya bertujuan: setiap kegiatan belajar harus jelas tujuannya. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan harus dijelaskan pada peserta didik. Hal ini dilakukan agar peserta didik tertarik dan bergairah untuk belajar. 3) Pengalaman sebelum konsep: peserta didik terlebih dahulu mengalami informasi yang akan dipelajari sebelum memperoleh nama untuk apa yang akan dipelajari. Hal ini untuk menggerakkan rasa ingin tahu dan peserta didik untuk belajar sebaik-baiknya. 4) Menghargai usaha peserta didik sekecil apa pun baik yang sudah tepat maupun yang belum tepat. Penghargaan atas usaha yang telah dilakukan peserta didik dapat menumbuhkan dan memelihara semangat belajar. 5) Jika layak dipelajari maka layak pula dirayakan: perayaan dapat memberi umpan balik mengenai kemajuan dan dapat meningkatkan asosiasi positif dalam belajar.
Kerangka model pembelajaran kuantum (quantum teaching) dalam pelaksanaan pembelajaran mempunyai lima komponen, dikenal dengan akronim TANDUR, yaitu: Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan. Unsur-unsur ini membentuk basis struktural keseluruhan yang melandasi model pembelajaran kuantum (quantum teaching).
Model pembelajaran kuantum (quantum teaching) menggambarkan pembelajaran yang menyediakan dan memberi kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan otak kiri maupun otak kanan. Peserta didik tidak hanya tahu tentang sesuatu, tetapi juga dapat bertanya tentang sesuatu, dan dapat memperagakan sesuatu. Kerangka TANDUR melatih otak peserta didik untuk berpikir dengan cara melatih otak untuk mencari jawaban tentang bagaimana dan mengapa.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Bobbi De Porter, Mark Reardon, Sarah Singer-Nourie, Quantum Teaching: Orchestrating Student Success, diterjemahkan oleh Ary Nilandari, Quantum Teaching Mempraktikkan Quantum Learning di Ruang-Ruang Kelas, (Bandung: Kaifa, 2003).
Model Pembelajaran Kuantum (Quantum Teaching) 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Asas utama model pembelajaran kuantum (quantum teaching) bersandar pada konsep, yaitu “bawalah dunia peserta didik ke dunia guru, dan antarkan dunia guru ke dunia peserta didik”. Dalam kegiatan belajar mengajar, Model pembelajaran kuantum ( quantum teaching ) dirumuskan oleh Bobbi DePorter. Oleh De Porter istilah kuantum didefinisikan sebagai intera...


Advertisement
Post a Comment