.

Biografi Singkat Simuh

 

Nama lengkapnya Prof. Dr. Simuh. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 3 Juni 1933 Masehi. Merupakan anak kedua dari pasangan Supoyo dan Fatonah, tepatnya setelah lima tahun diproklamasikannya Sumpah Pemuda pada tahun 1928. Simuh yang dilahirkan sebagai anak seorang petani kecil yang taat beribadah dan selalu tabah dalam menjalani kehidupannya tepatnya di kawasan kaki Gunung Merapi 10 KM sebelah Utara Yogyakarta.
Simuh kecil yang belum dapat mengenal wajah sang Ibu harus ditinggalkan Ibunya untuk selama-lamaya, Setelah ditinggal wafat ibunya, Simuh harus menerima kenyataan, bahwa peran-peran ibu di masa kanak­kanak yang sangat membahagiakan harus digantikan oleh seorang Ibu tiri.
“Ibu kami meninggal sewaktu adik perempuan kami berusia 1 tahun. Saya tidak dapat membayangkan bagaimana wajah Ibu kami yang tercinta itu. Mungkin kakak perempuan kami yang dapat mengenalnya, Kami ingat dia menangis keras-keras sewaktu Ibu kami meninggal."
Simuh menuturkan kepribadian ayahnya yang sangat kuat dan sangat tekun beribadah, “..Ayah kami tidak pernah sekolah namun bisa membaca kitab kuning” Suami Ny. Musyarifah dan ayah Muhammad Haryanto (1969), Ernawati (1970), Sri Emmawati (1973), Arif Susila (1976). Dan, Sidik Saputra (1985) adalah sosok yang dikenal sebagai Rektor yang suka membawa sepeda “buntut” ontel ketika pergi ngantor.
Pendidikan formal yang ditempuh oleh Simuh adalah: SR (Sekolah Rakyat) dikampung tempat kelahiranya lulus tahun 1945. Setelah lulus Simuh melanjutkan sekolah SMP yang pada waktu itu disebut MULOlulus 1950 lalu melanjutkan sekolah SMA kota baru Yogyakrta lulus 1953.
Pada tahun 1963 Simuh lulus dari Fakusltas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga sesudah berhasil mempertahankan skripsi yang mengkritik tesa-tesa al-Ghazali dalam kitab al-Munqidz min al-Dlolal. Sejak itu pula Simuh diangkat menjadi asisten dalam Ilmu Tasawuf di Fakultas Ushuluddin di samping sebagai Kepala Bagian Perpustakaan IAIN Sunan Kalijaga.
Pada tahun 1981 Simuh mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di Canberra University Australia sampai menyelesaikan program doktornya dengan menulis desertasi tentang mistik Jawa Raden Ngabei Ronggowarsito. Penunjukan Simuh sebagai pengampu mata kuliah tasawuf oleh Prof. Mukti Ali yang pada waktu itu menjabat sebagai Dekan Fakultas Ushuluddin, karena dosen pengampu mata kuliah tasawuf sedang berhalangan, maka dipanggillah Simuh untuk mengampu mata kuliah tersebut karena melihat skripsi yang ditulis oleh Simuh.
Sebagai salah satu cendikiawan muslim hasil produk pendidikan Indonesia campur-campur Barat, Sosok Simuh terhitung sangat produktif dalam berbagai karya ilmiah. Baik dalam bentuk paper, text book, laporan penelitian, makalah yang diseminarkan, tulisan artikel, dan juga kata pengantar dalam beberapa buku. Meskipun sebagian besar karya–karya tulis tersebut mengangkat berbagai pemikirannya tentang Keislaman terutama Tasawuf dan Mistisisme Jawa. Namun sebagai seorang intelektual Simuh tidak hanya berkutat pada tema-tema Tasawuf dan Mistisisme saja, berbagai hal disoroti seperti globalisasi, kebudayaan, moralitas, pendidikan, filsafat serta berbagai masalah kontemporer lainnya.
Buku-buku Simuh yang sudah terbitkan di antaranya: Mistik Islam Kejawen Raden Ngabei Ronggowarsito, diterbitkan oleh Penerbit Rajawali Jakarta tahun 1988. Sufisme Jawa; Transform asi Tasawuf Islam ke Mistik Jawa, diterbitkan oleh Penerbit Bintang Budaya Yogyakarta tahun 1995. Buku pengukuhan pidato guru besar dengan judul Perkembangan Aspek Aqidah dalam Sufisme diterbitkan oleh IAIN Sunan Kalijaga tahun 1996. Tasawuf dan Krisis, yang ditulis bersama Amin Syukur, Abdul Muhayya dkk, diterbitkan oleh Pustaka Pelajar Yogyakarta tahun 2000.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Simuh, Perkembangan Aspek Aqidah dalam Sufisme, (Pengantar Pidato Pengukuhan Guru Besar Simuh. Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kali Jaga Yogyakarta 1996), Simuh. Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam, (Penerbit Rajawali; Jakarta.1996. Simuh. Islam dan Pergumulan Budaya Jawa, (Teraju Mizan; Jakarta tahun 2003).
Biografi Singkat Simuh 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Simuh kecil yang belum dapat mengenal wajah sang Ibu harus ditinggalkan Ibunya untuk selama-lamaya, Setelah ditinggal wafat ibunya, Nama lengkapnya Prof. Dr. Simuh. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 3 Juni 1933 Masehi. Merupakan anak kedua dari pasangan Supoyo dan Fatonah...


Advertisement
Post a Comment