.

Sejarah Azan Dua Kali pada Hari Jumat

 

Pada masa Nabi, azan pada hari Jumat dikumandangkan hanya satu kali, yaitu ketika Nabi berada di atas mimbar untuk menyampaikan khutbahnya. Hal seperti inipun berlangsung hingga pemerintahan Abu Bakr al-Shiddiq dan ‘Umar ibn al-Khaththab.
Sebagai implementasi dari QS al-Jum’ah (62): 9, ‘Umar ibn al-Khaththab pada masa kekhalifahannya memerintahkan azan dikumandangkan di pasar sebelum masuk waktu salat jumat. Maksudnya adalah sebagai peringatan kepada kaum Muslimin agar kegiatan jual beli segera dihentikan.
Ketika ‘Usman ibn ‘Affan menjadi khalifah, ia berinisiatif menambah azan menjadi dua kali pada hari Jumat. Azan pertama dikumandangkan di tempat suara yang bisa terdengar lantang (al-zaura’). Setelah itu, muadzdzin diam sejenak. Azan kedua dikumandangkan setelah khatib naik di atas mimbar.
Azan dua kali yang dipraktekkan oleh sebagian besar kaum Muslimin dewasa ini pada hari Jumat, hal itu berdasar pada tradisi yang pernah dipraktekkan oleh ‘Usman ibn ‘Affan ketika menjabat sebagai khalifah. Tentu saja tradisi seperti itu tidak termasuk Bid’ah Sayyi’ah, karena selain memiliki akar sejarah, juga bertujuan untuk mengumpulkan kaum Muslimin di masjid sebelum khatib naik di atas mimbar.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Muhammad ‘Aliy al-Sayis, Tafsir Ayat al-Ahkam, Bagian IV (T.tp., tp., t.th.). Abiy ‘Abdillah Muhammad bin Ahmad al-An¡ariy al-Qurthubiy, Juz XVIII.
Sejarah Azan Dua Kali pada Hari Jumat 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Azan dua kali yang dipraktekkan oleh sebagian besar kaum Muslimin dewasa ini pada hari Jumat, hal itu berdasar pada tradisi yang pernah dipraktekkan oleh Pada masa Nabi, azan pada hari Jumat dikumandangkan hanya satu kali, yaitu ketika Nabi berada di atas mimbar untuk menyampaikan khutbahnya....

Gunakan Browser Super Kencang Gratis, Klik di Sini


Advertisement

3 comments:

  1. jadi, asbabun nuzulx Q.S Al-Jumuah:62:9 bgmn ceritax pak ? soalx dr refrence di atas kan Umar RA mengimplmtsikn ayat tesebut pada masax tp kan pd masa Rasulullah tetap aja 1X . tp yg saya tau ada jg Hadits Rasulullah yg pada intinya mengajak kita mengikuti dua umar di belakangx ! bukannya bgtu Pak ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya begini, Adzan jum’at dua kali dasarnya, sebuah atsar Utsman bin Affan, yang artinya:
      "Imam az-Zuhri berkata: as-Sa`ib bin Yazid mengabarkan kepadaku, Bahwasanya adzan yang telah Allah sebutkan di dalam al-Qur`an pada mulanya dikumandangan ketika imam duduk di atas mimbar dan ketika sholat akan ditegakkan pada hari jum'at di depan pintu masjid pada masa Nabi saw, Abu Bakar dan Umar. Kemudian ketika tiba khilafah Utsman dan orang-orang semakin bertambah banyak serta rumah-rumah saling berjauhan, Utsman memerintahkan pada hari jum'at untuk dikumandangkan adzan yang ketiga (pada sebuah riwayat disebutkan: pertama. Dan di riwayat lainnya disebutkan: adzan kedua) di atas sebuah rumah miliknya di sebuah pasar yang bernama az-Zaura`. Lalu adzan dikumandangkan di az-Zaura` sebelum beliau keluar untuk memberitahukan kepada orang-orang bahwa waktu jum'at telah tiba. Maka demikianlah seterusnya hal tersebut berlangsung, dan orang-orang tidak mencela beliau atas hal itu, akan tetapi mereka pernah mencela beliau lantaran menyempurkana shalat (tidak mengqasharnya) ketika berada di Mina. (HR. al-Bukhari, jilid 2, hlm. 314, 316, 317, Abu Dawud, jilid 1, hlm. 171, an-Nasa`i, jilid 1, hlm. 297, at-Tirmidzi, jilid 2, hlm. 392 dan Ibnu Majah, jilid 1, hlm. 228. Juga diriwayatkan oleh asy-Syafi'i, Ibnul Jarud, al-Baihaqi, Ahmad, Ishaq, Ibnu Khuzaimah, ath-Thabrani, Ibnul Munzdir, dll.)
      Dua Alasan Utsman Adzan Dua Kali.
      1. Semakin banyaknya manusia, dan
      2. Rumah-rumah mereka yang saling berjauhan.
      Dan dua sebab tersebut hampir tidak tidak terwujudkan pada masa sekarang. Apalagi hampir seluruh masjid yang ada sudah menggunakan speaker untuk mengumandangkan adzan, sehingga semuanya dapat mendengarkan adzan jum’at baik yang dekat maupun yang jauh.
      Lantas Adzan Sekali atau Dua Kali?
      Pendapat penulis adalah, adzan jum’at cukup dikumandangkan sekali saja. Alasannya:
      1. Tidak adanya sebab yang mendorong untuk mengumandangkan adzan dua kali sebagaimana yang dilakukan Utsman bin Affan lantaran dua alasan masuk akal di atas.
      2. Mengikuti sunnah Rasulullah, Abu Bakar dan Umar. Dan tentu saja sunnah beliau jauh lebih kita cintai dari pada sunnah yang lainnya.
      Trims...

      Delete
  2. Terimakasih sudah boleh mampir, ini sangat membantu sekali informasinya

    ReplyDelete