.

Penafsiran Kata Sayyi'ah dalam al-Quran

 

Kata Sayyi'ah, termasuk kata yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan arti dosa.
Pakar bahasa al-Quran, al-Raghib al-Asfahani, mengartikan kata al-Sayyi'ah atau al-Su’ dengan; Kullu ma yaghummu al-insan min al-umur al-dunyawiyyat wa al-ukhrawiyyat wa min al-ahwal al-nafsiyyat wa al-badaniyyat wa al-kharijat min fawat malin wa jahin wa faqd hamim (segala sesuatu yang dapat menyusahkan manusia, baik masalah keduniaan maupun masalah keakhiratan, atau baik masalah yang terkait dengan kejiwaan atau jasmani, yang diakibatkan oleh hilangnya harta benda, kedudukan dan meninggalnya orang-orang yang disayangi).
Ternyata kata Sayyi'ah yang muncul dalam al-Quran, semuanya merujuk kepada arti yang disebutkan al-Asfahani di atas. Dalam al-Quran, surat Thaha ayat 22, dikatakan bahwa Tuhan memerintahkan Nabi Musa untuk memasukkan tangannya ke ketiaknya, niscaya tangan Nabi Musa akan keluar menjadi putih cemerlang tanpa cacat. Kata al-Su’, dalam ayat ini berarti penyakit, yaitu al-Barash (belang), yang banyak menimpa tangan, penyakit yang selalu menyusahkan orang yang ditimpanya. Oleh karena itu, sangat tepat bila kata al-su’ diartikan juga dengan al-Huzn (susah). Sesuatu hal yang jelek juga dikatakan al-Su’, dan karena itu kata al-Su’ dalam hal ini dilawankan dengan al-Husna (baik), dan al-Sayyiah dilawankan dengan kata al-Hasanah, seperti terdapat dalam surat al-Nisa'ayat 79.
Dalam al-Quran, perbuatan-perbuatan yang dikategorikan al-Su’ antara lain: perzinaan (Surat al-Nisa' ayat 22), sebagaimana firman-Nya:
ولا تنكحوا ما نكح ءاباؤكم من النساء إلا ما قد سلف إنه كان فاحشة ومقتا وساء سبيلا
Dan janganlah kamu kawini wanita-wanita yang telah dikawini oleh ayahmu, terkecuali pada masa yang telah lampau. Sesungguhnya perbuatan itu amat keji dan dibenci Allah dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).
Bentuk perbuatan dosa lainnya adalah mengubur hidup-hidup anak perempuan seperti yang dilakukan masyarakat Jahiliyah (surat al-Nahlayat 58-59):
وإذا بشر أحدهم بالأنثى ظل وجهه مسودا وهو كظيم يتوارى من القوم من سوء ما بشر به أيمسكه على هون أم يدسه في التراب ألا ساء ما يحكمون
Dari sekian banyak kata al-Su’ atau al-Sayyi'ah yang muncul dalam al-Quran, kelihatannya tidak selalu mengacu kepada arti dosa besar (seperti yang disebutkan dalam Hadis Rasulullah), atau dosa kecil. Terkadang kata al-Su’ digunakan untuk menyebut dosa besar, seperti zina (surat al-Isra' ayat 32), membunuh anak perempuan hidup-hidup (surat al-Nahl ayat 58-59), dan sebagainya. Terkadang juga kata al-Su’ ada yang mengacu kepada dosa kecil, seperti yang muncul dalam surat al-Nisa' ayat 31. Disamping itu, ada lagi kata al-Su' dalam al-Quran yang tidak jelas mengacu kepada dosa besar atau dosa kecil, seperti yang muncul dalam surat al-A'raf ayat 95, surat al-Ra'du ayat 6, surat Yunus ayat 28, surat al-Naml ayat 90, dan surat Ghafir ayat 40.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
M. Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah, Vol. 2 (Jakarta: Lentera Hati, 2004). Ahmad Hatta, Tafsir Qur’an Per Kata, (Jakarta: Maghfirah Pustaka, 2009). Al-Raghib al-Ashfahaniy, Mufradat Alfazh Al-Quran, (Damaskus: Dar al-Qalam, 1992). Al-Raziy, Tafsir al-Kabir (Mafatih al-Ghaib), (Cet. I; Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 1990). Muhammad Abduh, Tafsir al-Manar, (Cet. II; Beirut: Dar al-Fikr, 1973). Abdul Aziz Dahlan et.al, Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: Ichtiar Baru van Hoeve, 1996). CD-ROM Al-Mausu’ah al-Hadis al-Syarief.
Penafsiran Kata Sayyi'ah dalam al-Quran 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Ternyata kata sayyi'ah yang muncul dalam al-Quran, semuanya merujuk kepada arti yang disebutkan al-Asfahani di atas. Kata Sayyi'ah , termasuk kata yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dengan arti dosa. Pakar bahasa al-Quran, al-Raghib al-Asfahan...


Advertisement
Post a Comment