.

Kecenderungan Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis

 

Dalam referensi sebelumnya, terlihat bahwa sistem ekonomi kapitalis, identik dengan kekuasaan oleh pemilik modal. Hal tersebut menimbulkan sistem ekonoi kapitalis memiliki kelemahan. Beberapa kecenderungan kelemahan sistem ekonomi kapitalis, yaitu:
Ketidakmerataan
Kelemahan sistem ekonomi kapitalis ini, berawal dari persaingan bebas yang menimbulkan kecenderungan setiap orang untuk lebih mementingkan kepentingannya sendiri. Bagi orang yang telah berkecukupan, lebih memilih tidak peduli dengan orang yang kurang mampu, karena kepedulian bukan bagian dari kewajibannya.
Ketimpangan sosial secara tidak langsung mengubah struktur masyarakat menjadi dua bagian, kaya dan miskin, dan melegitimasi untuk menuntut lebih banyak kepada negara. Yang kaya merasa berhak diberi fasilitas lebih karena ia ikut membantu pembangunan negara, demikian juga yang miskin merasa bahwa ia berhak di pelihara negara, karena ia miskin akibat negara.
Ketidakselarasan
Setiap orang menggunakan kebebasan untuk mengeksploitasi sumber daya yang dimilikinya dengan efisien guna memmperoleh keuntungan yang lebih banyak. Kelemahan sistem ekonomi kapitalis seperti itu, menimbulkan Keadaan ini yang menyebabkan terjadinya eksploitasi sumber daya dengan alasan; apapun yang dikerjakan, adalah upaya mengaktualisasikan kebebasan.
Bila prioritas untuk memproduksi barang sosial yang diinginkan tidak dapat diekspresikan dalam mekanisme pasar, maka kekuatan-kekuatan pasar akan cenderung mendorong keadaan kepada penggunaan sumber-sumber daya yang tidak efisien dan tidak merata. Maka tidak akan ada keselarasan dalam kehidupan masyarakat bila menggunakan sistem ini.
Mekanisme Profit
Kaum kapitalis berdalih, efisiensi usaha bisa dijadikan legitimasi untuk menaikkan batas produksi dan mengurangi biayanya guna mendapatkan keuntungan yang maksimal. Hal ini dilakukan sebagai alasan bagi pengusaha untuk mempertahankan produksi dan memenangkan persaingan usaha dengan pihak-pihak lain. Hal ini tentunya merupakan titik kelemahan sistem ekonomi kapitalis.
Materialistis
Nilai-nilai sosial seperti kerja sama, saling membantu, kurang mendapat tempat dalam kehidupan kapitalis. Kelemahan sistem ekonomi kapitalis yang berujung kepada sikap seperti itu berawal dari alasan, segala kegiatan ekonomi didasarkan atas terpenuhinya optimalisasi guna mencapai output produksi dan keuntungan produksi yang di harapkan. (salah satu contoh akibatnya, baca di sini)
Krisis Moral
Dalam kapitalisme, setiap orang mengejar kekayaan agar mendapat peran lebih dalam masyarakat. Hal ini mengakibatkan perencanaan mendapatkan kekayaan mendominasi hidup manusia setiap saat. Keadaan ini mempersempit ruang untuk berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya. Akhirnya hal ini yang mengakibatkan manusia kehilangan unsur-unsur kemanusiaannya (dehumanisasi) dan terasing oleh dirinya sendiri (aliensi).
Kapitalisme cenderung menjerumuskan manusia pada sikap yang mempermaklumkan keadaan (exance), segala sesuatu yang terjadi dianggap sebagai fenomena kehidupan yang tidak terelakkan. Demikian juga dengan masalah nilai bagi masyarakat kapitalis tidak diarahkan pada pemahaman salah satu nilai.
Mengesampingkan Kesejahteraan
Konsep kapitalis cenderung memahami pertumbuhan ekonomi lebih harus diperhatikan dari pada pemerataan ekonomi, karena pemerataan akan timbul setelah adanya pertumbuhan ekonomi (tricle down effect). Kebijakan ini merupakan dampak dari mekanisme modal yang cenderung berputar pada kalangan pengusaha. Bila pengusaha mendapatkan keuntungan maka secara tidak langsung akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Kebijakan ini akan menjadi kesejahteraan masyarakat terabaikan.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Abu A’la al-Maududi, Dasar-dasar Ekonomi dalam Islam dan Berbagai Sistem masa kini, (Cet.I; Bandung : Al-Maarif, 1980). M.Abdul Mannan, Teori dan Praktek Ekonomi Islam, (Jakarta: Dana Bakti Wakaf,1997).
Kecenderungan Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Dalam referensi sebelumnya , terlihat bahwa sistem ekonomi kapitalis, identik dengan kekuasaan oleh pemilik modal. Hal tersebut menimbulkan...


Advertisement

No comments:

Post a Comment