.

Biografi Abul Kalam Azad

 

Abul Kalam Azad dibesarkan dalam lingkungan Islam yang taat. Ayahnya bernama Maulana Muhammad Khairuddin adalah seorang yang berilmu, penulis berbagai buku yang berbahasa Arab serta dihormati beribu-ribu pengikutnya di India. Setelah gagal melawan pemerintahan Inggris pada tahun 1857 ayah Abul Kalam pindah ke Mekah. Di sana ia kawin dengan anak perempuan salah seorang ulama paling shaleh. Yaitu seorang perempuan yang memiliki intelegensi yang tinggi dan juga seorang sarjana Arab. Dari perkawinan ini lahirlah Abul Kalam Azad pada tahun 1888 M. Sejak ibunya mengetahui tidak ada bahasa selain bahasa Arab, maka bahasa Arablah yang menjadi bahasa asalnya.
Untuk pendidikan dasarnya ia tidak dikirim ke berbagai sekolah tetapi diajar oleh orang tuanya dan juga para ulama Arab teman ayahnya sendiri. Pada tahun 1898 M ia pindah ke India dan menetap di Kalkutta untuk selamanya.
Didikan pertama diperolehnya di Mekah dan selanjutnya di al-Azhar Cairo. Dari perguruan ini ia hanya memperoleh pengetahuan bahasa Arab dan agama. Dengan bimbingan para tutor, Abul Kalam menuntut penuh tambahan pelajaran bahasa Arab dan Persi, Filsafat, Logika, Aritmetika, Geografi serta Sejarah yang biasanya memerlukan waktu 14 tahun untuk selesai, karena demikian cerdasnya pelajaran tersebut tidak kurang dari 4 tahun. Ia tidak ingin menjadi seperti orang tuanya tetapi bercita-cita menjadi pengarang dan politikus.
Abul Kalam Azad adalah benar-benar anak yang luar biasa ketika baru berumur 12 tahun ia ingin menulis riwayat hidup Imam al-Gazali. Dua tahun kemudian ia menulis artikel-artikel ilmiah di Makhzan, majalah sastra yang paling baik pada waktu itu dan di hormati orang sebagai alim ulama, ia juga sering menghadiri pertemuan-pertemuan nasional. Dalam waktu senggangnya ia menulis puisi dalam bahasa Urdu yang benar-benar mempunyai nilai artistik.
Pada tahun 1904 M ia diundang oleh masyarakat Anjuman Himayat Islam di Lahore untuk menyampaikan ceramah tahunan. topik yang diberikan “Rasional Sebagai Dasar Agama”. Para pendengarnya termasuk orang termasyhur seperti penulis prosa Urdu, Nazir Ahmad dan penulis puisi, Hali dan Allamah Muhammad Iqbal. Demikian terkesan oleh ceramah yang disampaikannya hingga kesempatan ini menjadikan namanya terkenal seluruh India.
Pada tahun 1912 M diusianya yang masih muda ia mengeluarkan suatu majalah di Kalkutta yang bernama al-Hilal. Pada mulanya sirkulasi majalah itu berjumlah 11.000 tetapi kemudian meningkat menjadi 25.000 examplar. Di majalah inilah ia keluarkan ide-idenya mengenai agama yang pada waktu itu mengejutkan bagi golongan ulama. Al-Hilal mengandung ide-ide politik dan karena serangan dan kritiknya yang tajam tentang pemerintah Inggris, majalah itu akhirnya dilarang terbit.
Semenjak muda ia telah memasuki lapangan politik dan menggabungkan diri dengan partai Kongres. Aktifitasnya dalam lapangan politik membuat ia berulang kali ditangkap dan dipenjarakan. Pada tahun 1923 M dalam usia 30 tahun ia terpilih menjadi Presiden Partai Kongres. 17 tahun kemudian yaitu pada tahun 1940 M ia terpilih kembali untuk kedua kalinya menjadi Presiden. Selama hidupnya ia selalu memegang jabatan penting Kongres dan setelah India merdeka ia pernah menjadi Menteri Pendidikan India. Abul Kalam Azad meninggal dunia pada tahun 1958 M.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Maryam Jamelah, Islam and Modernism diterjemahkan oleh A. Jainuri dan Syafiq dengan judul “Islam dan Modernisme” (Cet. I; Surabaya: Usaha Nasional, 1965). Harun Nasution, Pembaharuan dalam Islam Sejarah Pemikian dan Gerakan (Cet. IX; Jakarta: Bulan Bintang, 1992). Mukti Ali, Alam Pikiran Islam Modern di India dan Pakistan (Cet. I; Yogyakarta: Mizan, 1993).
Biografi Abul Kalam Azad 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Didikan pertama diperolehnya di Mekah dan selanjutnya di al-Azhar Cairo. Dari perguruan ini ia hanya memperoleh pengetahuan bahasa Arab dan agama. Abul Kalam Azad dibesarkan dalam lingkungan Islam yang taat. Ayahnya bernama Maulana Muhammad Khairuddin adalah seorang yang berilmu, penul...


Advertisement
Post a Comment