.

Pengertian Akal Menurut Pakar

 

Banyak ahli memberikan pengertian yang berbeda terhadap akal. Dalam bahasa Arab, diartikan sebagai kecerdasan; lawan kebodohan dan diartikan dengan hati (gaib), sesuatu kekuatan yang membedakan dari semua jenis hewan. Berasal dari bahasa Arab, yang berarti mengikat. Maksudnya kata akal dapat membatasi dan memikirkan masalah yang dihadapi manusia untuk mengetahui bentuk kata benda mana yang harus dikerjakan dan mana yang harus dijauhi. Oleh karena itu untuk mendapatkan sesuatu pengertian yang jelas tentang akal maka berikut ini penulis akan mengemukakan beberapa pendapat baik menurut bahasa maupun istilah.
Harun Nasution menyebutkan bahwa kata akal yang menjadi kata Indonesia, berasal dari bahasa Arab “al-Aql” yang dalam bentuk kata benda tidak terdapat dalam Al-quran, hanya membawa bentuk kata kerja al-Aqaluh 1 ayat, ta’qilun 24 ayat, na’qilu 1 ayat, ya’qiluha 1 ayat, dan ya’qilun 22 ayat. Kata tersebut dalam arti paham dan mengerti.
Abu Bakar ibn al-Arabi (1165-1240 M), menyebutkan sebagai ilmu, yaitu suatu sifat yang dengannya persepsi ilmu dapat di hasilkan abu bakar ibn al-Arabi berdasarkan pendapatnya dengan ayat Al-Quran yang memberikan motivasi terapan terhadap sesuatu yang di informasikan dengan ayat-ayat tersebut. Menurutnya, hasil-hasil terapan dinamakan ilmu, bukan akal.
Menurut Izutzu, kata “aql” di zaman jahiliyah di pakai dalam arti kecerdasan praktis (practical intelligene) yang dalam istilah psikologi modern disebutkan kecakapan memecahkan masalah. Lebih lanjut disebutkan, bahwa kata “aql” masuk ke dalam falsafah Islam dan mengalami perubahan arti. Dengan masuknya pengaruh filsafat Yunani ke dalam pemikiran islam , kata “agl” mengandung arti yang sama dengan kata Yunani “nous” mengandung arti daya pikir yang terdapat dalam jiwa manusia.
Berangkat dari beberapa pengertian akal yang dikemukakan di atas (dalam arti bahasa), maka kita memperoleh suatu gambaran bahwa walaupun berbeda lapadznya, tapi apabila dikembalikan kepada akar katanya baik yang mengandung arti memahami, mengingat dan merenungkan, hal tersebut merupakan daya yang terdapat pada manusia sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang mewujudkan dalam bentuk kreasi.
Menurut Istilah, Ibnu Khaldun sebagaimana yang dikutip oleh Endang Saifuddin Anshari mengemukakan sebagai berikut: akal itu ialah sesuatu timbangan yang cermat yang hasilnya adalah pasti dan dapat dipercaya. Ibrahim Mustafah dalam al-Mu’jam al-Wasith memberikan penjelasan bahwa:
“Akal ialah apa yang dengannya dapat dibedakan yang indah dari yang buruk, orang baik dari yang jahat, dan hak dari yang batil”.
Dapat ditarik kesimpulan, bahwa akal merupakan suatu alat utama untuk memahami dan memikirkan berbagai fenomena yang dihadapi oleh manusia, yang terdapat dalam jiwa manusia itu sendiri sebagai makhluk Allah yang tertinggi kedudukannya dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena dengan itu manusia dapat merenungi berbagai masalah yang sedang dihadapi dan akan ditemukan dalam kehidupan ini. Sebab geraknya melahirkan niat dan tujuan terkutuk. Dengan kata lain bahwa dengan akallah manusia dapat bermutu, berkarya dan berbudaya untuk memenuhi kebutuhannya dalam kehidupan ini.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Abdul al-Salim Mukrim, al-Tika al-Islami Baina al-Aql wa al-Wahy Atrasuhu fi Mustaqbal al-Islam, dterjemahkan oleh Anwar Wahid Hasi dengan judul Pemikiran Islam antara Akal dan Wahyu (Jakarta: Mediyatamaa Sarana Perkasa, 1987). Muhmmad Idris Abdul Rauf al-Marbawy, Kamus al-Marbawy, Juz II (Mesir: Mustafa al-Baby al-Hallaby, 1935). Harun Nasution, Akal dan Wahyu Dalam Islam (Jakarta: Universitas Indonesia, 1980). Endang Saifuddin Anshari, Ilmu, Filsafat dan Agama (Cet. I; Surabaya: Bina Ilmu, 1977). Ibrahim Mustafa, Kamus al-Mu’jam al-Wasith, Juz II (Teheran: Maktabah al-Ilmiyah, t,th.). Louis Ma’luf, al-Munjid fi al-Lughah (Cet. XXIII; Beirut: Dar al-Masyrig, t.th.).
Pengertian Akal Menurut Pakar 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Kata “aql” di zaman jahiliyah di pakai dalam arti kecerdasan praktis (practical intelligene) yang dalam istilah psikologi modern disebutkan kecakapan memecahkan masalah. Banyak ahli memberikan pengertian yang berbeda terhadap akal. Dalam bahasa Arab, diartikan sebagai kecerdasan; lawan kebodohan dan diartika...


Advertisement

1 comment:

  1. nice info, terima kasih penjelasanya sangat membantu :D

    ReplyDelete