.

Penelitian Agama Sebagai Gejala Sosial

 

Pada penelitian agama sebagai gejala sosial, masalah sedikit lebih kompleks dan diperlukan sistematika, ketimbang pada saat meneliti agama sebagai gejala budaya. Dikatakan demikian, sebab penelitian ilmu sosial berupaya meletakkan dirinya mendekati penelitian kealaman, atau sekurang-kurangnya terletak antara penelitian budaya dan penelitian kealaman.
Dengan demikian, desain penelitian agama sebagai gejala sosial, akan menekankan pentingnya penemuan keterulangan gejala yang diamati, sebelum sampai kepada kesimpulan.
Sebagai contoh adalah penelitian tentang “Pandangan Ulama terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD dalam Program Keluarga Berencana”. Signifikansi penelitian ini adalah memberi pengertian kepada umat Islam mengenai pandangan ulama mengenai KB, terutama dalam penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral).
Untuk meneliti masalah di atas, ada empat hal yang harus dilakukan oleh peneliti, yaitu: Pertama, merumuskan masalahnya, termasuk operasionalisasi konsep dari masalah yang disebut dalam judul. Kedua, signifikansi atau pentingnya penelitian. Ketiga, cara melakukan pengumpulan dan analisis data. Keempat, studi pustaka, yang berguna untuk mengetahui studi apa saja yang pernah dilakukan yang berbicara menegenai pandangan ulama tentang KB.
Antara IUD dengan alat kontrasepsi lain, seperti kondom dan pil (obat yang diminum), tentu memiliki status hukum yang berbeda. Kedua alat kontrasepsi yang disebutkan terakhir, tidak terkait persoalan aurat. Berbeda dengan IUD, dalam pemasangannya, harus berhadapan dengan ketentuan hukum mengenai “larangan melihat aurat wanita”. Di sinilah dilihat kemampuan peneliti dalam memilih responden dan menganalisis dua masalah yang saling bertentangan, yaitu larangan melihat aurat wanita dan kebolehan memasang IUD bagi peserta KB wanita.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
A. Mukti Ali, Penelitian Agama di Indonesia, dalam Mulyono Sumardi (editor), Penelitian Agama, Masalah dan Pemikiran, Jakarta: Sinar Harapan, 1982. M. Atho Mudzhar, Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktek, Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset, 2001.
Penelitian Agama Sebagai Gejala Sosial 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Pada penelitian agama sebagai gejala sosial, masalah sedikit lebih kompleks dan diperlukan sistematika, ketimbang pada saat meneliti agama sebagai gejala budaya. Pada penelitian agama sebagai gejala sosial, masalah sedikit lebih kompleks dan diperlukan sistematika, ketimbang pada saat meneliti agama ...

Gunakan Browser Super Kencang Gratis, Klik di Sini


Advertisement

No comments:

Post a Comment