.

Ilmu Kalam sebagai Disiplin Ilmu

 

Dalam lembaran sejarah disebutkan, bahwa ilmu kalam sebagai salah satu disiplin ilmu yang berdiri sendiri untuk pertama kali pada masa Khalifah Abbasiyah al-Makmun (w. 218 H) setelah ulama Muktazilah mempelajari kitan-kitab filsafat yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab dipadukan dengan metode kalam sebelum masa al-Makmun, ilmu yang membicarakan masalah kepercayaan disebut al-fiqh sebagai perimbangan fiqh fi al islamy, yaitu ilmu yang membahas tentang hukum Islam. Sebagaimana imam Abu Hanifah menamakan bukunya mengenai kepercayaan agama dengan al-Fikh al-Akbar.
Ilmu kalam belakangan juga dikenal dengan teologi Islam yang sudah lama dikenal oleh penulis-penulis barat. Dalam pembahasan para ahli ketimuran selalu digunakan teologi untuk ilmu kalam ini ilmu kalam atau teologi Islam timbul karena Islam sebagai agama merasa perlu menjelaskan pokok-pokok dasar agamanya dan segi-segi dakwah sebagai tujuan al-Quran dan sunnah. Dua dasar ini membicarakan wujud tuhan dengan segala aspeknya dan menyatakan hubungannya dengan mahluk.
Istilah ilmu kalam, belum dikenal pada masa Rasulullah saw. Tetapi, selang beberapa periode setelah ilmu keislaman mulai muncul dan banyak orang membicarakan tentang metafisika atau alam gaib, dalam ilmu ini terdapat berbagai golongan. Kurang lebih tiga abad lamanya kaum muslimin melakukan berbagai perdebatan baik sesama pemeluk Islam maupun pemeluk agama lain, akhirnya kaum muslimin mencapai ilmu yang membicarakan dasar-dasar akidah dan rincian-rinciannya, baik oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Karena berbagai persoalan kalam yang muncul, timbullah bermacam-macam aliran. Muhammad Abdul Karim Syahristani menggolongkan aliran kalam sebagai berikut :
  1. Sifat-sifat Allah swt. Dan pengesaan sifat-sifat menimbulkan aliran Asyariyah Karamiyah, Mujassimah, dan Mu’tasilah.
  2. Qadar dan keadilan Allah swt. Menimbulkan aliran Qadariyah Nijariyah, Jabariyah, Asy’ariyah dan Karamiyah.
  3. Janji dan ancaman iman dan kafir surga dan neraka menimbukan aliran Mur’jiah, Wa’idiyah, Mu’tazilah, Asy’ariyah dan Karamiyah. 
  4. Baik dan buruk menimbulkan aliran Syi’ah, Khawarij, Muktazilah, karamiyah, dan Asy’ariyah.
Dari uaraian di atas, metode kajian kalam adalah metode pendekatan rasional.
Referensi Makalah®
*Berbagai sumber
Ilmu Kalam sebagai Disiplin Ilmu 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Ilmu kalam belakangan juga dikenal dengan teologi Islam yang sudah lama dikenal oleh penulis-penulis barat. Dalam pembahasan para ahli ketimuran selalu digunakan teologi untuk ilmu kalam ini ilmu kalam atau teologi Islam Dalam lembaran sejarah disebutkan, bahwa ilmu kalam sebagai salah satu disiplin ilmu yang berdiri sendiri untuk pertama kali pada masa Khal...


Advertisement
Post a Comment