Posts

Showing posts from January, 2012

Sejarah Serangan Hulagu Khan

Hulagu Khan menggantikan ayahnya pada 1256 M. Pada tahun 1258 tentara Mongol yang berkekuatan sekitar 200.000 orang tiba di salah satu pintu Bagdad yang ketika itu pemerintahan Abbasiyah dipegang oleh Al-Mu'tashim (1243-1258), betul-betul tidak mampu membendung serangan tentara Hulagu, tepatnya pada tanggal 10 Pebruari 1258 M, setelah Hulagu sebelumnya menyampaikan ultimatun kepada khalifah untuk menyerah. Benteng Kota Baghdad ditembus dan kota Baghdad dihancurkan, Khalifah dan keluar­ganya serta penduduknya dibunuh. Setelah itu Hulagu Khan secara membabi buta dan meng­ganas menyerbu kedalam kota. Membunuh penduduk yang dite­mui, menjarah barang-barang berharga, membakar istana, masjid-masjid, gedung-gedung pemerintahan perpustakaan, dan segala isinya. Peristiwa ini berlangsung selama 40 hari, sehingga kota Baghdad hancur berantakan, porak-poranda dan rata dengan tanah, serta mayat-mayat bergelimpangan. Walaupun sudah dihancurkan, Hulagu memantapkan ke­kuasaannya di Baghdad selam…

Latar Belakang Serangan Mongol terhadap Islam

Serangan-serangan mongol terhadap kerajaan-kerajaan Islam bermula sekitar tahun 1212 M yakni ketika tiga orang saudagar dari Bukhara bersama dengan pengirimnya berkehendak menuju Tatar untuk menjual barang dagangannya. Ketika rombongan saudagar tersebut memasuki Karakorum, ketiga saudagar bersama dengan rombongannya ditahan dan disiksa oleh bangasa Tatar dan barang dagangannya dirampas. Peristiwa tersebut sangat menyakitkan hati bagi orang Bukhara dan Emir al-Hawarizmi saat itu, yang mereka tidak menyangka kalau saudagar dari bukhara akan diperlakukan seperti itu. Tidak lama setelah peristiwa tersebut, Jenghis Khan mengirim 150 Orang saudagar dari Tatar ke Bukhara untuk membeli barang keperluan kerajaan. Ketika rombongan saudagar tersebut di Bukhara, Emir setempat (Ghayur Khan) segera menangkap semua utusan jenghis Khan dan menjatuhi hukuman mati kecuali satu orang lolos dari pembunuhan dan berhasil ke Tatar. Dan tindakan tersebut adalah memperoleh restu dari Sultan Alauddin Muhammad …

Sejarah Bangsa Mongolia dan Kehancurannya

Kehidupan bangsa mongol tetap sederhana, mereka adalah bangsa normal yang berpindah-pindah dari satu tempat ketempat yang lain, mengembala kambing dan hidup dari hasil buruan, sebagaimana umumnya bangsa yang normal. Bangsa mongol memiliki watak yang kasar, suka berperang dan berani menghadapi maut dalam mencapai keinginannya. Kelebihan bangsa mongol dibanding dengan bangsa yang lainnya adalah kepatuhan mereka terhadap pimpinannya, mereka menganut agama Syamanisme, menyembah binatang, dan sujud kepada matahari yang sedang terbit. Dalam perkembangan selanjutnya di luar dugaan, tidak sedikit diantara mereka masuk Islam bahkan pemimpin mereka ada yang memeluk Islam salah satunya adalah Timur Lenk. Ada beberapa faktor kekalahan dan kehancuran umat Islam bukan hanya semata akibat dari faktor eksternal, tetapi juga tidak terlepas dari faktor internal umat Islam antara lain: Pergolakan dalam Kekuasaan Di Bagdad setelah Khalifah kesembilan (al-Wasiq), Khalifah Abbasiyah lebih banyak bergelima…

Faktor Pendukung Kemajuan Dinasti al-Muwahhidun

Ada beberapa hal penting yang menjadi faktor pendukung bagi perkembangan kemajuan yang dicapai oleh Dinasti al-Muwahhidun, antara lain: Adanya kemampuan menagemen pemimpinnya. Adanya kemampuan, terutama dalam bidang managemen militer tersebut menjadikan Dinasti al-Muwahhidun memiliki pasukan yang kuat yang dilengkapi dengan armada laut berupa kapal perang, bahkan hal inilah yang mendorong Salahuddin al-Ayyubi bekerja sama dengan al-Muwahhidun untuk mengusir tentara salib yang mengasai sebagian negeri-negeri Islam di Timur. Perhatian penguasa terhadap ilmu pengetahuan sangat besar. Sejarah membuktikan bahwa pada masa al-Muwahhidun inilah muncul para filosof, seperti Ibn Thufail (1106-1185 M), Ibn Rusyd (1126-1198 M), dan Ibn al-Arabi (w. 1240 M). Di bidang ‘Ulum al-Qur’an dan Nahwu, muncul Abu Ishaq Ibrahim Abd al-Malik; dan di bidang ilmu Fikih, muncul Abu Bakr al-Jad. Syed Amir Ali mengatakan, ketika Abu Ya’qub Yusuf I dan Abu Yusuf Ya’qub al-Mansur berkuasa, ilmu pengetahuan dan fi…

Pengertian Istihsan Ditinjau dari Berbagai Pendapat

Kata istihsan berasal dari bahasa Arab yang berarti “baik” atau “yang baik”. Secara etimologi, kata حسن yang kemudian menjadi استحسن berarti “menganggap sesuatu itu baik”. Dengan demikian, menurut pengertian ini, istihsan berarti “menyatakan dan mengakui baiknya sesuatu”.
Adapun secara terminologi, terjadi perbedaan pendapat ulama dalam mendefinisikan istihsan; Ulama ushulmenyatakan bahwa istihsan adalah “meninggalkan hukum yang telah ditetapkan pada suatu peristiwa atau kejadian yang ditetapkan berdasarkan dalil syarak, menuju hukum lain dari perisriwa itu juga, karena ada suatu dalil syarak yang mengharuskan untuk meninggalkannya. Ulama Hanafiyah berpendapat bahwa istihsan adalah “berpalingnya seorang mujtahid dari suatu hukum pada suatu masalah yang sebanding kepada hukum yang lain, karena ada suatu pertimbangan yang lebih utama menghendaki berpaling. Bukan sekedar menafikan makna tanpa ada dalil yang mendasarinya”. Muhammad Abu Zahrah mengatakan bahwa istihsan adalah “penetapan huk…

Pengantar Metode Conseling and Learning

Counseling, secara etimologi berasal dari kata counsel yang diartikan “nasehat”. Secara terminologi, konseling diartikan sebagai “suatu hubungan dinamis yang bersifat pribadi antara dua orang yang bersama-sama mendekati suatu permasalahan yang telah didefinisikan bersama”. Dari definisi ini dipahami akan adanya prinsip-prinsip konseling, yaitu: Konseling merupakan bantuan yang diberikan secara sengaja;Prosesnya dilaksanakan melalui hubungan antarpersonal;Sasarannya adalah klien (siswa) agar mengatasi hambatan yang dialami dalam proses perkembangannya;Tujuannya memberikan tuntunan agar klien mampu memilih dan menentukan cara-caranya sendiri untuk mengatasi hambatannya. Menurut Charles Curram, dengan konseling diharapkan timbulnya minat murid untuk memperoleh pandangan-pandangan baru dan munculnya kesadaran pribadi yang dapat memberikan stimulus terhadap perkembangannya di samping mempererat hubungan dengan orang lain. Learning, secara etimologi berasal dari kata learn yang diartikan “bel…

Pendapat Ali Abd. Raziq Tentang Pemerintahan Islam

Berangkat dari pandangan Ali Abd. Raziq tentang sistem kekhalifaan Islam sebenarnya tidak ada karena tidak pernah disinggung secara langsung oleh nas-nas al-Quran maupun hadis. Islam tidak menentukan pola suatu pemerintahan secara mutlak. Selama ini sistem politik yang berjalan menurut Ali Abd Raziq hanya didasari kepentingan kekuasaan semata. Bukan didasari oleh Islam. Oleh karena itu, umat Islam bebas memilih bentuk pemerintahan apakah konstitusional atau kekuasaan mutlak, apakah republik ataukah diktator. Ali Abd. Raziq menyimpulkan uraiannya tentang Islam dan Pemeritahan dengan menyatakan bahwa nabi besar Muhammad Saw adalah semata-mata seorang Rasul untuk mendakwakan agama tanpa maksud untuk mendirikan negara. Nabi tidak mempunyai kekuasaan duniawi; negara ataupun pemerintahan. Nabi tidak mendirikan kerajaan dalam arti politik atau sesuatu yang mirip dengan kerajaan. Dia adalah Nabi semata seperti halnya nabi-nabi sebelumnya. Dia bukan raja, bukan pendiri negara dan tidak pula m…

Biogarafi Ali Abd. Raziq

Ali Abd. Raziq, dilahirkan 1888 di Menya, Mesir. Ayahnya adalah sahabat Muhammad Abduh. Dalam usia sepuluh tahun. Ia memasuki lembaga pendidikan al-Azhar, ketika itu Muhammad Abduh sudah berada pada tahun terakhir hubungannya dengan al-Azhar karena itu Ali Abd. Raziq tidak sempat menjadi murid Muhammad Abduh secara langsung. Sejak 1910, ketika berusia dua puluh dua tahun, Ali Abd Raziq mengikuti kuliah di Universitas Kairo (al-jamiah al-Misriyyah), selama dua tahun di sana ia menimbah ilmu sejarah, sastra Arab dan sejarah filsafat. Setelah itu ia berangkat ke Universitas Oxford, London, dan belajar tentang ilmu politik dan ekonomi. Setelah kembali ke tanah air Ali Abd Raziq sempat diserahi sejumlah tugas, seperti hakim diberbagai mahkamah, mangajar ilmu sejarah dan sastra Arab di madrasah filial al-Azhar, Alexandria, terakhir berhasil ditunjuk sebagai Menteri Wakaf Mesir. Karena pemikirannya yang kontroversial, apalagi setelah menulis bukunya al-Islam Wa Ushul al-Hukum (Islam dan Pr…

Material Makalah; Konsep Budi

Manusia tidak dapat mengetahui bentuk dari budi, namun manusia merasakan kekuatannya, yaitu: sinarnya. Orang yang waspada bisa mengetahui sinarnya budi yang ada pada orang lain. Budi dan rahasia mempunyai alam dan jaman yang berbeda. Manusia merupakan kesatuan tujuh unsur; jasad, budi, nafsu, ruh, sir (rahasia), nur dan hayyun (hidup). Ketujuhnya saling berhubungan merupakan kesatuan. Gerakan badan dipengaruhi oleh budi, budi dipengaruhi oleh nafsu. Nafsu dipengaruhi oleh ruh atau suksma. Sukma mendapat pengaruh dari rahasia, dan rahasia menerima pengaruh dari nur. Nur menerima pengaruh dari hayyun, dan hayyu pelaksana dari af'al Dzat dan merupakan tajlli Dzat. (Simuh, 1988:314). Manusia yang dapat mengembangkan kehidupan rohaninya, akan dapat memperlihatkan ketujuh martabat di bawah ini, dan akan menjadi insan kamil (manusia yang sempurna), di mana kehidupan dan tindak-tanduknya merupakan pencerminan kehidupan dan af'al (perbuatan) Tuhan di bumi. Dalam keadaa…

Kemunduran Dinasti al-Muwahhidun

Setelah wafatnya Abu Ya’qub Yusuf I, tidak dapat bertahan lama, menjadi penyebab mundurnya dinasti al-Muwahhidun. Sumber sejarah menyebutkan bahwa pasca pemerintahan Abu Ya’qub Yusuf I, yakni ketika Abu Yusuf al-Mansur tampil menggantikannya, akhir pemerintahannya telah menunjukkan tanda-tanda kemunduran bagi dinasti al-muwahhidun ini. Kemajuan yang telah dicapai oleh pemimpin terdahulu, tidak mampu dipertahankan lagi oleh pemimpin sesudahnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya kemunduran Dinasti al-Muwahhidun, antara lain: Faktor Internal Salah satu indikasi faktor internal yang menyebabkan terjadinya kemunduran dinasti al-Muwahhidun ini adalah tampilnya pemimpin yang tidak mampu menangkap peluang dan mengakomodasi berbagai trend pengembangan, yakni ketika Muhammad al-Nashr (1184 M) tampil menggantikan pemimpin sebelumnya, dengan usianya yang relatif muda, kurang lebih 17 tahun usianya ketika itu. Ia belum memiliki kapabilitas serta kematangan emosional yang memadai. Pad…

Kemajuan Dinasti al-Muwahhidun

Setelah Ibn Tumart berhasil menyusun kelengkapan organisasi pemerintahannya merupakan awal kemajuan dinasti al-Muwahhidun. Keberhasilan Ibn Tumart menarik simpati dari para pendukungnya, selain disebabkan pribadinya yang kharismatik, juga disebabkan adanya dukungan seorang brilian yang bernama Abdul Mukmin Ali al-Kaufi, maka peran Abdul Mukimin semakin menguatkan posisi Ibn Tumart dalam mengelola pemerintahannya, sehingga ketika mulai merasa kuat (punya power) ia melakukan reaksi penyerangan terhadap Dinasti al-Murabitun pada tahun 524 H/ll30 M dengan mengepung ibu kota Maroko. Dalam penyerangan tersebut pasukan al-Muwahhidun mengalami kekalahan yang menyebabkan kematian bagi Ibn Tumart, namun kematian tersebut dirahasiakan selama bertahun-tahun agar tidak menurunkan semangat jihad para pendukungnya, demi kemajuan dinasti al-Muwahhidun, sehiungga Abdul Mukmin mempunyai waktu yang cukup untuk mengorganisasi gerakan al-Muwahhidun. Beberapa tahun kemudian setelah meninggalnya Ibn Tumar…

Sejarah Dinasti al-Muwahhidun

Dinasti al-Muwahhidun1 adalah salah satu dinasti yang terkonsentrasi di Afrika Utara bagian Barat. Dinasti ini secara idiologi dan politis terkait dengan pengembangan Islam yang berawal dari sebuah gerakan yang secara intelektual merupakan protes terhadap paham antropomorfisme 2 atau tajsim dan fanatis pengikut mazhab Maliki yang dianggap kaku dan konservatif serta legalistik dan merupakan reaksi terhadap kerusakan kehidupan sosial agama dan politik yang terjadi dimasa kekuasaan dinasti al-Murabithun (l086-ll43 M).3 Dinasti al-Murabithun pada mulanya menunjukkan gerakan keagamaan yang dipimpin oleh tokoh-tokoh agama yang tinggal di Ribath yang dipimpin oleh seorang guru yang bernama Abdullah Ibn Yasin, akan tetapi ketika gerakan Ribath ini berubah menjadi gerakan militer dan melakukan ekspansi di bawah pimpinan Ibn Tasyfin yang berpusat di Marrakisy,4 maka dalam proses perjalanan sejarah selanjutnya terjadi perubahan sosial politik dan ekonomi yang pada awalnya menunjukkan perubahan…

Material Makalah; Pengertian al-Hulul

Kata al-hulul adalah bentuk masdar dari kata kerja halla yang berarti tinggal atau berdiam diri. Secara terminologis kata al-hulul diartikan dengan paham bahwa Tuhan dapat menitis ke dalam makhluk atau benda. Di samping itu, al-hulul berasal dari kata halla yang berarti menempati suatu tempat (halla bi al-makani). Jadi pengertian hulul secara garis besarnya adalah menmpati suatu tempat. Paham al-hulul dalam tasawuf, yang pertama kali dikemukakan oleh Husain ibn Mansur al-Hallaj. pada abad ke 9 (ke 3 H). Paham al-hulul inilah yang diajarkan al-Hallajn sebagai bentuk tersendiri dalam persatuan Tuhan dengan hamba (ittihad). Menurutnya bahwa manusia dapat ittihad, bersatu dengan Tuhan, dan Tuhan mengambil tempat dalam tubuh manusia tertentu, yaitu manusia yang telah dapat melenyepakan sifat-sifat kemanusiannya melalui fana. Sebab menurut al-Hallaj, manusia itu mempunyai sifat dasar yang ganda, yaitu sifat ketuhanan dan sifat kemanusiaan (nasut), demikian pula Allah, juga mempunyai sifat …

Sejarah Perkembangan Hermeneutika

Perkembangan hermeneutika dari diskursus teologi ke pembahasan filsafat bersamaan dengan perubahan pandangan hidup masyarakat barat moderen dan post moderen, abad ke 18 dianggap sebagai awal priode berlakunya proyek modernitas, yaitu pemikiran rasional yang menjanjikan pembebasan dari irrasional mitologi, agama dan khurafat. Inilah babak sekuralisasi, yang mengarah kepada desakralisasi ilmu dan intitusi sosial. Ilmu diletakkan berlawanan dengan agama yang dianggap penyebab kemunduran kebuntuan perkembangan kehidupan manusia. Dampak semua itu melahirkan berbagai derekontruksi dalam wacana religius yang melumpuhkan sendi-sendi agama, seperti, yang dimaksud dengan Tuhan bukan lagi yang Maha kuasa, tapi telah berubah menjadi akal kolektif, jadi Tuhan berada dalam akal manusia, bukan diluarnya, medium komunikasi Tuhan bukan lagi dalam bentuk wahyu, tapi tuhan menyampaikan pesannya kepada ciptaannya lewat bahasa universal. Ia berbicara dengan manusia dengan bahasa bangsanya. Pada meliu pe…

Material Makalah; Pengertian Hermeneutika

Bagi mayoritas kaum muslim, istilah hermeneutika adalah sesuatu yang masih sangat asing, padahal sebenarnya kalau kembali kehistoris hermeneutika sendiri ia sudah ada sejak berabad-abad di eropa barat dipakai untuk menkaji teks-teks bible. Hermeneutika secara umum, adalah ilmu takwil atau interpretasi sejak masa yunani kuno, memiliki makna yang sangat luas yaitu sejumlah pedoman untuk pemahaman teks-teks yang bersifat otoritatif, seperti: dogma dan kitab suci, teknik pemahaman ini lebih merupakan sebuah seni pemahaman ketimbang suatu teori tentang pemahaman , baru dewasa ini, pada abad ke 18 ada usaha menberi wujud metodologis dan teoritis atas teknik-teknik penafsiran teks-teks menjadi sebuah ilmu pengetahuan hermeneutic, secara ringkas hermeneutika adalah penafsiran, atau menbongkar motif-motif sebuah realitas dengan berlandaskan bahasa dan data-data historis. Juga pada waktu yang sama, merupakan metode baru dalam pendekatan pemahaman teks-teks keagamaan, sastera, perbandingan agam…

Definisi Ilmu Kalam

Menurut bahasa, kalam berasal dari bahasa Arab yang berarti perkataan. Dalam al-Quran banyak dijumpai kata kalam ini seperti dalam surah al Baqarah ayat 75 يَسْمَعُونَكَلَامَاللَّهِ Yang oleh Departemen Agama menerjemahkan “segolongan dari mereka mendengar firman Allah”. tetapi seiring dengan sejarah perkembangan studi islam, maka secara teknis digunakan untuk salah satu nama bagi bidang studi yang disebut ilmu kalam. Orang yang ahli dibidang ini disebut ahli kalam atau mutakalimin ilmu ini sering juga disebut ilmu tauhid atau teologi islam. Dalam perkembangan tersebut, kalam dalam istilah ilmu pada awalnya berkenaan dengan kalam Allah swt., al-Quran dan sifat-sifat Allah. Ilmu kalam ini juga dikenal dalam buku-buku keislaman dengan ilmu tauhid ada kalanya disebut ilmu usuluddin atau ilmu aqaid. Mengawali studi kajian kalam, maka yang paling utama diketangahkan adalah objeknya. Objek studi kalam adalah kepercayaan tentang Allah swt. Dengan segala aspeknya termasuk soal-soal wujudny…

Ilmu Kalam sebagai Disiplin Ilmu

Dalam lembaran sejarah disebutkan, bahwa ilmu kalam sebagai salah satu disiplin ilmu yang berdiri sendiri untuk pertama kali pada masa Khalifah Abbasiyah al-Makmun (w. 218 H) setelah ulama Muktazilah mempelajari kitan-kitab filsafat yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab dipadukan dengan metode kalam sebelum masa al-Makmun, ilmu yang membicarakan masalah kepercayaan disebut al-fiqh sebagai perimbangan fiqh fi al islamy, yaitu ilmu yang membahas tentang hukum Islam. Sebagaimana imam Abu Hanifah menamakan bukunya mengenai kepercayaan agama dengan al-Fikh al-Akbar. Ilmu kalam belakangan juga dikenal dengan teologi Islam yang sudah lama dikenal oleh penulis-penulis barat. Dalam pembahasan para ahli ketimuran selalu digunakan teologi untuk ilmu kalam ini ilmu kalam atau teologi Islam timbul karena Islam sebagai agama merasa perlu menjelaskan pokok-pokok dasar agamanya dan segi-segi dakwah sebagai tujuan al-Quran dan sunnah. Dua dasar ini membicarakan wujud tuhan dengan segala aspeknya da…

Definisi Pendekatan

Secara etimologi pendekatan adalah derivasi kata dekat, artinya tidak jauh, setelah mendapat awalan pe dan akhiran an maka artinya (a) proses, perbuatan, cara mendekati (b) usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti atau metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian. Pendekatan dari sudut terminologi adalah cara pandang atau paradigma yang terdapat dalam suatu bidang ilmu yang selanjutnya digunakan dalam memahami agama. Dari keterangan di atas, dapat kita pahami bahwa pendekatan terhadap objek pengkajian perlu dimasyarakatkan guna mendapatkan keterangan ilmiah seiring dengan tuntunan zaman. Oleh karena itu sangat perlu diketahui dalam makalah ini. Apakah makna pendekatan dan apa urgensinya dalam pengkajian Islam ? Bertolak dari suatu momentun yang mengatakan bahwa Islam itu ibarat bola yang terapung di atas lautan dan hanya sepersepuluh yang terkena oleh air, maka untuk mendekati islam dengan hanya satu dimensi ti…

Penelitian Agama Sebagai Gejala Sosial

Pada penelitian agama sebagai gejala sosial, masalah sedikit lebih kompleks dan diperlukan sistematika, ketimbang pada saat meneliti agama sebagai gejala budaya. Dikatakan demikian, sebab penelitian ilmu sosial berupaya meletakkan dirinya mendekati penelitian kealaman, atau sekurang-kurangnya terletak antara penelitian budaya dan penelitian kealaman. Dengan demikian, desain penelitian agama sebagai gejala sosial, akan menekankan pentingnya penemuan keterulangan gejala yang diamati, sebelum sampai kepada kesimpulan. Sebagai contoh adalah penelitian tentang “Pandangan Ulama terhadap Penggunaan Alat Kontrasepsi IUD dalam Program Keluarga Berencana”. Signifikansi penelitian ini adalah memberi pengertian kepada umat Islam mengenai pandangan ulama mengenai KB, terutama dalam penggunaan alat kontrasepsi IUD (spiral). Untuk meneliti masalah di atas, ada empat hal yang harus dilakukan oleh peneliti, yaitu: Pertama, merumuskan masalahnya, termasuk operasionalisasi konsep dari masalah yang dis…

Tingkat Validitas dan Reliabilitas Data

Syarat utama yang menjadi perhatian untuk menentukan tingkat validitas dan reliabilitas data adalah terletak pada instrumen penelitian dan prosedur pengukurannya. Apakah instrumen dan alat pengukur telah valid dan realibel serta memenuhi standar kebakuan. Instrumen dianggap valid (sah), manakala dapat mengukur dengan tepat apa yang hendak diukur, atau tingkat kemampuan instrumen data sesuai dengan masalah yang hendak diteliti atau diungkap. Secara umum, validitas dapat dibedakan atas dua bentuk, yaitu validitas internal yang menitikberatkan unsur validitas pada instrumen penelitian dan veliditas eksternal yang berkenaan dengan penyusunan generalisasi sebagai kesimpulan dari penelitian, atau validitas eksternal adalah tingkat ketepatan generalisasi pada sampel dan populasi. Validitas internal dapat dibedakan atas: face validity, logical validity, factorial validity, content validity, dan empirical validity. Face Validity (Validitas Permukaan) Validitas ini dilihat pada penampilan instr…

Sejarah Perkembangan Penemuan Kebenaran

Penerimaan pengetahuan sebagai kebenaran, dipengaruhi juga oleh cara mengungkapkan atau menemukannya. Untuk sampai pada cara penemuan kebenaran seperti sekarang ini sebagai proses yang berencana, sistematik, teliti, dan terarah, sebenarnya telah memakan waktu yang cukup lama dan bertingkat-tingkat. Perkembangan cara mengungkapkan kebenaran yang bertahap tersebut, dapat dilihat sebagai berikut. 1. Penemuan Kebenaran Secara Kebetulan Suatu peristiwa yang tidak disengaja, terkadang menghasilkan suatu kebenaran yang menambah perbendaharaan pengetahuan manusia, karena sebelumnya kebenaran itu tidak diketahui. Cara menemukan kebenaran seperti ini bukan cara yang baik, sebab manusia akan bersifat passif dan menunggu. Dari segi ilmiah, cara seperti itu tidak mungkin membawa perkembangan seperti yang diharapkan, karena sesuatu yang kebetulan, selalu berada pada posisi yang tidak pasti. Begitu pula datangnya tidak dapat diperhitungkan secara terencana dan terarah. Dengan demikian, cara seperti…

Teknik Menghitung Reliabilitas Instrumen Penelitian

Untuk menghitung reliabilitas instrumen, dapat dilakukan dengan cara: teknik ulangan (test re-test), teknik belah dua, teknik paralel, dan teknik konsistensi internal. 1. Teknik Ulangan Teknik ini dilakukan dengan cara menggunakan alat pengukur yang sama pada obyek yang sama dalam waktu yang berbeda, serta dalam kondisi yang relatif sama. Hasil dari pengukuran pertama dan pengukuran kedua dihitung korelasinya. Jika terbukti mempunyai korelasi yang tinggi (signifikan) antara keduanya, maka instrumen dinyatakan reliable. 2. Teknik Belah Dua Hasil yang diperoleh dari instrumen dikelompokkan menjadi dua, yaitu nilai ganjil pada satu pihak dan nilai genap pada pihak lain. Kedua nilai ini dihitung korelasinya. Tinggi rendahnya korelasi yang dihasilkan, menunjukkan pula tinggi dan rendahnya reliabilitas instrumen. 3. Teknik Paralel Maksud dari teknik ini adalah dua buah item yang dibuat dalam satu instrumen berasal dari satu kisi-kisi. Item pertama dan item kedua harus merupakan satu padan…

Pengertian Reliabilitas

Reliabilitas data disebut juga tingkat ketetapan (konsistensi), yaitu kemampuan instrumen penelitian untuk mengumpulkan data secara tetap dari setiap instrumen. Instrumen dinyatakan reliable jika mampu mengukur dan menghasilkan data yang sama pada informan yang sama dalam waktu yang berbeda. Jadi, dapat dikatakan bahwa reliabilitas adalah kemampuan instrumen menyajikan data yang tetap, meskipun digunakan dalam waktu yang saling berjauhan dengan penelitian pertama. Misalnya ketika mengukur kayu, didapati nilai satu meter, dan ketika diukur kembali dengan menggunakan alat pengukur yang sama pada waktu yang berbeda, tetap menghasilkan nilai satu meter, maka alat pengukur tersebut dinyatakan mempunyai tingkat reliabilitas yang tinggi. Hanya saja pada penelitian sosial, tingkat ketelitian alat pengukur tidak dapat dimaksimalkan, karena pengendalian kondisi sosial tidak dapat dilakukan sempurna. Hal ini terjadi karena beberapa hal: Pengukuran ulang akan menimbulkan reaksi yang kurang senang…