.

Bantahan Terhadap Mazhab al-Wadh’iy; Asal Usul Bahasa

 

Mazhab al-Wadh’iy berpendapat asal-usul bahasa pertama adalah buatan manusia sendiri dan hasil kesepakatan. Ibnu Jinni menulis seperti dikutip Imil Badi Ya’qub bahwa para pakar bahasa berpendapat asal-usul bahasa adalah tawadhu’ (buatan manusia) bukan wahyu, meskpun teori ini tidak memilki sandaran dalil naqli dan bukti historis. Teori ini mempunyai beberapa alasan dalam rangka mendukung pendapatnya antara lain:
1. Bahasa bukan diwahyukan langsung oleh Allah swt seperti pendirian teori tauqifi, akan tetapi ayat tersebut (QS. Al-baqarah 31) mengandung tafsir bahwa Allah swt mengilhamkan kepada manusia kemampuan (al-Qudrah) membuat bahasa sehingga dapat merancang dan mencipta bahasa. Ibnu Jinniy menulis lafdz علم di atas bermakna اقدر (Allah memberi kemampuan) kepada manusia sehingga mampu membuat lafadz-lafadz.
Firman Allah swt dalam surat al-Rahman ayat 4:
علمه البيان
Terjemahannya:
Dia (Allah) mengajarkan manusia al-bayan.
2. Allah swt mengajarkan kepada manusia al-Bayan. Sayyid Qutub dalam ‘Fi dzilalil Al-Qur’an’ menjelaskan, Al-Bayan adalah kekuatan atau kemampuan berbahasa. Maksudnya secara kodrati manusia memiliki kemampuan berbicara yang menjadi bawaan sejak penciptaan. Ulama lain menjelaskan makna al-Bayan senada dengan pandangan Sayyid Qutub di atas
Sedangkan bantahan golongan ini terhadap pendapat yang mengatakan bahasa murni ilham dan pengajaran Tuhan adalah bahwa firman Allah swt Q. S. Al-Baqarah ayat 31 yang dijadikan hujjah mazhab tauqifi tesebut, menurut mazhab ini, tidak dapat dijadikan dalil bahwa bahasa memang diajarkan karena ayat tersebut multitafsir.
Keterangan di atas menjadi jelas bahwa asal-usul bahasa adalah buatan manusia, dengan alasan dan bantahan terhadap pendapat teori Tauqifi
Tokoh-Tokoh aliran aliran Al-Muwadha’ah
Secara umum ahli yang berkutat pada penelitian saintik murni yang diwakili oleh dunia Eropa belahan barat dunia pendukung teori ini.
Berdasarkan penelusuran literatur yang membahas seputar sejarah asal-usul bahasa pertama manusia, tokoh-tokoh aliran Al-Wadh’iy adalah sebagai berikut:
Ibnu al-Jinni
Seperti ditulis Ibnu Jinni sendiri yang dikutip Abdu al-Rahman al-Burayni diketahui bahwa pada tahap ia (Ibnu Jinniy) termasuk tokoh yang berpendirian bahwa asal-usul bahasa adalah al-Wadh’iy/ al-Muwadha’ah, berbeda dengan gurunya, Ibnu Faris yang berpendapat bahwa bahasa adalah ilham dan murni pengajaran Tuhan. Tetapi seiring perjalanan waktu dan kematangan keilmuan serta perenungannya akhirnya Ibnu Jinni berpendapat bahwa yang kuat dalam jiwa saya setelah lama merenungkan perkara ini adalah asal-usul bahasa adalah tauqifi
Ulama Muktazilah
Informasi bahwa ulama Muktazilah sebagai tokoh yang berpendirian bahwa asal-usul bahasa adalah al-Wadh’iy diperoleh dari tulisan Ibnu Jinni pula Bagi pelajar Islam hal ini tidak mengherankan karena golongan Muktazilah merupakan aliran rasionalisme yang lebih menekankan penalaran ketimbang dalil teologis.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Gazi Mukhtar Thulaimat, Fi ‘Ilm al-Lugah, Damsyiq: Dar Thalas al-Dirasah wa al-Tarjamah wa al-Nasyr, 2000. Abu al-Fath Usman ibnu Jinniy, Al-Khashaish Mesir: Al-Maktabah al-Ilmiyyah t. th. Nashirudin Abu Said Abdullah bin umar bin Muhammad al-Syiazi al-Baydhowi, Anwaru al-Tanzili Wa Asrari al-Ta’wili, Jilid V. Abu Muhammad Abdu al-Haq bin Abdu ar-Rahman bin Tamam bin ‘Athiyyah al-Andalusi, Al-Muahrriru al-Wajiz, (Jilid VI, h. 251) dikutip dari CD al-Maktabah al-Syamilah. Ahmad Mukhtar Umar, Ana wa al-lugat wa al-Majma’, Mesir: Matba’ah Abna wahbah Hasan, 2002. Abdu al-Rahman al-Burayni, Al-Lugat al-Arabiyyah ashlu al-Lugat Kulliha, Yordania: Dar al-Hasan li al-Nasyr wa al-Tauzi, 1998.
Bantahan Terhadap Mazhab al-Wadh’iy; Asal Usul Bahasa 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Ibnu Jinni menulis seperti dikutip Imil Badi Ya’qub bahwa para pakar bahasa berpendapat asal-usul bahasa adalah tawadhu’ (buatan manusia) bukan wahyu, meskpun teori ini tidak memilki sandaran dalil naqli dan bukti historis. Mazhab al-Wadh’iy berpendapat asal-usul bahasa pertama adalah buatan manusia sendiri dan hasil kesepakatan. Ibnu Jinni menulis seperti diku...


Advertisement
Post a Comment