.

Perkembangan Ulum al-Quran

 

Fase-fase perkembangan Ulum al-Quran sejak masa Rasulullah saw, hingga sekarang adalah sebagai berikut:
’Ulum al-Quran pada Abad I dan II H.
Periode ini meliputi masa Rasulullah saw. dan masa Khulafaur Rasyidin. Pada masa Rasul, Khalifah Abu Bakar dan Umar bin al-­Khattab, Ulum al-Quran belum dibukukan, karena pada umumnya sahabat-sahabat Nabi memahami al-Qur’an. Bila ada di antara mereka belum memahaminya, mereka dapat bertanya langsung kepada Nabi saw. atau kepada para sahabatnya.
Kemudian pada masa Khalifah Utsman bin Affan, perbedaan bacaan terhadap al-Quran mulai muncul di kalangan umat Islam, karena daerah-daerah kekuasaan Islam sudah mulai semakin bertambah luas sampai ke luar semenanjung Arabia. Oleh karena itu, Khalifah Utsman mengambil kebijaksanaan untuk membentuk suatu tim penulisan ayat-ayat al-Quran secara resmi dan seragam sebagai akibat adanya perselisihan-perselisihan bacaan tersebut, kemudian dikenal dengan nama ”Mushhaf ’Utsmani’.
Usaha-usaha pengkodifikasian ayat-ayat al-Quran tersebut merupakan langkah awal sebab munculnya Ulum al-Quran,  yang kemudian dinamai dengan ilmu rasm al-Quran (ilmu tentang penulisan al-Quran).
Sesudah pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan, pemerin­tahan Islam dilanjutkan oleh Ali bin Abiy Thalib. Pada masa itu, orang-orang non-Arab semakin banyak masuk Islam dan mereka tidak menguasai bahasa Arab, sehingga problema-problema yang berkaitan dengan bacaan ayat-ayat al-Quran semakin banyak, karena ayat-ayat al-Quran pada masa itu belum diberi baris, belum bertitik dan belum ada tanda bacanya. Untuk membendung persoalan-persoalan bacaan al-Quran tersebut, Khalifah Ali bin Abi Thalib mengambil kebijaksanaan dengan memerintahkan panglimanya ’Abu Aswad al-Duwaliy’ untuk menyusun kaidah­-kaidah bahasa Arab, yang kemudian menjadi dasar acuan bagi pembacaan ayat-ayat al-Quran. Kebijaksanaan khalifah tersebut dianggap sebagai perintis lahirnya ’ilmu nahwu dan i’rab al-Quran.
Cabang-cabang ’Ulum al-Quran yang sudah lahir pada masa itu yaitu ilmu tafsir, ilmu asbabun nuzul, ilmu makki, ilmu madani, ilmu nasikh mansukh, ilmu gharib al-Quran.
Tokoh-tokoh yang dianggap sebagai batu peletak pertama dari Ulum al-Quran periode ini, antara lain: para khalifah dari Khulafaur Rasyidin, Ibn Anas, Ibn Mas'ud, Zain bin Tsabit, Mujahid, Qatadah, Hasan Bashri. Malik bin Anas, dan lain-lain.
’Ulum al-Quran pada Abad III dan IV H.
Pada abad III H, ulama semakin giat menulis tafsir, karya-karya mereka di bidang Ulum al-Quran semakin banyak, seperti:
  1. Ali bin al-Madini (w.234 H) menulis 'ilm asbab al-Nuzul’.
  2. Abu ’Ubaid Qasim bin Salam (w.224 H) menulis 'ilm nasikh mansukh’.
Pada abad IV H. Mulai disusun ‘ilmu Gharib al-Quran dan beberapa kitab ’Ulum al-Quran dengan memahami istilah Ulum al-Quran, seperti:
  1. Abu Bakar as-Sijistani (w.330 H) yang menyusun kitab Gharib al-Quran.
  2. Abu Bakar Muhamad bin al-Qasim al-Anbari (w.328 H) yang menyusun kitab ’Ajaib’ ”Ulum al-Quran”.Di dalamnya menjelaskan perihal tujuh huruf, penulisan mushaf, jumlah bilangan surat-surat, ayat-ayat dan kata-kata dalam al-Qur’an. 
Ulum al-Quran pada Abad V, VI, VII dan VIII H.
Pada periode itu, karya-karya dalam bidang Ulum al-Quran semakin banyak dan lengkap.Lafal-lafal dari ayat-ayat al-Quran sudah mulai diberi penjelasan baik dari segi bentuk, arti harfiah, dan arti konteksnya. Ulama sudah mulai menjelaskan tentang majaz al-Quran, yaitu
pemakaian kata tidak dimaksudkan dengan apa yang tersurat, tetapi juga yang tersirat,
sebagai satu bagian dari ilmu bayan. llmu ini mulai muncul terutama Pada abad VII hijrah yang ditandai dengan lahirnya buku yang membahas masalah majaz dalam al-Quran. Pengalihan pengertian itu berdasarkan qarinat yang menunjukkan bahwa pengertian teksnya bukanlah arti yang sesungguhnya yang diinginkan oleh al-Quran.
Tokoh-tokoh Ulum al-Quran pada periode tersebut, antara lain :
  1. Ibn ’Abd al-Salam (w.660 H) menulis buku dengan judul Ilm Majaz al-Quran.”
  2. ’Ali bin Sa’id al-Hufiy (w.430 H) menulis buku dengan judul” al-Burhan fi Ulum al-Quran.”
  3. Ibn Qayyim, menulis buku dengan judul”aqsam al-Quran”
Ulum al-Quran pada abad IX, X – XV H.
Pada abad IX dan permulaan abad X H, makin banyak karangan-karangan yang ditulis oleh Ulama tentang Ilmu-ilmu al-Quran dan pada masa ini perkembangan Ulum al-Quran mencapai kesempurnaannya, seperti:
  1. Jalaluddin al-Bulqini (wafat tahun 824 H) menyusun kitab Mawaqi’ul Ulum Mim mawaqi’in Nujum.
  2. Muhammad bin Sulaiman al-Kafiyaji (Wafat tahun 879 H) menyusun kitab al-Taisir fi Qawaidit Tafsir.
  3. As-Suyuthi (Wafat tahun 911 H) menyusun kitab al-Tahbir fi ’Ulumit Tafsir.
Setelah memasuki abad XIV H ini, maka bangkit kembali perhatian Ulama menyusun kitab-kitab yang membahas al-Quran dari berbagai segi dan macam Ilmu al-Quran. Di antara karya-karya Ulum al-Quranyang lahir pada abad ini adalah:
  1. Thair al-Jazairi menyusun kitab al-Tibyan fi ’Ulumil Quran yang selesai pada tahun 1335 H.
  2. Muhammad Abduh Adzim al-Zarqani menyusun kitab Manahilul Irfan fi ’Ulumil Quran
  3. Muhamamad Ali Salamah mengarang kitab Manhajul Furqan fiUlumil Quran.
Dari uraian mengenai perkembangan ’Ulum al-Quran dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan istilah ’Ulum al-Quran sebagai suatu ilmu telah dirintis oleh Ibnu Marzuban(Wafat 309 H) pada abad III H, dilanjutkan oleh Imam al-Hufi pada abad V H. Kemudian dikembangkan oleh Ibnu Jauzi (wafat 597 H) pada abad VI H, lalu diteruskan oleh As-Sarkhawy (wafat 643 H) pada abad VII H. Kemudian disempurnakan  oleh Az-Zarkasyi (wafat 794 H) pada abad VIII H. Selan­jutnya ditingkatkan lagi oleh al-Bulqini (wafat 824 H) dan Kafiyaji (wafat 879 H) pada abad IX H. Akhirnya ilmu ini lebih disempurnakan lagi oleh Imam As-Suyuthi, pada akhir abad IX dan awal abad X H.
Kitab At-Tahbir yang penyusunannya selesai tahun 872 H dan kitab al-ltqan yang selesai disusun pada pada awal X H, masing-masing oleh As-Suyuthi, merupakan puncak karya ilmiah seorang ulama al-Quran dalam bidang Ulum al-Quran. Setelah Imam As-Suyuthi wafat pada tahun 911 H. Agaknya terhentilah kemajuan ’Ulum al-Qur'an sampai akhir abad XIII H. Baru pada abad XIV mulai bangkit kembali kegiatan para ulama al-Quran dan para sarjana muslim untuk menyusun kitab-kitab tentang al-Quran. Kitab-kitab itu baik yang membahas Ulum al-Quran sebagai suatu ilmu yang menyeluruh, maupun kitab-kitab yang membahas salah satu atau beberapa ilmu yang termasuk ke dalam kelompok Ulum al-Quran. Seperti:
Para ulama yang menyusun kitab ’Ulum al-Quran yang menyeluruh, misalnya Az-Zarqani dengan kitabnya Manahilul Irfan fii ’Ulumil Quran dan Shubhi As-Shalih, dengan kitabnya Mabahitsu fii ’Ulumil Quran.
Ulama abad XIV H yang menyusun kitab-kitab kelompok kedua, seperti Syaikh Musthafa al-Maraghi (ulama mesir) yang kitab tafsirnya  terkenal dengan tafsir al-Maraghi, dan syaikhul islam Musthofa Sabri(ulama turki) yang menyusun risalah tentang maslah menerjemahkan al-Quran.
Di abad XV H ,ini pun tidak sedkit ulama al-Quran yang telah menulis tentang al-Quran, misalnya TM.Hasby As-Shiddiqi, dengan beberapa bukunya megenai al-Quran, dan seorang sarjana muslim yang populer, Fadhlurrahman (Guru Besar di Chicago University) dengan bukunya Major Themes of the Quran yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia dengan judul Tema Pokok al-Quran.
Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Mardan, Al-Qur’an, Sebuah Pengantar Memahami al-Qur’an Secara Utuh. Jakarta: Pustaka Mapan, 2009. Subhi As-Shalih, Mabahits Fi’Ulumil Qur’an, Terj. Tim Pustaka Firdaus, Membahas Ilmu-Ilmu al-Qur’an. Jakarta: Pustaka Firdaus, 1985, Abu Anwar, ‘Ulumul Qur’an, Sebuah Pengantar. Pekanbaru: Amzah, 2002.
Perkembangan Ulum al-Quran 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Perbedaan bacaan terhadap al-Quran mulai muncul di kalangan umat Islam, karena daerah-daerah kekuasaan Islam sudah mulai semakin bertambah luas sampai ke luar semenanjung Arabia Fase-fase perkembangan Ulum al-Quran sejak masa Rasulullah saw, hingga sekarang adalah sebagai berikut: ’Ulum al-Quran pada Abad I dan I...


Advertisement
Post a Comment