.

Pendapat Aliran-aliran Teologi

 

Masalah-masalah ke-islaman dalam konteks pemikiran, sejak dahulu hingga sekarang menjadi hal yang tak kunjung selesai. Terjadi perdebatan panjang seputar iman dan kufur, perbutan Tuhan dan lain-lain. perbedaan pendapat dari hasil pemikiran yang terjadi tak pelak menimbulkan kelompok-kelompok dan golongan yang satu sama lain meyakini bahwa pendapat merekalah yang benar. Bagi penulis hal tersebut sangat dimungkinkan dikarenakan masalah yang diperdebatkan adalah hal ushuli. Banyaknya pendapat dengan berbagai argumen baik naqli maupun aqli serta sisi pandang yang berbeda, membuat masalah baru bagi para pengkaji teologi. Kali ini penulis akan mengelompokkan pendapat dari golongan yang berhasil dihimpun.
Iman dan Kufur
Beberapa pandangan aliran teologi Islam tentang permasalahan iman dan kufur antara lain:

No 
Pandangan Aliran
Iman dan Kufur
1.






2.






3.






4.







5.





 
6. 
Khawarij






Murji’ah
a) Golongan Moderat





b)  Golongan Ekstrim






Mu’tazilah







Asy’ariyah






Maturidiyah
Tidak semata-mata percaya kepada Allah, melainkan mengerjakan segala perintah kewajiban agama yang merupakan bagian dari keimanan. Siapa pun yang menyatakan dirinya beriman kepada Allah dan Muhammad adalah Rasulnya, tetapi tidak melaksanakan kewajiban agama dan melakukan perbuatan dosa ia dipandang kafir.

Pengetahuan dan pengakuan tentang Tuhan, tentang Rasul-rasulnya dan tentang segala apa yang datang dari Tuhan dalam keseluruhan tidak dalam perincian, iman tidak mempunyai sifat bertambah atau berkurang dan tidak ada perbedaan antara manusia dalam hal iman.

Manusia yang Percaya pada Tuhan dan menyatakan kekufuran secara lisan tidaklah menjadi kafir, karena Iman dan Kufur tempatnya dalam hati.

Iman adalah amal yang  timbul sebagai akibat dari mengetahui Tuhan atau dengan kata lain pelaksanaan perintah-perintah Tuhan. berkaitan dengan status orang mukmin yang melakukan dosa besar dan tidak bertaubat sepanjang hayatnya, tidak dikatakan orang mukmin secara utuh dan tidak pula dikatakan kafir tetapi ia memiliki status mukmin dan kafir.

Iman adalah perkataan dan perbuatan yang dapat bertambah dan berkurang. Dosa yang dikerjakan seorang tidak menjadikannya kafir kecuali kalau ia menganggap mengerjakan suatu dosa besar itu perbuatan halal dan tidak mempercayai keharamannya.

Tidak menganggap amal sebagai salah satu komponen iman sekalipun amalnya tetap dihisab dan ia akan mendapat siksa, serta Allah dapat saja memberikan rahmat kepadanya. Pelaku dosa besar tidak kekal di neraka sekalipun di dunia ia tidak bertaubat.

Perbuatan Tuhan
Masalah perbuatan Tuhan terjadi perbedaan pendapat tentang :
No
Pandangan Aliran
Kewajiban-Kewajiban Tuhan terhadap manusia
1.



2.
Mu’tazilah



Asy’ariyah
Tuhan mempunyai kewajiban terhadap manusia, yaitu kewajiban berbuat baik dan terbaik bagi manusia.

Tuhan dapat berbuat sekehendak hati-Nya terhadap makhluk  artunya bahwa Tuhan tak mempunyai kewajibanapa-apa. Sekali-kali tidak mempunyai kewajiban terhadap hambanya.

Pandangan Aliran
Berbuat Baik dan Terbaik
1.


   2.
Mu’tazilah


Asy’ariyah
Allah wajib berbuat baik dan terbaik untuk hamba-Nya.

Tuhan tidak berkewajiban berbuat baik dan terbaikbagi manusia.

No.
Pandangan Aliran
Beban di luar kemapuan manusia

1.






2.
Mu’tazilah






Asy’ariyah
Tak dapat menerima paham bahwa Tuhan dapat memberikan kepada manusia beban yang tak dapat dipikul. Yang mewujudkan perbuatan manusia adalah daya manusia yang terbatas dan bukan daya Tuhan yang tak terbatas.

Dapat menerima paham pemberian beban yang di luar kemampuan manusia ini. Allah Swt berhak membebani makhluknya dengan beban yang di luar batas kemampuan mereka. Perbuatan manusia pada hakikatnya adalah perbuatan Tuhan dan diwujudkan dengan daya Tuhan dan bukan dengan daya manusia, karena yang mewujudkan perbuatan manusia sebenarnya bukanlah daya manusia yang terbatas tetapai daya Tuhan yang terbatas


Pandangan Aliran
Pengiriman Rasul-rasul

1.







2. 
Mu’tazilah







Asy’ariyah
Pengiriman rasul-rasul tidak begitu penting karena dengan perantaraan akal yang sehat dan cerdas seorang dapat mencari ma’rifat atau mengetahui adanya Tuhan dan dapat pula mengetahui yang baik dan yang buruk serta akal dapat mengetahui hal-hal tentang hal-hal yang ghaib.

Pengiriman rasul-rasul mempunyai arti yang besar karena mereka masih banyak bergantung pada wahyu untuk mengetahui Tuhan dan alam ghaib, bahkan juga mengetahui hal-hal yang bersangkutan dengan hidup keduniaan manusia.

No
Pandangan Aliran
Janji dan Ancaman
1.






2.
Mu’tazilah






Asy’ariyah
Janji dan ancaman merupakan salah satu dari lima dasar kepercayaan kaum Mu’tazilah. Tuhan akan bersifat tidak adil, jika Ia tidak menepati janji untuk memberi upah kepada orang yang baik dan jika tidak menjalankan ancaman.

Siapa yang berbuat baik akan masuk syurga da yang berbuat jahat akan masuk neraka. Arti siapa oleh Asy’ariyah diberi intrepretasi “bukan semua orang, tapi sebahagian”. Dengan demikian kata siapa dalam ayat”Barang siapa yang menelan harta anak yatim dengan cara tidak adil, maka sebenarnya ia menelan api masuk ke dalam perutnya.”
Perbuatan Manusia
Beberapa pandangan aliran tentang perbuatan manusia :
No
Pandangan Aliran
Perbuatan Manusia 
 1.



2.





3.





4.


5.





6.
Jabariyah



Qadariyah





Mu’tazilah






Asy’ariyah


Maturidiyah
a) Maturidiyah Samarkan




a) Maturidiyah Bukhara


Menolak sebuah doktrin bahwa semua perbuatan  disebabkan oleh manusia dan menganggapnya berasal dari Allah.

Segala tingkah laku manusia dilakukan atas kehendaknya sendiri. Karena itu ia berhak pahala atas kebaikan yang dilakukannya dan juga berhak pula memperoleh hukuman atas kejahatan yang diperbuatnya.

Manusia dipandang mempunyai daya yang besar lagi bebas, kebebasan dan berkuasanya manusia atas perbuatan-perbuatannya. Menurut al-Jubba’I dan al-Jabbar bahwa manusialah yang menciptakan perbuatan-perbuatannya.

Manusia dan perbuatannya adalah makhluk Allah, baik dan buruknya adalah tuhan yang menentukannya.

Kehendak dan daya manusia dalam arti kata sebenarnya dan bukan arti kiasan. Memberikan tambahan dalam masalah daya. Menurutnya untuk mewujudkan perbuatan perlu ada dua daya. 

Manusia tidak mempunyai daya untuk melakukan perbuatan, hanya Tuhan yang dapat mencipta dan manusia hanya dapat melakukan perbuatan yang telah diciptakan manusia baginya. 
Kalamullah
Beberapa argument dari beberapa aliran tentang kalamullah yaitu:
No.
Pandangan Aliran
Kalamullah
1.




2.







3.
Mu’tazilah




Asy’ariyah








Maturudiyah
Sabda Tuhan bukanlah sifat tetapi perbuatan Tuhan. Dengan demikian al-Qur’an bukanlah bersifat kekal tetapi bersifat baharu dan di ciptakan Tuhan.

Sabda adalah sifat, dan sebagai sifat Tuhan mestilah kekal. Sabda bagi mereka adalah arti atau makna abstrak dan tidak tersusun. Sabda yang tersusun disebut hanya dalam arti kiasan. Sabda yang sebenarnya adalah apa yang terletak dibalik yang tersusun itu. Sabda yang tersusun dari huruf dan kata-kata bukanlah sabda Tuhan.

Al-Qur’an adalah sifat kekal dan Tuhan satu, tidak berbagi tetapi diucapkan manusia dengan ekspresi berlainan.

Referensi Makalah®
Kepustakaan:
Sayyid Abul A’la Maududi, The Islamic Law and Constitution, di terjemahkan Drs. Asep Hikmat, Hukum dan Konstitusi Sistem Politik Islam, Bandung : Penerbit Mizan Anggota IKAPI, 1990.Cyrl Classe, The Concese Enclopedia Of Islam, diterjemahkan Gufron A. Mas’adi, Ensiklopedia Islam, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada. 1999.Harun Nasution, Teologi Islam, Aliran-aliran Syariah Analisa Perbandingan, Jakarta: UI Pres. 1986. Muh. Amin Suma, Kelompok dan Gerakan Dalam Topik  Abdullah et. al. Ensiklopedi Islam, Jilid III Jakarta : PT Ichtiar Baru van Hoeve, 2002, Iman Muhammad Abu Zahrah, Tarikh al-Madzahib al-Islamiyyah, diterjemahkan oleh Abd. Rahman Dahlan dan Ahmad Qarib Jakarta Selatan: Logos Publishing House, 1996. Imam al-Gazali, Tauhidullah, Surabaya : Risalah Gusti, 1999, H. M. Yusran Asmumi, Ilmu Tauhid, Jakarta : Raja Grafindo Persada, 1994, Al-asy’ari,al-Ibanah an Ushul al-Dianah, Saudi Arabiah Maktabah Dar  al Bayan, 1993 M/1413.


Pendapat Aliran-aliran Teologi 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Masalah-masalah ke-islaman dalam konteks pemikiran, sejak dahulu hingga sekarang menjadi hal yang tak kunjung selesai. Masalah-masalah ke-islaman dalam konteks pemikiran, sejak dahulu hingga sekarang menjadi hal yang tak kunjung selesai. Terjadi perdebatan p...


Advertisement