.

Mukaddimah (Wujud Kontingen, Wujud Wajib dan Wujud Mustahil)

 

Ketika kita menelaah realitas-realitas eksistensi di alam ini misalnya manusia, hewan, tumbuhan, gunung-gunung, hp dan lain-lain, dapat kita simpulkan bahwa realitas-realitas eksistensi tersebut dalam rentang waktu mengalami ketiadaan, setelah wujud di alam ini. Begitu pula, realitas-realitas wujud itu dalam koridor ruang dan waktu mengalami kesinambungan perubahan yang berjenjang. Tidak ada satupun dari realitas-realitas tersebut yang tidak pernah mengalami perubahan dari awal wujudnya, dan abadi pada satu kondisi dan tingkatan.
Jika wujud realitas-realitas itu adalah niscaya, maka mereka senantiasa mewujud, atau dalam artian senantiasa ada atau abadi. Sebaliknya, jika wujud mereka itu tak niscaya, maka mustahil mewujud, atau mustahil ada.
Oleh karenanya, segala realitas eksistensi di alam ini berawal dari penciptaan, kemudian mengalami perubahan dan pembaruan secara terus menerus. Dengan kata lain, bahwa wujud  realitas ini, pernah mewujud dan akan tak berwujud. Ini berarti, bahwa yang ke-niscaya-an pada esensi realitas yang ada adalah berwujud dan tak berwujud esensi realitas berada pada titik nol, bukan pada angka negatif (mustahil mewujud) dan bukan pada angka positif (niscaya mewujud).Jika secara esensial eksistensi  sesuatu itu me-niscaya, maka  ia disebut Wujud Wajib (w├ójib al-wujud). Jadi, Wujud Wajib adalah realitas yang senantiasa berwujud dan ekistensi abadi. Jika secara esensial eksistensi sesuatu itu mustahil meniscaya, maka ia disebut wujud mustahil (mumtani' al-wujud), artinya ia mustahil mewujud atau mustahil ketiadaannya abadi. Dan jika eksistensi  sesuatu secara esensial mungkin meniscaya, maka ia disebut wujud kontingen atau wujud bergantung (mumkin al-wujud). Hal ini berarti bahwa ia bisa jadi mewujud dan bisa jadi tak mewujud. Adapun sifat esensial dari wujud kontingen, ia senantiasa mengalami inovasi dalam ciptaan, perubahan dan gerak, seperti manusia, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya.
Referensi Makalah®
*Berbagai sumber
Mukaddimah (Wujud Kontingen, Wujud Wajib dan Wujud Mustahil) 4.5 5 Mushlihin Al-Hafizh Jika wujud realitas-realitas itu adalah niscaya, maka mereka senantiasa mewujud, atau dalam artian senantiasa ada atau abadi. Sebaliknya, jika wujud mereka itu tak niscaya, maka mustahil mewujud, atau mustahil ada. Ketika kita menelaah realitas-realitas eksistensi di alam ini misalnya manusia, hewan, tumbuhan, gunung-gunung, hp dan lain-lain, dapat kit...


Advertisement
Post a Comment